Kemensos dan Kemendes PDT Bersinergi Atasi Kemiskinan Ekstrem hingga 0 Persen pada 2026

Kompas.com - 17/02/2025, 20:30 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan, pihaknya bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ( Kemendes PDT) bakal memulai kerja sama mengentaskan kemiskinan ekstrem, khususnya di desa. 

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu meyakini, sinergi antara Kemensos dan Kemendes PDT akan mampu memenuhi target-target yang ditetapkan Presiden RI Prabowo Subianto. 

Salah satu target tersebut adalah menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga 0 persen selambat-lambatnya pada 2026 dan menekan angka kemiskinan di bawah 5 persen pada 2029.

"Sekarang, saya semakin yakin. Sepanjang kami bisa bekerja bersama sesuai arahan presiden, menggunakan setiap kekuatan yang kami miliki, baik di pusat maupun di daerah, insyaallah target-target itu bisa terpenuhi," ujar Gus Ipul dalam siaran pers, Senin (17/2/2025).

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul setelah bertemu dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Kantor Kemendes PDT, Senin.

Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan Rp 272 Juta untuk Korban Kebakaran di Puuwatu, Kendari

Adapun penyusunan rencana aksi bersama tersebut didasarkan pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional ( DTSEN).

Gus Ipul menyebutkan bahwa berdasarkan data dari DTSEN, pihaknya akan mengidentifikasi daerah yang memungkinkan untuk dilakukan kerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga.

"Jelasnya, ini adalah upaya untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di desa, lewat aksi-aksi nyata," katanya.

Gus Ipul menambahkan, aksi nyata yang akan dilakukan meliputi perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, hingga pemberdayaan sosial. 

Peran strategis Kemendes PDT dan Kemensos

Pada kesempatan yang sama, Mendes PDT Yandri Susanto menyambut baik kolaborasi tersebut.

Menurutnya, Kemendes PDT dan Kemensos memiliki peran strategis dalam mengatasi kemiskinan, terutama karena persoalan tersebut banyak ditemukan di desa.

"Jadi, ini gayung bersambut dengan Pak Mensos (Gus Ipul). Kami akan memastikan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi target dua kementerian ini atas perintah Bapak Presiden Prabowo,” ujar Yandri. 

Baca juga: Kemensos Percepat Graduasi KPM dari Bansos, Gus Ipul: Yang Mampu Harus Mandiri

Apalagi, kata dia, target tersebut seiring dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Yandri menambahkan, setelah pertemuan tersebut, Kemendes PDT dan Kemensos akan mengidentifikasi desa-desa yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem berdasarkan DTSEN. 

Upaya tersebut akan melibatkan berbagai pihak, seperti pendamping desa, kepala desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga camat.

Lebih lanjut, Yandri menjelaskan, Kemendes PDT telah menyiapkan anggaran untuk melaksanakan program tersebut. 

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebutkan, anggaran tersebut diambil 15 persen dari Rp 71 triliun dana desa. 

"Kami di Kemendes PDT sudah menganggarkan di fokus penggunaan anggaran dana desa sebesar 15 persen dari Rp 71 triliun dana desa untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem," jelasnya.

Baca juga: Inpres DTSEN Diterbitkan, Mensos Gus Ipul Pastikan Penyaluran Bansos Mengacu DTSEN

Yandri menegaskan, pihaknya berkomitmen mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem karena dana yang diperlukan sudah tersedia, dan kolaborasi antarlembaga telah terbentuk dengan baik.

“Semangatnya sudah ada, yang lainnya tinggal kami lakukan. Kami akan mencari desa mana yang perlu kami fokuskan untuk mengurangi atau mengatasi kemiskinan ekstrem," ujarnya.

Terkini Lainnya
Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Kemensos
Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos
Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Kemensos
Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Kemensos
Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Kemensos
Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos
Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Kemensos
Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos
Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Kemensos
Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos
Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Kemensos
Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Kemensos
Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Kemensos
Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Kemensos
Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Kemensos
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com