Selembar Surat dari Nuril, Suara Hati Anak Buruh Tani untuk Presiden

Kompas.com - 28/07/2025, 09:33 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Dari sebuah ruang kelas sederhana di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora, Jawa Tengah, suara hati seorang anak buruh tani menggema hingga ke meja Presiden.

Lewat selembar surat yang ditulis dengan ketulusan, Nuril Istiqomah (15) menyampaikan rasa terima kasih dan harapan, hingga akhirnya meraih juara dalam lomba menulis " Surat untuk Presiden".

Prestasi itu terasa istimewa. Bukan hanya karena lomba itu diikuti 46 peserta dari berbagai sekolah tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Blora, melainkan juga karena sekolah tempat Nuril belajar baru berdiri kurang dari 10 hari.

“Isi suratnya tentang terima kasih kepada Pak Presiden atas Sekolah Rakyat ini, karena telah membantu orang yang kurang mampu,” ujar Nuril dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (28/7/2025).

Baca juga: Bupati Sula Temui Mensos, Bahas Sekolah Rakyat untuk Anak Kurang Mampu

Surat Nuril ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Dengan bahasa yang jujur dan mengalir, ia bercerita tentang betapa berarti kehadiran Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Nuril menuliskan harapannya agar sekolah seperti itu bisa terus ada, agar mimpi anak-anak seperti dirinya tak harus kandas hanya karena keadaan ekonomi.

Hal yang membuat lebih mengharukan, Nuril baru menulis suratnya di hari terakhir pengumpulan. Ia menyelesaikannya dalam waktu satu jam—dan menjadi peserta terakhir yang menyerahkan naskah. Namun dari tangan kecilnya, lahir karya yang menyentuh hati para juri.

Baca juga: Amphuri Desak DPR Segera Umumkan Naskah Resmi Revisi UU Haji dan Umroh

Peran guru dan sekolah

Capaian Nuril tidak lepas dari peran para guru di SRMA 18 Blora, terutama kepala sekolah Tri Yuli Setyoningrum.

Yuli—sapaan akrabnya—melihat pengumuman lomba lewat unggahan Instagram milik Perpustakaan Blora, lalu meminta seluruh siswa menulis surat untuk diikutkan.

“Karena siswa kami ada 50 orang, semua kami minta menulis. Lalu kami pilih yang terbaik untuk dikirimkan,” tutur Yuli.

Saat nama Nuril diumumkan sebagai pemenang, Yuli mengaku terharu. Baginya, prestasi ini menjadi semangat baru bagi sekolah yang belum genap dua pekan berdiri. Ia yakin, ini bisa jadi pemantik semangat siswa lain untuk berani bermimpi dan berkarya.

“Saya senang sekali, apalagi Nuril punya kemauan kuat untuk berprestasi. Anak-anak seperti dia harus kita dukung,” ujarnya.

Baca juga: Youth Ocean Jamboree, Ajang RI dan Timor Leste Dukung Peneliti Muda

Anak buruh tani dan harapan yang tak pernah padam

Nuril adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Ayah dan ibunya bekerja sebagai buruh tani di lahan milik orang lain. Penghasilan keluarga yang tidak menentu membuat pendidikan menjadi perjuangan tersendiri. Kakaknya hanya bisa lulus SMK karena dibantu biaya oleh saudara.

Kini, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi cahaya baru bagi Nuril. SRMA 18 Blora adalah sekolah berasrama yang didirikan khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, agar tetap bisa mengakses pendidikan berkualitas tanpa biaya.

Kemenangan dalam lomba menulis bukan satu-satunya kebahagiaan yang diterima Nuril. Ia juga mendapat undangan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Blora untuk menjadi pembawa acara dalam peringatan Hari Anak Nasional tingkat kabupaten, Sabtu (26/7/2025).

Meski berasal dari latar belakang sederhana, Nuril menunjukkan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil. Lewat selembar surat, ia bersuara. Lewat ketulusan, ia menginspirasi.

Terkini Lainnya
Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Kemensos
Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos
Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Kemensos
Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Kemensos
Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Kemensos
Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos
Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Kemensos
Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos
Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Kemensos
Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos
Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Kemensos
Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Kemensos
Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Kemensos
Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Kemensos
Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Kemensos
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com