Lantik Pimpinan Tinggi Pratama, Mentrans: Kita Berdosa jika Memberangkatkan Transmigran Tanpa Persiapan Matang

Kompas.com - 03/12/2024, 12:15 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman memberikan tiga arahan utama dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian Transmigrasi (Kementrans) di Gedung Makarti Muktitama Jakarta, Senin (2/12/2024).

Pada kesempatan tersebut, Iftitah menekankan pentingnya kolaborasi yang solid baik secara internal maupun eksternal untuk mewujudkan rencana kerja 2024 dan target-target pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto.

Ia juga mengingatkan agar setiap program transmigrasi dipersiapkan dengan matang.

"Kita akan berdosa jika memberangkatkan transmigran tanpa persiapan yang baik sebelumnya,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (3/12/2024).

Baca juga: Pj Gubernur Rahman Ajak Seluruh Korpri Riau Sukseskan Program Pemerintah

Iftitah juga mengingatkan agar Kementrans benar-benar menguasai program-program yang berkaitan dengan transmigrasi.

"Kita adalah pemegang kendali utama di Kementrans. Jangan sampai kementerian lain yang lebih tahu tentang program dan kegiatan transmigrasi," tuturnya di hadapan pejabat yang dilantik.

Iftitah mengungkapkan bahwa pemahaman tentang transmigrasi sangat penting, terutama terkait program transmigrasi patriot, yang menjadi salah satu unggulan Kementrans.

Selain itu, ia menekankan agar setiap transmigran yang diberangkatkan ke daerah transmigrasi memiliki bekal pengetahuan yang cukup.

Baca juga: Apa Itu Pengetahuan Lokal? Ini Penjelasannya ....

Menurut Iftitah, transmigran harus hadir tidak hanya secara fisik, tetapi juga siap dengan bekal ilmu pengetahuan untuk menjalankan program tersebut dengan sukses.

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan road map transmigrasi untuk 25 tahun ke depan, yang harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2045.

Oleh karena itu, Iftitah mengingatkan para pejabat yang dilantik untuk bekerja sama secara serius dengan kementerian atau lembaga terkait agar visi dan misi Presiden Prabowo Subianto dapat tercapai sesuai target yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, ia meminta agar setiap pejabat yang dilantik untuk menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, memanfaatkan anggaran secara efisien, dan mencegah terjadinya transaksi ilegal, termasuk jual beli jabatan.

Baca juga: Jabatan Wamenkeu Sementara, Anggito Abimanyu Bakal Jadi Menteri Penerimaan Negara

"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, gunakan anggaran seefisien mungkin dan cegah kebocoran," ucap Iftitah.

Sebagai informasi, dalam acara pelantikan tersebut, Iftitah melantik 19 pejabat pimpinan tinggi pratama, yang terdiri dari direktur, kepala biro, kepala pusat, dan sekretaris direktorat jenderal di lingkungan Kementrans.

Pelantikan tersebut dilakukan setelah sebelumnya dilantik pejabat pimpinan tinggi madya untuk mempercepat pelaksanaan tugas dan fungsi Kementrans.

Terkini Lainnya
Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Kemendes
Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Kemendes
Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Kemendes
Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Kemendes
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kemendes
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Kemendes
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Kemendes
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Kemendes
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Kemendes
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendes
Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Kemendes
Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendes
Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kemendes
Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Kemendes
Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Kemendes
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com