Ini Cara Desa Pandak Ciptakan Kemandirian Ekonomi

Kompas.com - 13/08/2019, 10:52 WIB
Anissa Dea Widiarini,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

Salah satu wahana yang ada di Desa Pandak, di Jawa Tengah merancang konsep wisata modern berstandar internasional.Dok. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Salah satu wahana yang ada di Desa Pandak, di Jawa Tengah merancang konsep wisata modern berstandar internasional.


KOMPAS.com –
Untuk bisa menjadi desa yang maju dan mandiri dibutuhkan keberanian  berubah dan berinovasi. Salah satu desa yang sudah berani berinovasi adalah Desa Pandak, Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah.

Desa Pandak melakukan inovasi di berbagai aspek kehidupan masyarakatnya, termasuk memperhatikan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Sejumlah upaya dilakukan untuk peningkatan kualitas hidup, baik dari sisi ekonomi, sosial, kebersihan, dan kesehatan. Realisasinya sebagian besar dilakukan dengan memanfaatkan dana desa.

Kepala Desa Pandak Rasito, program inovasi desa ini memanfaatkan dana desa dan penanaman modal dari investor.

Baca juga: Realisasi Penyaluran Dana Desa Hingga Juni 2019 Rp 41,83 Triliun

“Prinsipnya, dana desa di Pandak dikelola untuk membuat sesuatu yang produktif dan positif untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Dari sisi ekonomi, Desa Pandak sedang membangun gedung balai latihan kerja (BLK) dengan memanfaatkan dana desa Rp 960 juta. Di BLK itu, nantinya warga akan dilatih beragam keterampilan, seperti pembuatan rambut dan bulu mata palsu.

Gedung yang direncanakan rampung pada akhir 2019 itu diperkirakan dapat menyerap 100–200 orang tenaga kerja.

Dana desa juga dipakai untuk membeli sarana prasarana kesenian, seperti seperangkat gamelan dan wayang kulit. Dimanfaatkan juga untuk memperbaiki lapangan olahraga dan jalan lingkar lapangan,” tambah Rasito.

Baca juga: Desa di Aceh Utara Ini, Gunakan Dana Desa untuk Kembangkan Udang Vaname

Persoalan pendidikan juga menjadi perhatian serius pengurus Desa Pandak. Untuk itu, mereka mencanangkan program “satu rumah satu sarjana” untuk mendorong anak-anak muda mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.

“Kami bekerja sama dengan STMIK Widya Utama dan Universitas Harapan Bangsa. Saat ini, dari program beasiswa tersebut, sudah ada 15 orang yang diwisuda,” ujar Rasito.

Tak hanya itu, Desa Pandak menerapkan aturan jam belajar, yaitu pukul 18.00–21.00 WIB. Mereka juga membangun TK dan pos terpadu.

Untuk mengampanyekan hidup bersih dan sehat, desa ini menerapkan sebuah Peraturan Desa tentang Larangan Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Baca juga: Menurut Jokowi, Dana Desa yang Sudah Tersalurkan Rp 257 Triliun

“Ada hukuman dan denda minimal Rp 100 ribu bagi yang melanggar. Uang ini akan masuk ke kas RT yang ada di wilayah pelanggaran,” terang Rasito, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (13/8/2019).

Pendapatan asli desa pun diputar kembali untuk membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam membina koperasi RT. BUMDes memayungi beberapa unit usaha, seperti unit pengelolaan air bersih, unit simpan pinjam, unit pengolahan sampah, dan unit perdagangan.

Desa wisata

Selain pengembangan SDM, Desa Pandak juga melakukan pembangunan ekonomi dengan membangun desa wisata modern berstandar internasional.

Rasito menjelaskan, dana desa yang digulirkan pemerintah pusat seluruhnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup warga desa. Caranya dengan melakukan inovasi membangun desa wisata yang berkualitas agar nilai ekonomi aset desa meningkat.

Baca juga: Tak Hanya Kota dan Pantai, Ini 5 Desa Wisata di Yogyakarta

Terdapat sejumlah wahana wisata yang sudah dan sedang dibangun di desa yang berada di kawasan wisata Baturade ini. Misalnya, wahana The Village dan The Forest Island yang sudah beroperasi sejak beberapa tahun lalu.

The Village merupakan wisata edukasi yang dibuka sejak 2018 lalu. Tempat itu pun menjadi dijadikan latar belakang foto karena memiliki taman-taman bunga serta gedung dengan arsitektur instagramable.

“The Village dibangun di tanah kas desa. Dulu tanah ini disewa Rp 5 juta per tahun, sekarang Rp 80 juta per tahun. Tempat ini juga menyerap sekitar 50 tenaga kerja dari desa,” tutur Rasito.

Sementara itu, The Forest Island adalah taman bersantai bagi keluarga. Wahana ini dilengkapi dengan taman bunga, taman bermain, dan kolam renang. Ada juga kolam renang indoor khusus untuk perempuan atau kolam renang syariah.

Resort berstandar internasional

Selain dua wahana itu, Desa Pandak sedang membangun wisata andalan lainnya, yakni Pandak Mannayo Resort 1 dan 2.

Resort ini merupakan wisata terpadu dengan beragam atraksi berstandar internasional, seperti waterpark, kolam renang standar olimpiade, dan camping ground. Di tempat ini juga dibuatkan kios-kios untuk usaha masyarakat desa yang dikelola BUMDes.

Pandak Mannayo Resort sendiri merupakan hasil kerja sama Desa Pandak dengan PT Kokoria asal Korea. Proyek senilai Rp 225 miliar ini dibangun di lahan seluas 10,22 hektar.

Proses pembangunannya dimulai pada 2018 dan menyerap tenaga kerja sekitar 400 orang. Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu maksimal 4 tahun.

Baca juga: Startup Ini Fasilitasi E-ticketing untuk Desa Wisata

“Sebelum bekerja sama dengan PT Kokoria, tanah ini disewakan setahun Rp 17,5 juta 1 hektarnya. Sekarang, untuk 1 tahun, harga sewa per hektar Rp 150 juta,” ucap Rasito.

Menurutnya, PT Kokoria akan mengelola Pandak Mannayo Resort selama 20 tahun. Kemudian setelah 20 tahun, bangunan resort itu akan menjadi milik desa.

Saat pembangunan selesai, Pandak Mannayo Resort diperkirakan dapat menyerap banyak tenaga kerja dari desa. Nantinya, jelas Rasito, pegawai resort akan dikelola unit outsourcing milik BUMDes.

Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk membangun Desa Pandak pun membuahkan hasil manis. Menurut Rasito, saat ini penghasilan masyarakat sudah meningkat dan peluang lapangan kerja pun terbuka makin luas.

“Peluang terbukanya lapangan kerja pun makin luas dengan adanya wahana wisata. Saat ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa senilai Rp 5,4 miliar. Estimasi pendapatan desa tahun ini Rp 2,9 miliar,” pungkasnya.

Terkini Lainnya
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga
Kemendes
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri
Kemendes
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN
Kemendes
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa
Kemendes
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 
Kemendes
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa
Kemendes
Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis
Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis
Kemendes
Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa
Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa
Kemendes
Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan
Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan
Kemendes
Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa
Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa
Kemendes
Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel
Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel
Kemendes
Mendes PDT Paparkan 6 Fokus Penggunaan Dana Desa 2025
Mendes PDT Paparkan 6 Fokus Penggunaan Dana Desa 2025
Kemendes
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendes PDT Alokasikan Rp 16 Triliun Dana Desa untuk Swasembada Pangan 
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendes PDT Alokasikan Rp 16 Triliun Dana Desa untuk Swasembada Pangan 
Kemendes
Mendes Yandri Optimistis Produk Unggulan Desa Mampu Go International
Mendes Yandri Optimistis Produk Unggulan Desa Mampu Go International
Kemendes
Sinergi Lintas Kementerian, Menteri Desa PDT Yandri Bahas Aturan Perlindungan Pekerja Migran dari Desa
Sinergi Lintas Kementerian, Menteri Desa PDT Yandri Bahas Aturan Perlindungan Pekerja Migran dari Desa
Kemendes
Bagikan artikel ini melalui
Oke