Apresiasi Produk Hasil Program Tekad, Gus Halim: Semoga Jadi Model Pemanfaatan Dana Desa

Kompas.com - 18/07/2024, 15:11 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar memberikan apresiasi terhadap produk-produk hasil program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu ( Tekad) melalui kegiatan demonstrasi plot (demplot).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Halim itu, demplot merupakan contoh nyata dari keberhasilan ketahanan pangan di desa-desa di Papua Pegunungan yang mengandalkan kearifan lokal dan potensi setempat.

“Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model dalam pemanfaatan dana desa (DD). Ini karena demplot dalam program Tekad dilaksanakan oleh warga desa yang dibantu oleh penyuluh teknis dan fasilitator, sesuai dengan kekayaan potensi yang ada di setiap kampung ujar,” Gus Halim, sapaan akrabnya, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (18/7/2024).

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Halim setelah melihat pameran produk ketahanan pangan desa hasil demplot dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal 2024 di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (17/7/2024).

Baca juga: KKB Bakar Gedung SD Okbab di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan

Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi oleh Pejabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan Velix Wanggai, Project Manager Program Tekad M Fachri, serta para bupati se-Papua Pegunungan.

Gus Halim mengungkapkan bahwa program Tekad merupakan bentuk kolaborasi dan stimulasi yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat serta mengentaskan daerah-daerah tertinggal.

Ia menegaskan bahwa berbagai kebijakan yang diambil harus berlandaskan pada adat istiadat setempat.

Program Tekad di Papua telah membuktikan diri sebagai solusi dalam membangun ekonomi mandiri di kampung-kampung, khususnya di Kabupaten Jayawijaya. Program ini telah berjalan sejak 2020 di sembilan provinsi, 25 kabupaten, dan mencakup 1.110 kampung.

Baca juga: Bawaslu Kabupaten Semarang Ajak Petani Awasi Tahapan Pilkada

Di Papua, program Tekad tersebar di enam provinsi, yaitu Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan yang terdiri dari 16 kabupaten.

Lokasi program Tekad di Papua Pegunungan meliputi dua kabupaten, yaitu Yahukimo dan Jayawijaya. Di Kabupaten Yahukimo, program ini meliputi tujuh distrik, 35 kampung, dengan dukungan dari 14 fasilitator distrik dan 35 kader kampung.

Sementara itu, program Tekad di Kabupaten Jayawijaya mencakup 11 distrik, 52 kampung, dengan dukungan dari 22 fasilitator distrik dan 52 kader kampung.

Baca juga: PeaceGen dan Disdik Jabar Latih Guru Jadi Fasilitator Cegah Kekerasan di Sekolah

Berbagai kegiatan dari program Tekad

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat melihat pameran produk ketahanan pangan desa hasil demplot dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal 2024 di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (17/7/2024).DOK. Humas Kemendesa PDTT Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat melihat pameran produk ketahanan pangan desa hasil demplot dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal 2024 di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (17/7/2024).

Pada tahun anggaran 2023, Program Tekad di Jayawijaya dan Yahukimo melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk coaching clinic yang melibatkan pendamping desa, kepala desa, dan perwakilan lembaga ekonomi di 52 kampung di Jayawijaya serta 35 kampung di Yahukimo.

Di tahun yang sama, Jayawijaya mendapatkan bantuan demplot yang diberikan kepada 10 kelompok penerima bantuan (KPB) di 10 kampung dengan total nilai bantuan mencapai Rp 1 miliar.

Setiap KPB menerima bantuan sebesar Rp 100 juta. Demplot tersebut mencakup sektor perkebunan kopi, pertanian umbi-umbian, sayur dan buah, budi daya ikan air tawar, serta peternakan babi dan madu.

Baca juga: Wanita Penerima Transplantasi Ginjal Babi Meninggal Dunia

Evaluasi terhadap hasil pelaksanaan demplot menunjukkan bahwa dari 10 kampung yang menerima bantuan, 8 kampung telah berhasil menjalankan program sesuai harapan.

Namun, dua kampung lainnya yang fokus pada sektor peternakan babi masih mengalami kendala dalam mencapai hasil maksimal.

Sementara itu, pada 2024, anggaran bantuan demplot dalam Program Tekad telah ditetapkan sebesar Rp 4,2 miliar yang akan dialokasikan untuk 42 KPB.

Selain itu, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk pelatihan manajemen informasi sistem.

Baca juga: Mengapa Sistem Parlementer Mengalami Kegagalan di Indonesia?

Tujuan program Tekad

Pelaksanaan program Tekad bertujuan untuk mendukung tercapainya tujuan SDGs Desa, di mana masyarakat desa bukan hanya mendapatkan stimulan berupa bantuan.

Sebagai informasi, pelaksanaan program Tekad bertujuan untuk mendukung pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa dengan memberikan stimulan berupa bantuan.

Bantuan tersebut dilengkapi dengan peningkatan kapasitas masyarakat desa untuk membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang ada.

Selain itu, program tersebut juga mencakup pendampingan dan penguatan kapasitas aparatur kampung.

Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Mendagri Dorong Pemda Tingkatkan Produksi Beras

Alokasi anggaran dari dana desa diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan, sesuai dengan mandat bahwa minimal 20 persen dari dana desa digunakan untuk prioritas tersebut. Hal ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan skala dan mengulang keberhasilan kegiatan usaha yang sudah terbukti dalam program Tekad.

Dalam implementasi program tersebut, penting untuk mengintegrasikan berbagai program dari pusat, seperti pendamping desa, dana desa, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), serta memperoleh komitmen dari pemerintah provinsi (pemprov) dan kabupaten melalui alokasi dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Selain itu, pendampingan dari penyuluh teknis dalam sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan juga menjadi kunci dalam kesuksesan program ini.

Terkini Lainnya
Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Kemendes
Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Kemendes
Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Kemendes
Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Kemendes
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kemendes
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Kemendes
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Kemendes
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Kemendes
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Kemendes
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendes
Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Kemendes
Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendes
Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kemendes
Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Kemendes
Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Kemendes
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com