Tinjau Sekolah Rakyat di Yogya, Gus Ipul Disambut Harapan Baru Siswa

Kompas.com - 17/07/2025, 10:55 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau fasilitas di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (16/7/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul menyapa dan memberi semangat kepada 75 siswa jenjang sekolah menengah atas (SMA) yang menempati Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Purwomartani.

Ia menanyakan kesan salah satu siswa, Louvie J, setelah dua hari mengikuti pendidikan kedisiplinan dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) di SRMA 20 Kabupaten Sleman.

Jeje, sapaan akrab Louvie, mengaku mengalami perubahan dalam dirinya setelah dua hari mengikuti pelatihan kedisiplinan dari TNI AD.

Baca juga: TNI Bakal Ajari Kedisiplinan Kepala Sekolah Rakyat Saat Retreat

"Mental saya menjadi lebih terlatih dengan bapak TNI karena sebelumnya saya orang yang pendiam dan introvert," ucap Jeje dalam keterangan resmi, Kamis (16/7/2025).

Saat ditanya Gus Ipul apakah ia rindu pulang, Jeje dengan tegas menjawab bahwa dirinya sudah betah dan sangat senang berada di sekolah rakyat. Jawaban Jeje disambut tepuk tangan dari para siswa dan tamu yang hadir.

Jeje juga membagikan kisah hidupnya yang sejak kelas 3 sekolah dasar (SD) tinggal bersama nenek dan tantenya karena kedua orangtuanya pergi meninggalkan Jeje beserta kedua adiknya.

Ia mengungkapkan bahwa sehari-hari nenek dan tantenya bekerja sebagai petani di lahan milik sendiri.

Jeje, yang bercita-cita menjadi chief executive officer (CEO) perusahaan, berharap suatu saat dapat memiliki perusahaannya sendiri.

Baca juga: Kala Ekspektasi Konsumen dan Keyakinan CEO untuk Ekonomi RI Rendah...

Mendengar kisah dan mimpi Jeje, Gus Ipul memberikan semangat agar Jeje terus berjuang menggapai cita-citanya.

"Bagus, Jeje. Lanjutkan. Jeje, semangat ya," ujar Gus Ipul.

Di hadapan Gus Ipul, Jeje menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas gagasan sekolah rakyat yang menurutnya sangat membantu.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Bapak Presiden Prabowo dan Mensos karena sudah mendirikan sekolah rakyat di berbagai daerah di Indonesia," ucap Jeje.

Ia mengatakan, kehadiran sekolah rakyat membantu anak-anak kurang mampu seperti dirinya untuk tetap bisa melanjutkan sekolah dan menambah semangat belajar. Menurutnya, program ini juga membuka masa depan yang lebih cerah bagi mereka dan Indonesia.

Baca juga: Pembangunan 100 Sekolah Rakyat Ditargetkan Rampung Akhir Juli Ini

Pengembangan bakat di sekolah rakyat

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyapa dan memberi semangat para siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (16/7/2025).Dok. Kemensos Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyapa dan memberi semangat para siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (16/7/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga menerima pertanyaan dari salah satu siswa, Ikhsan Fajar Susandi, terkait sistem pengembangan bakat di sekolah rakyat.

Gus Ipul menjelaskan, pengembangan bakat siswa akan dibantu teknologi DNA Talent, aplikasi yang dirancang Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar, untuk mendeteksi kemampuan dan bakat siswa.

"Dengan menggunakan artificial intelligence (AI) yang sudah dilatih, nanti bakat adik-adik sudah diketahui sejak awal oleh para guru dan akan dibimbing," jelas Gus Ipul.

Ia menjelaskan, melalui aplikasi DNA Talent, siswa akan menjawab beberapa pertanyaan, dan dalam waktu sekitar 15 menit akan diketahui bakat, kekuatan, dan kejeniusan masing-masing siswa.

Gus Ipul meyakini setiap anak adalah ciptaan Tuhan yang memiliki keunggulan masing-masing.

Baca juga: Tinjau Sekolah Rakyat di Jaktim, Gus Ipul Dengarkan Curhat Orangtua Murid

Ia berpesan kepada para siswa agar serius belajar demi mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Yang penting persiapkan diri dengan baik, ini adalah kesempatan luar biasa. Bapak Presiden memikirkan adik-adik sekalian. Sekarang kita ambil kesempatan ini dengan belajar sungguh-sungguh," jelas Gus Ipul.

Sebagai informasi, SRMA 20 Kabupaten Sleman memiliki 75 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel) dan dibimbing oleh 17 guru. Sejak ditetapkan sebagai murid hingga saat ini, tidak ada satu pun murid yang mundur.

Adapun fasilitas sekolah ini meliputi tiga ruang kelas, asrama putra dan putri yang diisi dua hingga tiga siswa per kamar, laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA), perpustakaan, lapangan olahraga, dan musala.

Baca juga: Awal Menginap, Murid di Asrama Sekolah Rakyat SMP Kota Malang Homesick

Terkini Lainnya
Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Kemensos
Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos
Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Kemensos
Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Kemensos
Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Kemensos
Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos
Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Kemensos
Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos
Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Kemensos
Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos
Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Kemensos
Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Kemensos
Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Kemensos
Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Kemensos
Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Kemensos
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com