Peran BUMDes Tingkatkan Kesejahteraan Warga Desa Sumber Urip

Kompas.com - 25/10/2018, 15:00 WIB
Alek Kurniawan,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

BENGKULU, KOMPAS.com – Pemerintah terus memberikan bantuan dana desa ke puluhan ribu desa di Tanah Air. Salah satunya adalah Desa Sumber Urip.

Desa yang berlokasi di Kecamatan Selupuh Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu ini sudah mendapatkan bantuan dana desa sejak tahun 2015.

Pada tahun itu, dana desa yang diperoleh sebesar Rp 272 juta. Kemudian, terjadi peningkatan jumlah pada 2016 menjadi Rp 612 juta.

Selanjutnya, secara berturut-turut Desa Sumber Urip masih mendapatkan bantuan dana desa sebesar Rp 781 juta pada 2017 dan Rp 717 juta pada 2018.

Salah satu program yang menjadi fokus Desa Sumber Urip memanfaatkan dana desa ini adalah peningkatan kesejahteraan warga.

Dana desa juga digunakan pada beberapa program kerja yang sudah dilaksanakan. Beberapa di antaranya adalah memperbaiki jalan desa sepanjang 3.400 meter dan membangun saluran air (drainase) sepanjang 2.800 meter.

Sejak menerima dana desa pada 2015, Desa Sumber Urip sudah membangun jalan desa hingga 3.400 meter dan membantu memangkas biaya angkut hasil panen petani di sana.KOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN Sejak menerima dana desa pada 2015, Desa Sumber Urip sudah membangun jalan desa hingga 3.400 meter dan membantu memangkas biaya angkut hasil panen petani di sana.
Melalui pembangunan sektor ini, warga desa bisa menekan biaya angkut hasil panen dan mengurangi biaya perawatan perkebunan.

Selain itu, Desa Sumber Urip juga mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan menggunakan dana desa.

Saat ini, BUMDes Urip Jaya yang sudah dikelola sejak 2015 ini mempunyai beberapa unit kerja, yang beberapa di antaranya fokus dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Unit tersebut adalah unit payment point of bank (POBB) sebagai pusat akses pembayaran listrik dan air, unit bokasi sebagai pusat layanan persediaan pupuk siap pakai, dan unit wisata sebagai pusat kelola potensi desa wisata.

Selain itu, ada juga unit tenda yang menyediakan berbagai macam tenda untuk acara hajat warga dan unit air bersih. Unit terakhir berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga yang memerlukan (atau sedang berduka).

Ketua BUMDes Urip Jaya, Sigit Widianto menuturkan, pemberdayaan masyarakat merupakan fokus utama BUMDes. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga desa dan mengembangkan potensi yang ada.

“Selain itu, kami juga berperan sebagai lembaga sosial yang diharapkan bisa membantu warga desa yang kesulitan. Misalnya kami mempunyai unit tenda dan unit air bersih. Unit-unit tersebut dimanfaatkan utamanya untuk membantu mereka yang sedang berduka, jadi bisa meringankan beban warga,” ungkapnya kepada Kompas.com.

Sigit juga menambahkan, bahwa BUMDes pun kerap memberikan pelatihan-pelatihan tertentu kepada warganya.

“Ada pelatihan petani lebah madu, pelatihan kuliner bagi ibu-ibu (pembuatan roti dan kue), pelatihan perbengkelan untuk pemuda desa, serta pelatihan di bidang perlindungan anak dan perempuan. Harapannya dengan pelatihan-pelatihan ini warga desa bisa menambah kemampuan dan pengetahuan mereka,” pungkas Sigit.

Terkini Lainnya
Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Kemendes
Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Kemendes
Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Kemendes
Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Kemendes
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kemendes
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Kemendes
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Kemendes
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Kemendes
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Kemendes
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendes
Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Kemendes
Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendes
Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kemendes
Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Kemendes
Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Kemendes
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com