RI Rentan Radikalisme, Gus Halim Ingin UIN Walisongo Jadi Benteng Pancasila

Alifia Nuralita Rezqiana
Kompas.com - Senin, 2 Agustus 2021
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar saat menjadi Keyone Speech dalam acara orasi ilmiah UIN Walisongo Semarang secara virtual dari Jakarta, Senin (2/8/2021).DOK. Humas Kementerian Desa PDTT Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar saat menjadi Keyone Speech dalam acara orasi ilmiah UIN Walisongo Semarang secara virtual dari Jakarta, Senin (2/8/2021).

KOMPAS.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) memaparkan, Republik Indonesia masih rawan radikalisme.

"Indonesia masih ditempatkan sebagai negara yang rawan menjadi tempat berseminya benih-benih gerakan radikalisme,” tuturnya, saat membawakan orasi ilmiah pada penerimaan mahasiswa baru Universitas Islam Negeri ( UIN) Walisongo secara virtual, Senin (2/8/2021).

Gus Halim mengatakan berdasarkan skala 0 sampai 100, Indonesia berada di level 43,6 rentan terpapar radikalisme. 

Adapun titik rawan radikalisme berada pada level 33,3, sementara skala 0 berarti anti radikalisme sempurna dan skala 100 pro adalah radikalisme sempurna. 

Pada acara yang bertemakan “Mahasiswa Zaman Now: Berdaya Saing Tinggi, Aktif Membangun Desa dan Kontra Radikalisme” tersebut, Gus Halim menyebutkan, Indonesia dan Filipina bahkan mendapat sebutan sebagai The Fore Front of Al-Qaeda in the Southeast Asia.

Baca juga: Atlet Korea Selatan Sebut Atlet Iran Teroris, Tagar #SouthKoreaRacist Trending di Twitter

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), terdapat setidaknya 2,7 juta orang Indonesia yang terlibat dalam serangkaian serangan teror. Jumlah ini setara dengan sekitar 1 persen dari total penduduk Indonesia.

Kemudian sebanyak 0,004 persen penduduk atau sekitar 1.000 orang terindikasi berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

“(Menurut) data estimasi BNPT, ada sekitar 10-12 jaringan inti terorisme yang saat ini berkembang di Indonesia," kata Menteri Desa PDTT tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin.

Ia mengaku prihatin lantaran jaringan radikalisme atau terorisme tersebut diindikasikan tumbuh subur di lingkungan kampus.

Padahal, perguruan tinggi seharusnya menjadi tempat tumbuhnya rasionalitas, kewarasan nalar, humanisme dan prinsip-prinsip universalitas hak asasi manusia (HAM).

Baca juga: Percepat Identifikasi 3 Jenazah Teroris Poso, Polda Sulteng Ambil DNA Keluarga

“Saya berharap kampus, khususnya UIN Walisongo, dapat menjadi benteng Pancasila dengan menyusun skema kebijakan yang dapat mereduksi perkembangan radikalisme di tingkatan mahasiswa atau dosen,” pesan Gus Halim.

Menurutnya, meskipun sebuah kampus berhasil menerapkan tridarma perguruan tinggi, bukan berarti secara otomatis kinerja kampus tersebut dianggap berhasil.

Gus Halim mengatakan, para mahasiswa khususnya di UIN Walisongo dituntut untuk mampu mengantisipasi dinamika eksternal yang dapat mempengaruhi eksistensi kebangsaan.

Dinamika eksternal yang dimaksud termasuk isu merebaknya radikalisme dan gerakan-gerakan intoleran di kampus yang dapat membahayakan eksistensi Pancasila di Indonesia.

Gus Halim meyakini, UIN Walisongo memiliki komitmen kuat dari segenap sivitas akademik untuk bersinergi memberantas mata rantai penyebaran radikalisme di kampus.

Baca juga: Jokowi Luncurkan Core Values ASN, Gus Halim: Ini Bagus untuk Tingkatkan Kemampuan

Hal tersebut ditandai dengan absennya nama UIN Walisongo dalam daftar kampus-kampus di Indonesia yang terpapar kuat gerakan radikalisme yang dibuat oleh BNPT dan Setara Institute.

“Bagi saya, fakta tersebut juga bisa disebut sebagai credit point atas pencapaian UIN Walisongo dalam menebarkan paham Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah yang toleran, moderat, dan rahmatan lil alamin," kata Gus Halim.

Sebagai informasi, pada 2018 BNPT merilis ada tujuh kampus di Indonesia yang terinfeksi parah virus radikalisme.

Setahun kemudian, Setera Institute merilis daftar sepuluh kampus di Indonesia yang diindikasikan terjangkit paham radikalisme dalam skala yang tergolong berbahaya.

Baca juga: KPK dan BNPT Rampungkan MoU soal Pencegahan Radikalisme hingga Terorisme

Nama UIN Walisongo tidak ada dalam kedua daftar kampus rawan gerakan radikal tersebut.

“Saya ucapkan selamat dan sukses, jangan menjadi mahasiswa biasa-biasa saja, jadilah mahasiswa luar biasa. Inilah salah satu etape dalam hidup kalian, untuk lebih bermanfaat kepada sesama, menghormati kemanusiaan, menginspirasi bangsa, menggairahkan kebangkitan Desa,” ujar Gus Halim.

PenulisAlifia Nuralita Rezqiana
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Gus Menteri Minta Kerja Sama Pertamina dan BUMDes Tak Hambat Usaha Warga Desa
Gus Menteri Minta Kerja Sama Pertamina dan BUMDes Tak Hambat Usaha Warga Desa
Kemendes
Lewat GBBI, Gus Menteri Ajak Semua Pihak Gunakan Produk UMKM
Lewat GBBI, Gus Menteri Ajak Semua Pihak Gunakan Produk UMKM
Kemendes
Luncurkan Gernas BBI Kaltim, Gus Halim Ajak Masyarakat Beli Produk Lokal
Luncurkan Gernas BBI Kaltim, Gus Halim Ajak Masyarakat Beli Produk Lokal
Kemendes
Sebagai Konsolidator, BUMDes Diminta Gus Menteri Jangan Timbulkan Kegelisahan
Sebagai Konsolidator, BUMDes Diminta Gus Menteri Jangan Timbulkan Kegelisahan
Kemendes
Pastikan Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, Kemendesa PDTT Siapkan Program
Pastikan Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, Kemendesa PDTT Siapkan Program "Sapa Desa"
Kemendes
Rayakan HUT Ke-76 RI, Gus Menteri Minta Warga Desa Ikut Vaksinasi dan Taat Prokes
Rayakan HUT Ke-76 RI, Gus Menteri Minta Warga Desa Ikut Vaksinasi dan Taat Prokes
Kemendes
Hadiri Upacara HUT Ke-76 RI, Gus Menteri Sampaikan Pesan Ini untuk Masyarakat Indonesia
Hadiri Upacara HUT Ke-76 RI, Gus Menteri Sampaikan Pesan Ini untuk Masyarakat Indonesia
Kemendes
Gus Halim Minta Kades Edukasi Warga, HUT RI Tak Hanya Disyukuri dengan Perayaan
Gus Halim Minta Kades Edukasi Warga, HUT RI Tak Hanya Disyukuri dengan Perayaan
Kemendes
Gus Menteri Sebut Posyandu Penting untuk Percepat Layanan bagi Warga Desa
Gus Menteri Sebut Posyandu Penting untuk Percepat Layanan bagi Warga Desa
Kemendes
Hakteknas 2021 Digelar Virtual, Gus Menteri Ikuti dengan Serius
Hakteknas 2021 Digelar Virtual, Gus Menteri Ikuti dengan Serius
Kemendes
Kemendesa PDTT Nyatakan Pengelolaan Desa Wisata Jadi Kunci Kebangkitan Pariwisata Usai Pandemi
Kemendesa PDTT Nyatakan Pengelolaan Desa Wisata Jadi Kunci Kebangkitan Pariwisata Usai Pandemi
Kemendes
Tingkatkan Perekonomian Desa, Kemendesa PDTT Kerja Sama dengan BSI
Tingkatkan Perekonomian Desa, Kemendesa PDTT Kerja Sama dengan BSI
Kemendes
RI Rentan Radikalisme, Gus Halim Ingin UIN Walisongo Jadi Benteng Pancasila
RI Rentan Radikalisme, Gus Halim Ingin UIN Walisongo Jadi Benteng Pancasila
Kemendes
Gus Menteri Minta Mahasiswa Tingkatkan Produktivitas
Gus Menteri Minta Mahasiswa Tingkatkan Produktivitas
Kemendes
Jokowi Luncurkan Core Values ASN, Gus Halim: Ini Bagus untuk Tingkatkan Kemampuan
Jokowi Luncurkan Core Values ASN, Gus Halim: Ini Bagus untuk Tingkatkan Kemampuan
Kemendes