Lewat GBBI, Gus Menteri Ajak Semua Pihak Gunakan Produk UMKM

Kompas.com - 02/09/2021, 12:56 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, pemerintah terus memperhatikan usaha mikro kecil menengah ( UMKM), salah satunya dengan Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI).

Dia menjelaskan, GBBI merupakan gerakan nasional berbentuk gotong royong dari UMKM untuk UMKM, dari Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) dan BUMDes bersama untuk Indonesia.

Menurutnya, perkembangan teknologi internet selama pandemi menunjukkan bahwa merambah perdagangan daring menjadi cara paling efisien dan efektif bertahan dan meraih penjualan maksimal ke depannya.

“Pelaku UMKM atau pengelola BUMDes dan BUMDes bersama, marketplace, pemerintah, dan seluruh masyarakat Indonesia diharapkan terlibat dalam GBBI untuk mencapai hasil yang diharapkan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Gus Menteri tersebut mengatakan itu dalam soft launching GBBI Kalimantan Timur (Kaltim) Go Borneo yang digelar Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Rabu (1/9/2201).

Baca juga: Tingkatkan Literasi Digital untuk UMKM, Kemenkop UKM Gandeng MSC

Dia menegaskan, Indonesia memiliki banyak kekuatan, karya-karya hebat, dan produk-produk berkualitas, serta talenta hebat. Oleh karena itu, pandemi, ia yakini tidak menghalangi masyarakat untuk berkreasi.

Sebaliknya, sebut Gus Menteri, keterbatasan justru mendorong semua pihak tetap berinovasi, bersemangat dan bertransformasi, menggali potensi diri, serta menciptakan berbagai peluang-peluang yang ada.

“Gerakan Nasional BBI harus disertai dengan gerakan peningkatan kualitas dan daya saing,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Untuk diketahui, GBBI diinisasi Presiden Jokowi pada 14 Mei 2020 untuk mendorong masyarakat Indonesia mencintai dan menggunakan karya anak bangsa, utamanya produk UMKM.

Baca juga: Kemendesa PDTT Nyatakan Pengelolaan Desa Wisata Jadi Kunci Kebangkitan Pariwisata Usai Pandemi

Lebih lanjut, Gus Menteri menambahkan, perkembangan GBBI telah menunjukkan kemajuan yang cukup pesat, sejak pencananganannya pada 2020,

Pada 2020, GBBI berhasil mengajak lebih dari 3,8 juta pelaku kreatif dan UMKM serta BUMDes untuk onboarding ke platform e-commerce dalam memperluas pasar.

"Tidak hanya pasar nasional tetapi juga hingga ke mancanegara," katanya.

Gus Menteri menyebutkan, UMKM memang telah terbukti memiliki daya tahan yang luar biasa dalam menghadapi krisis ekonomi sejak tahun 1998.

Saat ini, UMKM menjadi salah satu sektor yang terkena dampak dari penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia, namun perlahan mampu bangkit kembali.

Baca juga: Dukung Indonesia Spice Up, Kemendesa PDTT Petakan Potensi Bumdes

Turut hadir dalam acara ini, Corporate Secretary Pertamina Brahmantya Satiamurti Poerwadi mewakili Direktur Utama Pertamina, Sekretaris Daerah Kalimantan Timur M Sa’ Bani, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Tutuk SH Cahyoni.

Pertamina gelar pelatihan digitalisasi

Corporate Secretary Pertamina Brahmantya Satiamurti Poerwadi mengatakan,  Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung GBBI dengan fokus pada transformasi digital bagi pelaku UMKM dan BUMDes.

Transformasi digital pelaku UMKM dan BUMDes merupakan modal penting di tengah tantangan pandemi Covid-19 yang mengharuskan semua aktivitas bisnis dijalankan secara digital.

Untuk membantu UMKM dan BUMDes dalam transformasi digital, Pertamina sudah berkontribusi memberikan pelatihan.

Brahmantya mengatakan, pihaknya telah menggelar beragam pelatihan sejak Agustus sebagai bagian dari pre-event GBBI tahun ini, sekaligus sebagai bekal UMKM dan BUMDes agar siap menyongsong era kemajuan teknologi informasi.

Pertamina telah memberikan pelatihan digital yang diikuti 2.461 peserta, dalam kerangka mempersiapkan UMKM dan BUMDes untuk go online hingga live bazar sebagai upaya meningkatkan penjualan UMK dan produk desa.

Baca juga: Tingkatkan Daya Beli Masyarakat, Kemendesa PDTT Siap Manfaatkan Dana Desa

“Kegiatan GBBI tahun ini diharapkan mendorong UMKM dan BUMDes menjadi go digital dan do online, yakni mampu beradaptasi pada perkembangan zaman sehingga turut meningkatkan keefektifan dalam menjalani bisnis," katanya.

Brahmantya menambahkan, digitalisasi diharapkan dapat menjangkau pemasaran yang lebih luas, transaksi di mana saja, dan omzet yang didapatkan bisa lebih banyak.

Selain itu, dengan kesuksesan on boarding-nya UMK pada media sosial ataupun platform marketplace, diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19.

Kegiatan tersebut, imbuh Brahmantya, juga merupakan bagian dari komitmen Environmental, Social and Governance (ESG) Pertamina, terutama aspek sosial melalui kegiatan pemberdayaan usaha mikro kecil.

Sesuai dengan amanat Undang-undang (UU) Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN, Pertamina sebagai salah satu BUMN strategis milik Indonesia, berkomitmen kuat untuk mendukung kebangkitan UMKM dengan spirit "Energizing You dan Energizing Indonesia".

Baca juga: Dukung GBBI, Pertamina Dorong Kolaborasi dan Transformasi Digital antara UMKM dan BUMDes

“Energi yang menjadi bahan bakar, energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan, dan energi yang mampu menggerakkan roda perekonomian melalui UMK dan BUMDes,” katanya.

Terkini Lainnya
Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Kemendes
Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Kemendes
Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Kemendes
Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Kemendes
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kemendes
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Kemendes
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Kemendes
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Kemendes
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Kemendes
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendes
Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Kemendes
Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendes
Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kemendes
Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Kemendes
Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Kemendes
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com