Cegah Korupsi di Desa, Gus Halim Ajak Warga Berpartisipasi Aktif Dalam Pemanfaatan Dana Desa

Kompas.com - 07/06/2022, 19:42 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Abdul Halim Iskandar menjadi pembicara di acara launching Pembentukan Percontohan Desa Antikorupsi di Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Selasa (7/6/2022).DOK. Humas Kemendesa PDTT/Mugi Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Abdul Halim Iskandar menjadi pembicara di acara launching Pembentukan Percontohan Desa Antikorupsi di Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Selasa (7/6/2022).


KOMPAS.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar mengajak warga desa untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pemanfaatan dana desa, mulai dari perencanaan, implementasi hingga ke tahap evaluasi.

Hal tersebut, kata Menteri Desa PDTT, bertujuan agar pemanfaatan dana desa dapat dilakukan sebaik mungkin sehingga berdampak pada kesejahteraan warga desa. Tak hanya itu, pertisipasi aktif warga juga dapat mencegah korupsi di level desa.

“Kami terus berusaha agar transparansi pemanfaatan dana desa terhadap penggunaannya bisa dilakukan oleh inspektorat juga warga masyarakat,” jelas Gus Halim, panggilan akrab Menteri Desa PDTT  dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/6/2022).

Hal itu disampaikan langsung oleh Gus Halim dalam acara launching Pembentukan Percontohan Desa Antikorupsi Tahun Anggaran 2022 pada sepuluh desa percontohan di Indonesia yang digelar di Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Selasa.

Baca juga: Kemendesa PDTT Terima Penghargaan dari 4 Lembaga, Gus Halim Minta Jajarannya Jaga Performa

Gus Halim menyatakan bahwa pemerintah telah menggelontorkan dana desa sebesar Rp 400,1 triliun sejak 2015 hingga 2021. Sementara itu, pada 2022, dana desa yang digulirkan sebesar Rp 68 triliun.

Meningkatnya jumlah dana desa tersebut, menurut Gus Halim, harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan desa. Adapun penggunaan dana desa untuk pembangunan desa harus sesuai dengan roadmap yang ada.

“(Untuk itu) kami terus berupaya untuk ke depan agar perdebatan pembangunan di desa tidak didasarkan pada keinginan elit," ujar Gus Halim.

Hal tersebut, lanjut Gus Halim, sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo ( Jokowi) yang meminta agar pemanfaatan dana desa harus dirasakan oleh seluruh warga desa, khususnya masyarakat menengah ke bawah.

“Maka dari itu, kami terus melakukan upaya pendataan wilayah secara detail sehingga rencana pembangunan desa tidak hanya didasarkan pada keinginan tapi juga kebutuhan,” tegas Gus Halim.

Baca juga: Gus Halim Ajak Jajarannya Miliki Rasa Bangga Wujudkan Cita-cita Kemendesa PDTT

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Abdul Halim Iskandar bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menghadiri acara launching Pembentukan Percontohan Desa Antikorupsi di Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Selasa (7/6/2022). DOK. Humas Kemendesa PDTT/Mugi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Abdul Halim Iskandar bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menghadiri acara launching Pembentukan Percontohan Desa Antikorupsi di Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Selasa (7/6/2022).

Data desa berbasis SDGs Desa

Ia menyatakan, data desa berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) Desa adalah panduan efektif dalam memanfaatkan dana desa agar pembangunan yang direncanakan sesuai kebutuhan.

Tidak hanya itu, kata dia, data berbasis SDGs juga menjadi unsur penting dalam memanfaatkan dana desa untuk pengentasan kemiskinan ekstrem.

Dengan informasi yang lengkap dan update dari data berbasis SDGs desa, Gus Halim berharap kepala desa dan masyarakat desa dapat menganalisa kondisi objektif masyarakat. 

Hal ini agar mereka bisa menetapkan langkah-langkah pengentasan kemiskinan ekstrem yang efektif, tepat guna dan tepat sasaran.

“Dengan SDGs desa, dana desa bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan kami yakin jika SDGs desa dan data desa benar-benar digunakan target penuntasan kemiskinan esktrem 2024 bisa tercapai,” ucap Gus Halim.

Baca juga: Kemendesa PDTT Gandeng China Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa

Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan ( Menkeu) Sri Mulyani menegaskan, dana desa terbukti telah menurunkan persentase jumlah penduduk miskin sejak pertama kali digelontorkan pada 2015.

"Negara hadir sampai di level desa. Di tahun 2015, persentase penduduk miskin mencapai 14,21 persen dan saat dana desa dimulai di tahun 2021 turun menjadi 12,53. Penurunan kemiskinan di desa itu harus dipertahankan," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani jgua berpesan kepada kepala desa, pemerintah kabupaten atau kota serta seluruh tamu yang hadir dalam acara itu untuk mencegah korupsi. Caranya adalah dengan memanfaatkan uang negara sesuai aturan yang berlaku.

"Saya tegaskan setiap rupiah uang negara yang didapatkan rakyat harus bisa kembali ke negara. Hal itu bisa terjadi apabila seluruh masyarakat termasuk kepala desa berintegritas dan bebas korupsi,” ucap Sri Mulyani.

Terkini Lainnya
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga
Kemendes
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri
Kemendes
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN
Kemendes
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa
Kemendes
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 
Kemendes
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa
Kemendes
Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis
Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis
Kemendes
Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa
Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa
Kemendes
Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan
Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan
Kemendes
Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa
Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa
Kemendes
Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel
Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel
Kemendes
Mendes PDT Paparkan 6 Fokus Penggunaan Dana Desa 2025
Mendes PDT Paparkan 6 Fokus Penggunaan Dana Desa 2025
Kemendes
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendes PDT Alokasikan Rp 16 Triliun Dana Desa untuk Swasembada Pangan 
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendes PDT Alokasikan Rp 16 Triliun Dana Desa untuk Swasembada Pangan 
Kemendes
Mendes Yandri Optimistis Produk Unggulan Desa Mampu Go International
Mendes Yandri Optimistis Produk Unggulan Desa Mampu Go International
Kemendes
Sinergi Lintas Kementerian, Menteri Desa PDT Yandri Bahas Aturan Perlindungan Pekerja Migran dari Desa
Sinergi Lintas Kementerian, Menteri Desa PDT Yandri Bahas Aturan Perlindungan Pekerja Migran dari Desa
Kemendes
Bagikan artikel ini melalui
Oke