28.775 Wirausahawan Mandiri Dihasilkan dari Program Pena Kemensos, Lampaui Target

Kompas.com - 01/07/2024, 13:10 WIB
HTRMN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kementerian Sosial ( Kemensos) kembali mengantarkan ribuan keluarga prasejahtera menuju kemandirian melalui program Pahlawan Ekonomi Nusantara (Pena).

Dalam Graduasi Pena Periode Juni 2024 yang diselenggarakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Kemensos, Margaguna, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2024), Kemensos meluluskan 3.415 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Pena angkatan Mei 2024. Seluruh KPM itu dinyatakan mandiri secara ekonomi dan tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos).

Capaian luar biasa itu melampaui target awal yang ditetapkan untuk periode 2023-2024, yaitu 16.000 KPM. Bahkan, jika dibandingkan dengan 2023, jumlah KPM mandiri pada 2024 melonjak signifikan dari 10.073 KPM.

Dengan demikian, total KPM yang telah berhasil mandiri melalui program tersebut mencapai 28.775, melampaui target 16.000 KPM untuk periode 2023-2024.

Baca juga: Ciptakan Wirausahawan Baru dan Sukses, Mensos Risma Luncurkan Program Pena Muda

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang hadir dalam Graduasi Pena Periode Juni 2024 mengatakan bahwa dalam program Pena, warga penerima bansos diberikan modal usaha, pelatihan pengemasan, diversifikasi produk, pemasaran, literasi keuangan, dan pendampingan hingga usaha yang dijalankan lancar.

Peserta Pena, lanjutnya, akan diluluskan jika penghasilannya sudah lebih tinggi dari upah minimum kabupaten atau kota (UMK). Namun, mereka tetap akan didampingi selama minimal empat bulan untuk memastikan usahanya berjalan baik.

“Karena usaha mereka berhasil dan mampu mandiri secara ekonomi, ribuan masyarakat prasejahtera tersebut tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos),” kata Risma sapaan akrab Mensos.

Program Pena diprioritaskan oleh Kemensos karena terbukti meningkatkan pendapatan KPM. Risma pun mengaku optimistis semua KPM akan berhasil dengan pendampingan berkelanjutan.

Baca juga: Mensos Risma Paparkan Program PENA untuk Penerima Bansos dan Penyandang Disabilitas kepada Direktur OECD

Penerima Pena terbagi dalam beberapa kelompok, seperti Pena Reguler dan Pena Berdikari yang merupakan penerima program Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako. Kemensos telah meluluskan sebanyak 5.713 KPM dan 13.732 KPM dari masing-masing kelompok.

Lalu, Pena Bencana yang telah mengantarkan 52 KPM menjadi mandiri, dan Pena Vokasi 578 KPM.

Selain itu, ada pula Pena Atensi yang terdiri dari lansia, penyandang disabilitas, korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta kelompok rentan lainnya. Dari kelompok ini, sebanyak 6.878 KPM telah diluluskan.

Kemensos juga menerapkan program Pena di tingkat komunitas, terutama di daerah kepulauan yang sulit dijangkau.

Salah satu contohnya, Pena Komunitas yang memberdayakan istri nelayan dalam mengolah ikan menjadi berbagai produk, seperti ikan kering dan abon ikan. Pemberdayaan itu diharapkan dapat membantu mereka mandiri secara ekonomi.

Baca juga: Kemensos Klaim Program Pena Bisa Atasi Kemiskinan Ekstrem

Risma mengungkapkan, pihaknya telah meluluskan sebanyak 1.822 KPM melalui Pena Komunitas.

Kemensos juga menargetkan kaum muda melalui Pena Muda, program pemberdayaan bagi anak KPM PKH berusia 23-30 tahun dan anak muda lainnya yang memenuhi syarat.

Penerima Pena Muda mendapatkan bantuan permodalan usaha serta pendampingan dalam berusaha, pengemasan, pemasaran, dan literasi keuangan. Hingga saat ini, lebih dari 500 proposal Pena Muda telah lolos quality control.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nunung Nuryanto secara terpisah mengapresiasi program Pena yang turut menggerakkan perekonomian lingkungan KPM.

"Proses graduasi menciptakan nilai tambah dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru," tutur Nunung.

Terkini Lainnya
Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Kemensos
Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos
Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Kemensos
Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Kemensos
Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Kemensos
Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos
Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Kemensos
Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos
Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Kemensos
Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos
Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Kemensos
Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Kemensos
Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Kemensos
Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Kemensos
Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Kemensos
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com