Raker dengan DPR, Gus Ipul Paparkan Realisasi Belanja Kemensos 2025 dan Kebijakan Belanja 2026

Kompas.com - 11/07/2025, 13:43 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa realisasi belanja Kementerian Sosial (Kemensos) per Juni 2025 telah mencapai angka signifikan.

“Realisasi belanja non-bansos (bantuan sosial) tercatat lebih dari Rp 1 triliun atau sekitar 33,37 persen, sementara belanja bansos telah terealisasi sebesar lebih dari Rp 40 triliun atau 53,50 persen,” ujar Gus Ipul, dalam siaran persnya, Jumat (11/7/2025).

Hal tersebut dikatakan Gus Ipul dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI membahas laporan keuangan Kementerian Sosial tahun 2024, realisasi anggaran 2025, serta rencana kerja dan pagu indikatif 2026.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa arah kebijakan belanja Kemensos untuk tahun anggaran 2026 akan difokuskan pada tema pembangunan nasional.

Baca juga: DPR Setujui Rekonstruksi Anggaran Kemensos, Dipotong Rp 970 Miliar Jadi Rp 78,6 Triliun

Hal terseut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dan tematik anggarahan pendapatan belanja nasional (APBN), khususnya dalam memperkuat sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial.

“Kementerian Sosial akan mengambil peran melalui pelaksanaan sekolah rakyat,” tegasnya.

Tiga strategi utama bansos

Gus Ipul juga menyoroti pentingnya efektivitas penyaluran bantuan sosial ke depan. Oleh karena itu, dia menyampaikan tiga strategi utama untuk bantuan sosial (bansos).

1. Melanjutkan program-program bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kratu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Program Indonesia Pintar, Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan program rehabilitasi sosial.

2. ?Memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta memperkuat sinergi program dan kelembagaan, termasuk digitalisasi penyaluran bantuan.

3. ?Mendorong bantuan sosial yang adaptif dan berkelanjutan dengan prinsip keadilan, inklusivitas, serta percepatan graduasi dari penerima bantuan menuju kemandirian melalui integrasi dengan program pemberdayaan.

Baca juga: Kemensos Diminta Hentikan Bansos untuk Penerima yang Main Judi Online

Dalam rapat tersebut, Mensos Gus Ipul juga memaparkan tren anggaran Kemensos. Jika pada 2011 anggaran Kemensos mencapai Rp108 triliun, maka pagu indikatif tahun 2026 tercatat Rp 76.038.882.787.000.

Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 4,47 persen dibandingkan pagu anggaran 2025 sebesar Rp 79 triliun lebih.

Adapun rincian postur anggaran tahun 2026 terdiri dari, Program Perlindungan Sosial Rp 75 triliun lebih dan ?Program Dukungan Manajemen Rp 768 miliar lebih

Tambahan anggaran tahun 2026 Rp 20,9 triliun

Gus Ipul menjelaskan bahwa pagu indikatif 2026 masih belum mencakup kebutuhan belanja mendesak, seperti penanganan bencana, bantuan permakanan bagi lansia dan penyandang disabilitas, bantuan anak yatim-piatu, serta program pemberdayaan masyarakat.

“Untuk itu, kami mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 20,9 triliun,” urainya.

Tambahan anggaran tersebut dialokasikan antara lain untuk memenuhi kebutuhan berikut.

1. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial: Rp 5 triliun lebih

2. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial: Rp 4 triliun lebih

3. ?Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial: Rp 5 triliun lebih

4. ?Sekretariat Jenderal: Rp 5 triliun lebih

5. ?Inspektorat Jenderal: Rp 51 miliar lebih

Baca juga: Kemensos Siapkan 9.700 Laptop untuk Siswa Sekolah Rakyat

Pada kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada Komisi VIII DPR RI atas kerja sama yang konstruktif.

“Kami ucapkan terima kasih atas seluruh dukungan, kritik, dan saran yang telah diberikan. Ini semua memperkuat kinerja kami dalam menyelenggarakan kesejahteraan sosial yang lebih baik ke depan,” ucapnya.

Terkini Lainnya
Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Kemensos
Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos
Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Kemensos
Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Kemensos
Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Kemensos
Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos
Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Kemensos
Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos
Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Kemensos
Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos
Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Kemensos
Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Kemensos
Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Kemensos
Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Kemensos
Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Kemensos
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com