Mensos Minta Pendamping Sosial Bekerja Disiplin agar Bisa Berdampak bagi Masyarakat

Kompas.com - 12/02/2025, 19:04 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta seluruh pilar sosial atau pendamping sosial bekerja secara disiplin dan harus berdampak ke masyarakat. 

"Bekerja dengan disiplin sesuai SOP dan ketentuan. Disiplin di sini berarti bekerja terarah, terpadu, berkelanjutan," katanya.

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu menyampaikan tersebut saat memberikan pembekalan mengenai proses bisnis program kerja Kementerian Sosial ( Kemensos) kepada 500 pilar sosial di Student Center UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Rabu (12/2/2025). 

Dalam penyampaiannya, Gus Ipul mengatakan, Kemensos memiliki sasaran program yang disebut dengan 12 PAS. 

Program tersebut memiliki beragam kriteria penerima manfaat dari program-program Kemensos. 

Dalam memastikan 12 PAS tersebut bisa tersenyum bahagia, Gus Ipul menjelaskan para pilar sosial harus mampu mendorong setiap keluarga penerima manfaat ( KPM) agar terlepas dari bantuan sosial (bansos). 

Baca juga: Kemensos Gandeng Perguruan Tinggi untuk Entaskan Kemiskinan

"Kalau dulu itu jomplang, yang paling kuat social protection-nya, jadi bansos-bansos tok,” ujarnya dalam siaran pers. 

Dia menegaskan, tugas pendamping sosial hanya memastikan bansos sesuai peruntukannya, tetapi pemberdayaannya masih kurang. 

“Makanya, saat ini, kami dorong supaya pemberdayaannya dapat berjalan maksimal. Akhirnya KPM tergraduasi dan sejahtera, setuju?," katanya kepada para pilar sosial.

Gus Ipul menjelaskan, dengan arah yang jelas, yaitu pemberdayaan dan graduasi penerima bansos, langkah selanjutnya adalah bekerja secara terpadu. 

Hal tersebut dilakukan dengan menjalin sinergi kepada berbagai pihak guna menyukseskan program-program Kemensos. 

"Bekerja dengan terpadu, yaitu bersama bupati, wali kota, kementerian/lembaga (K/L) lain, dan dinas-dinas lain, bersama dengan pendamping-pendamping lain,” ucapnya.

Baca juga: Mensos Gus Ipul Pastikan Efisiensi Anggaran Kemensos Tak Ganggu Bansos

Dia mengatakan, mereka juga harus bekerja secara terpadu bersama pendamping desa dan kader kesehatan.

Kemudian, Gus Ipul menyebutkan, bekerja secara terarah berarti mengikuti proses bisnis kerja Kemensos yang terdiri dari tiga klaster intervensi.

Klaster tersebut saling berkaitan dan berjalan beriringan, yaitu perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan sosial. 

Satu tujuan yang ingin dicapai dalam proses bisnis itu adalah terciptanya masyarakat yang berdaya, mandiri, dan lepas dari program bantuan sosial Kemensos melalui program pemberdayaan. 

"Saya minta seluruh pendamping sosial, ingat selalu pesan Presiden bahwa kita harus membuat gemuyu (tertawa/bahagia) 12 PAS tadi dengan bidang tugas masing-masing," jelasnya. 

Lebih lanjut, Gus Ipul menambahkan, ketika masyarakat miskin berhasil diberdayakan dan graduasi dari Bansos Kemensos, langkah selanjutnya yang harus dilakukan pilar sosial adalah menghubungkan KPM dengan program dari K/L lain. 

Baca juga: Kemensos Mulai Jajaki Pendirian Sekolah Rakyat di Bekasi

"Nanti akan kami geser mereka (yang telah keluar/graduasi dari bansos Kemensos) ke program K/L terkait yang programnya bukan lagi bansos, tetapi program bantuan modal, pendampingan, penciptaan pasar, manajemen," paparnya. 

Gus Ipul menilai, hal tersebut dinamakan dengan bekerja secara berkelanjutan. Sebab, masyarakat miskin yang telah berhasil keluar dari jerat kemiskinan dialihkan ke program-program di K/L lain.

Skema itu bertujuan menjaga kelompok yang telah keluar dari kemiskinan tidak kembali lagi ke dalam kemiskinan. 

Untuk mewujudkan kerja yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan tersebut, Gus Ipul mengatakan, semua itu harus dimulai dari adanya ukuran yang jelas terkait target kerja yang akan dicapai. 

"Targetnya harus jelas. Catat apa yang kamu lakukan dan lakukan apa yang kamu catat," tuturnya kepada pilar sosial yang hadir saat itu. 

Baca juga: Kemensos Distribusikan Bantuan Senilai Rp 138,2 Juta untuk Korban Puting Beliung di Subang

Target yang dimaksud adalah setiap pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) minimal menggraduasi 10 KPM setiap tahunnya.  

Gus Ipul juga menekankan pentingnya peran pilar sosial dalam menyukseskan program-program Kemensos. 

"Saya sangat mengandalkan pendamping. Jadi, penting agar kerja kita berjalan secara terukur dan berdampak ke masyarakat," katanya. 

Saifudin (33), salah satu pendamping PKH Kendal yang hadir mengatakan, saat ini dia mendampingi 462 KPM yang berada di Kelurahan Curugsewu dan Pagersari, Kecamatan Patean. 

Pada kesempatan itu, Saifudin juga memaparkan kiatnya dalam mewujudkan target graduasi 10 KPM per tahun yang disampaikan Gus Ipul. 

Baca juga: Kemensos Punya 731 Lumbung Sosial, Gudang Logistik Kebutuhan Darurat Saat Bencana

"Strategi saya adalah menginventarisasi KPM yang memiliki usaha untuk dilakukan pendekatan tertentu guna optimalisasi sehingga KPM itu bisa terlepas dari bantuan PKH," jelasnya. 

Terkini Lainnya
Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Kemensos
Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos
Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Kemensos
Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Kemensos
Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Kemensos
Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos
Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Kemensos
Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos
Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Kemensos
Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos
Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Kemensos
Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Kemensos
Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Kemensos
Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Kemensos
Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Kemensos
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com