Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Kompas.com - 04/09/2025, 17:11 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa tata kelola keuangan adalah bagian penting dalam Program Sekolah Rakyat.

"Karena setiap rupiah di Sekolah Rakyat adalah harapan. Harapan dari jutaan Anak Indonesia yang ingin masa depannya lebih baik," ujar Gus Ipul dalam siaran persnya, Kamis (4/9/2025).

Hal tersebut dikatakan Gus Ipul saat membuka kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat bagi Bendahara dan Pelatihan Administrasi bagi Tata Usaha Tahun 2025 di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Pelatihan dilaksanakan pada 2-6 September 2025 di Pusdiklatbangprof Kemensos dan Hotel Kristal, Jakarta Selatan. Total keseluruhan peserta 250 orang, terdiri dari Bendahara dan Tata Usaha Sekolah Rakyat seluruh Indonesia.

Baca juga: Mensos Gus Ipul Soroti Kurangnya Tenaga Pendidik di Sekolah Rakyat

Gus Ipul mengajak para peserta untuk memahami kunci Sekolah Rakyat yang merupakan gagasan Presiden Prabowo. Kunci pertama adalah memuliakan wong cilik.

"Di bidang tugas Ibu Bapak sekalian, memuliakannya dengan cara tadi, mengelola keuangan ini dengan baik, benar, karena setiap rupiah adalah harapan," jelasnya.

Kunci kedua adalah menjangkau yang belum terjangkau. Gus Ipul menjelaskan, berdasarkan data ada sekitar 4 juta anak usia sekolah yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, dan berpotensi untuk putus sekolah yang belum terjangkau.

Adapun kunci terakhir adalah, kata Gus Ipul adalah memungkinkan yang tidak mungkin.

"Banyak anak-anak orang yang kurang mampu itu putus harapan, mereka ingin sekolah tapi lihat keadaan tidak memungkinkan, maka mereka ingin bekerja membantu orang tuanya, sekolah itu dianggap barang mewah, maka sekolah rakyat memungkinkan yang tidak mungkin," ujar Gus Ipul.

Baca juga: Bicara Sekolah Rakyat, Mensos: Bulan Pertama Tahap Terberat

Ia juga menitipkan tiga hal yang tidak boleh terjadi di Sekolah Rakyat, yaitu perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, dan intoleransi atau radikalisme.

"Tiga hal ini disebut-sebut sebagai tiga dosa pendidikan Indonesia. Riga (hal) ini tidak boleh terjadi, mari bijak bersama-sama, kalau ada yang mulai melihat tanda-tanda tiga hal ini segera laporkan," tegasnya.

Gus Ipul menjelaskan arah kebijakan penganggaran pada sekolah rakyat. Pengelolaan anggaran Sekolah Rakyat harus mencerminkan semangat strategis negara dalam memutus mata rantai kemiskinan dan menyiapkan generasi emas.

Anggaran negara sarat dengan ketentuan dan setiap rupiah yang dikeluarkan harus dipertanggungjawabkan dengan jelas.

"Sekolah ini adalah rumah harapan anak-anak dari keluarga miskin, penuh tantangan unik di lapangan, dibutuhkan kepekaan, flesibilitas, dan kecepatan bertindak tanpa mengabaikan peraturan," ucapnya.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam kegiatan Pelatihan Pengelola Keuangan Sekolah Rakyat di Pusat Pelatihan, Pendidikan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kemensos, Jakarta, Rabu (3/9/2025).DOK. Kemensos Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam kegiatan Pelatihan Pengelola Keuangan Sekolah Rakyat di Pusat Pelatihan, Pendidikan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kemensos, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Lantaran itu, lanjut Gus Ipul, pengelola anggaran Sekolah Rakyat harus bekerja professional, bersikap adaptif, serta memiliki tanggung jawab moral dan etika.

"Ini bukan proyek biasa, ini adalah proyek masa depan bangsa, kita tidak sedang mengelola anggaran belanja, kita sedang mengelola harapan anak-anak yang akan mengangkat harkat dan martabat orang tuanya," ujarnya.

Gus Ipul menekankan bahwa setiap elemen yang bekerja untuk Sekolah Rakyat itu sama penting keberadaannya, termasuk tenaga kependidikan (Tendik) dalam hal ini pengelola keuangan.

Terakhir, Gus Ipul meminta agar pengelolaan anggaran Sekolah Rakyat dilakukan dengan penuh integritas.

"Administrasi yang kaku bisa membunuh semangat pelayanan, tapi pelayanan yang sembrono bisa menabrak hukum, maka temukanlah jalannya, jalan yang professional, cepat, dan tetap dalam koridor integritas," ujarnya.

Terkini Lainnya
Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Kemensos
Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos
Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Kemensos
Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Kemensos
Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Kemensos
Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos
Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Kemensos
Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos
Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Kemensos
Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos
Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Kemensos
Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Kemensos
Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Kemensos
Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Kemensos
Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Kemensos
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com