Pemenang GTTGN Ke-XXIII Diumumkan, Berikut Daftar Lengkapnya

Kompas.com - 09/06/2023, 14:21 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kementerian Desa Pembangungan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mengumumkan pemenang Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) ke-XXIII Tahun 2023.

Pemenang dalam agenda rutin tahunan Kemendesa PDTT tersebut dibagi menjadi tiga kategori, Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG), Lomba TTG Unggulan, dan Lomba Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Desa Berprestasi.

Pemenang GTTGN ke-XXIII kategori pertama, Inovasi TTG, Juara I diraih oleh inventor asal Bali, Ketut Cana dengan inovasi alat pengolah botol plastik. Juara II diberikan kepada inventor asal Daerah Khusus Ibu kota (DKI) Jakarta Niken Ayu Respati lewat inovasi kompor batik listrik nikendo.

Kemudian, Juara III Inovasi TTG diraih oleh inventor asal Lampung, Eva Marda, Choirunnisa, dan kawan-kawan dengan inovasi mesin penepung. Sementara itu, Juara Harapan disabet oleh inventor asal Jawa Tengah (Jateng) Tri Bowo Pangestika lewat inovasi Nutrisi Ab Mix Sajiva dalam budi daya melon hidroponik sistem Nutrient Film Technique (NFT).

Baca juga: Begini Cara Menanam Melon Madu di Sawah dengan Mudah

Pemenang GTTGN ke-XXIII kategori kedua, TTG Unggulan, Juara I diraih oleh inovator Aryanto asal Lampung dengan inovasi mesin bajak roda satu multi guna. Juara II diberikan kepada inovator Wahyudi asal Banten dengan inovasi Pemanfaatan Limbah Pemotongan Hewan Ruminansia, Solusi Pencemaran Lingkungan, Air, dan Udara (Peliput Lara)

Kemudian, Juara III TTG Unggulan diraih oleh inovator asal Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Ginanjar dengan inovasinya Pesat 3 in 1.

Sementara itu, Juara Harapan disabet oleh inovator Jawa Timur (Jatim) Susanto lewat inovasi Simpati Pembasi Rumput.

Untuk pemenang GTTGN ke-XXIII kategori ketiga, Posyantek Desa Berprestasi, juara I diberikan kepada Posyantek Telihan Berseri dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Juara II adalah Posyantek Karya Jawa dari Lampung, sedangkan Juara III diraih oleh Posyantek 12 dari Jawa Barat (Jabar).

Baca juga: Beli Solar di Jakarta, Banten, dan Jabar Wajib Pakai QR Code MyPertamina

Sementara itu, pemenang favorit GTTGN ke-XXIII diberikan kepada inventor asal Kalimantan Utara (Kaltara) Andi Maskur lewat inovasinya Pelampung Kapsul Bersinar.

Kemudian, Juara II diraih oleh inventor asal Kepri Dimas Aditya Saputra dengan inovasi Lidiku.

Untuk Juara III pemenang favorit GTTGN ke-XXIII diraih oleh Posyantek KBS Berseri yang digagas inventor Ririn Kusumawati asal DKI Jakarta.

Kemudian, kontestan favorit GTTGN ke-XXIII diberikan kepada Yuhandi dengan inovasi oven pengering serbaguna portable.

GTTGN diinisiasi oleh mantan Presiden Republik Indonesia (RI) BJ Habibie yang meluaskan ekosistem teknologi dari desa ke dalam Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) ke seluruh nusantara.

Baca juga: Astranauts 2023 Wadahi 900 Ide Inovasi Digital dan Teknologi Anak Bangsa

Habibie pula yang berupaya meluaskan pemasaran TTG ke dalam lomba GTTG bertingkat dari kabupaten, provinsi, dan nasional, kemudian dipamerkan dalam GTTGN.

Lomba GTTGN mengejawantahkan rivalitas positif untuk memancing inovasi teknologi dari desa lebih lanjut.

Para juara nasional muncul dari keputusan para juri yang selalu obyektif.

Komposisi juri terdiri atas wakil Kemendesa PDTT, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Redaktur Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari Harian Kompas.

Baca juga: Dulu Sering Diremehkan Saat Ikut Audisi, Kini Putri Ariani Berhasil Memukau Juri Americas Got Talent

Pada 2023, juri juga mencakup fungsional utama dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang mengelola proses hak kekayaan intelektual (HAKI).

Seluruh pemenang nasional mendapatkan piagam penghargaan, dana, serta dukungan penuh untuk mendapatkan hak paten atas teknologinya, serta fasilitasi unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mendapatkan nomor izin berusaha.

Dengan begitu, inovasi dari para pemenang TTG diharapkan bisa dikembangkan dan dipasarkan ke seluruh dunia.

 

Terkini Lainnya
Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Kemendes
Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Kemendes
Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Kemendes
Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Kemendes
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kemendes
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Kemendes
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Kemendes
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Kemendes
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Kemendes
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendes
Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Kemendes
Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendes
Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kemendes
Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Kemendes
Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Kemendes
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com