Pulihkan Ekonomi Desa Pasca Covid-19, Kemendesa PDTT Lakukan Program Ini

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Senin, 14 Desember 2020
Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Taufik Madjid Dok. Humas Kemendes PDTT Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Taufik Madjid

KOMPAS.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Taufik Madjid mengatakan, pihaknya telah memikirkan aspek rebound atau titik balik ekonomi desa pasca Covid-19.

“Kemendesa PDTT berupaya pulihkan ekonomi dengan program Bantuan Langsung Tunai (BLT), Padat Karya Tunai Desa, hingga program Ketahanan Pangan di lokasi transmigrasi," kata Taufik.

Tak hanya itu, lanjut dia, Kemendesa PDTT juga telah mengampanyekan Gerakan Setengah Miliar Masker untuk desa melalui Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

"Terlebih, masker ini dianggap sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujar Taufik, seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Kemendesa PDTT Raih Predikat Kementerian yang Informatif, Begini Respon Gus Menteri

Taufik mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari protokol normal baru desa yang dirilis Kemendesa PDTT sebagai petunjuk di era new normal.

“Hal ini juga dalam rangka membuat sejumlah kebijakan dan gerakan nyata untuk penanganan pandemi Covid-19,” jelasnya.

Adapun kebijakan yang dimaksud Taufik yakni pengalihan dana desa untuk program desa tanggap Covid-19.

"Upaya itu diwujudkan dengan membentuk relawan desa lawan Covid-19, ruang isolasi, gerbang desa, dan kampanye hidup agar Covid-19 tidak menyebar," imbuh Taufik.

Utamakan pula aspek K3

Pada kesempatan yang sama, Taufik menuturkan, Kemendesa PDTT menaruh perhatian yang besar terhadap aspek keselamatan dan kesehatan pegawai.

"Oleh karena itu, Biro Sumber Daya Manusia dan Umum menyusun Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)," sambung Taufik.

Menurut Taufik, ada empat aspek yang perlu diperhatikan dalam Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pertama, aspek keselamatan yang berisi mitigasi untuk melindungi pegawai saat bekerja seperti seperti infrastruktur, tata kerja dan lain-lain.

Baca juga: Kemendesa PDTT Targetkan 5.000 Desa Berkembang Jadi Mandiri

Kedua, aspek kesehatan, berisikan mengenai pengaturan terkait standar kesehatan pegawai dan kesehatan mental.

"Hal itu diwujudkan dalam bentuk Employee Assistance Program (EAP) yaitu bantuan profesional yang akan menangani masalah psikologis di lingkungan kerja," jelasnya.

Kemudian ketiga, Taufik mengatakan, aspek kesehatan lingkungan kerja yang mengatur lingkungan kerja pegawai agar sesuai dengan standar peraturan.

"Terakhir, keempat adalah aspek ergonomi. Aspek ini mengatur tentang hubungan antara pegawai dengan alat-alat kerjanya seperti meja, kursi dan standar-standarnya," tuturnya.

Baca juga: Atasi Masalah Gender, Kemendesa PDTT Bersama KemenPPPA Deklarasikan Desa Ramah Perempuan

Sebagai informasi, atas kepedulian pada K3 dan protokol kesehatannya itu, Kemendesa PDTT berhasil meraih penghargaan Mitra Bakti Husada (MBH) 2020 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kemendesa PDTT meraih penghargaan MBH 2020 dalam kategori Kementerian atau Lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Swasta.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto secara simbolis bersamaan dengan puncak acara Hari Kesehatan Nasional ke-56 Tahun 2020, Kamis (12/11/2020).

 

PenulisDwi Nur Hayati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Jaga Penerapan Prokes selama Idul Adha, Pendamping Desa Diapresiasi Gus Halim
Jaga Penerapan Prokes selama Idul Adha, Pendamping Desa Diapresiasi Gus Halim
Kemendes
Sejumlah Pendamping Desa Aktif Kawal PPKM Darurat
Sejumlah Pendamping Desa Aktif Kawal PPKM Darurat
Kemendes
Gus Menteri Pastikan Kades yang Tak Maksimalkan Dana Desa Akan Dapat Sanksi
Gus Menteri Pastikan Kades yang Tak Maksimalkan Dana Desa Akan Dapat Sanksi
Kemendes
Optimalkan Dana Desa, Gus Menteri Minta Kades Fokus Pada 3 Program
Optimalkan Dana Desa, Gus Menteri Minta Kades Fokus Pada 3 Program
Kemendes
Gus Halim Ajak Umat Islam Jalankan Ibadah Kurban dengan Lebih Bermakna
Gus Halim Ajak Umat Islam Jalankan Ibadah Kurban dengan Lebih Bermakna
Kemendes
Tingkatkan Daya Beli Masyarakat, Kemendesa PDTT Siap Manfaatkan Dana Desa
Tingkatkan Daya Beli Masyarakat, Kemendesa PDTT Siap Manfaatkan Dana Desa
Kemendes
Gus Menteri Minta Seluruh Jajaran Kemendesa PDTT Wujudkan Empati secara Maksimal
Gus Menteri Minta Seluruh Jajaran Kemendesa PDTT Wujudkan Empati secara Maksimal
Kemendes
Gus Halim Sebut Penyaluran BLT Dana Desa Sudah Capai Rp 5,9 Triliun
Gus Halim Sebut Penyaluran BLT Dana Desa Sudah Capai Rp 5,9 Triliun
Kemendes
Gus Menteri Mendadak Jadi Trending Topic di Twitter, Ada Apa?
Gus Menteri Mendadak Jadi Trending Topic di Twitter, Ada Apa?
Kemendes
Pencairan Dana Desa Capai Rp 28 Triliun, Gus Menteri Paparkan Rincian Alokasinya
Pencairan Dana Desa Capai Rp 28 Triliun, Gus Menteri Paparkan Rincian Alokasinya
Kemendes
Kemendesa PDTT Proyeksikan 32 Kabupaten Tertinggal Terentaskan pada 2024
Kemendesa PDTT Proyeksikan 32 Kabupaten Tertinggal Terentaskan pada 2024
Kemendes
Gelar Webinar Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19, Sekjen Kementerian Desa PDTT Paparkan Harapan Ini
Gelar Webinar Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19, Sekjen Kementerian Desa PDTT Paparkan Harapan Ini
Kemendes
Angka Positif Covid-19 Capai 38.391, Gus Menteri Minta Warga Desa Lakukan Ini
Angka Positif Covid-19 Capai 38.391, Gus Menteri Minta Warga Desa Lakukan Ini
Kemendes
Gus Halim Proyeksikan Hanya Sisa 30 Daerah Tertinggal Pada 2024
Gus Halim Proyeksikan Hanya Sisa 30 Daerah Tertinggal Pada 2024
Kemendes
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Gus Menteri Minta Kades Perketat Penjagaan Pos Desa
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Gus Menteri Minta Kades Perketat Penjagaan Pos Desa
Kemendes