Gaungkan Desa Bertumpu pada Akar Budaya, Kemendesa PDTT Gelar 2 Lomba

Kompas.com - 12/07/2024, 20:48 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan, pembangunan desa harus bertumpu akar dan budaya.

Menteri yang akrab disapa Gus Halim itu menyampaikan hal tersebut saat meluncurkan Lomba Desa Wisata Nusantara dan Lomba Literasi Desa di Desa Boyolali, Kecamatan Gajah Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (12/7/2024).

Profesor Kehormatan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu bersyukur karena peluncuran Lomba Desa Wisata Nusantara dan Literasi Desa dilakukan di Demak.

"Oleh karena itu, kehormatan bagi saya bisa silaturahmi dengan warga Demak," ungkapnya dalam siaran persnya, Jumat.

Gus Halim mengatakan, Lomba Literasi Budaya Desa merupakan gelaran edisi pertama sehingga membutuhkan dukungan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Baca juga: IP Trisakti dan Kemendesa PDTT Jalin Kerja Sama Perkuat Desa Wisata

Oleh karenanya, kata dia, penting untuk selalu digaungkan agar pembangunan di desa yang didukung pemerintah lewat dana desa bertumpu pada akar budaya.

"Jangan sampai kita membangun desa lepas dari akar budaya," tegas Gus Halim.

Meski demikian, kata dia, seluruh desa belum menggali akar budayanya. Salah satu upaya untuk mengatasi hal itu adalah melaksanakan Lomba Literasi Budaya Desa.

"Tema kami bebaskan, tidak perlu ada dokumen, yang penting ada warga desa yang bisa menceritakan," katanya.

Gus Halim menyebutkan, semua nama desa selalu mempunyai makna baik. Meskipun sekilas orang kaget, tetapi setelah dijelaskan asal usul nama desa itu baru akan mengerti.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun memberi dukungan penuh kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembangunan Desa dan Pedesaan (PDP) untuk melaksanakan Lomba Literasi Desa.

Baca juga: Kemendesa PDTT dan IFAD Sepakat Lanjutkan Program Pendampingan di Wilayah Timur Indonesia

Gus Halim juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung keberlangsungan pembangunan desa, termasuk kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melahirkan program Dana Desa.

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) itu mengatakan, setiap desa bisa melakukan improvisasi yang secara bertahap didampingi Kemendesa PDTT dengan adanya dana desa.

Pendampingan itu dilakukan agar desa melalui proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan yang semakin baik.

Pada kesempatan itu, Gus Halim menyerahkan bantuan untuk badan usaha milik desa (BUMDes) Berkah Mulya Desa Boyolali yang mengelola waterpark tempat pelaksanaan kegiatan.

Selanjutnya, Gus Halim mengunjungi Perpustakaan Desa Boyolali didampingi Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendesa PDTT Lilil Umi Nashriyah, Direktorat Jenderal (Dirjen) PDP Sugito, Bupati Demak Esti'anah, dan perwakilan Perpusnas.

Baca juga: Berdayakan Masyarakat Desa, MHU Raih 2 Penghargaan dari Kemendesa PDTT

Turut hadir dalam kegiatan itu Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Adin Bondar dan pejabat di lingkungan Kemendesa PDTT.

Terkini Lainnya
Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Kemendes
Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Kemendes
Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Kemendes
Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Kemendes
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kemendes
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Kemendes
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Kemendes
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Kemendes
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Kemendes
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendes
Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Kemendes
Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendes
Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kemendes
Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Kemendes
Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Kemendes
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com