Bahas Gelaran TTG, Gubernur Sulteng Datangi Kantor Kemendes PDTT

Kompas.com - 08/09/2017, 07:01 WIB

KOMPAS.com –  Anjungan Pantai Kayu Bura, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada 27 September bakal jadi saksi gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional ke-19 tahun 2017 yang dihelat pada 25-30 September 2017. Rencananya, acara itu juga akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Hal itu yang disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo saat menerima kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) di Kantor  Kemendes PDTT, Jakarta, seperti dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (7/9/2017).

Ia mengarahkan lokasi pelaksanaan puncak acara akan dilakukan di lokasi eks Sail Tomini 2015.

“Kita (mesti) memanfaatkan terus lokasi-lokasi bekas acara nasional maupun internasional yang sukses pada penyelenggaraan sebelumnya,” kata Eko pada pertemuan itu.

Dalam kesempatan tersebut, Eko menyarankan agar acara dapat dirangkai oleh kegiatan pasar murah dan kegiatan lain yang memiliki dampak langsung ke masyarakat.

“Kami berharap pelaksanaan TTG Nasional ini berlangsung dengan meriah dan sukses. Bahkan bisa memperlihatkan pemberdayaan ekonomi masyarakatnya,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola yang didampingi Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu menyampaikan bahwa saat ini dilakukan koordinasi secara intens agar pelaksanaan acara berjalan sukses.

“Kami terus mematangkan persiapan TTG Nasional. Kami (juga) berupaya agar pelaksanaan TTG ini bisa sukses seperti Sail Tomini 2015,” katanya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo saat menerima kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah Longki di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta pada Kamis (7/9/2017). Pembahasan dalam pertemuan terkait persiapan pelaksaan Teknologi Tepat Guna (TTG) nasional 2017 di lokasi eks Sail Tomini 2015.Humas Kemendes PDTT Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo saat menerima kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah Longki di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta pada Kamis (7/9/2017). Pembahasan dalam pertemuan terkait persiapan pelaksaan Teknologi Tepat Guna (TTG) nasional 2017 di lokasi eks Sail Tomini 2015.

Presiden Joko Widodo, kata Longki, Selain membuka TTG Nasional juga akan diagendakan untuk meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan penyerahan sebanyak 5.000 sertifikat tanah.

Mengenai rangkaian kegiatan dalam pelaksaan TTG nasional, Longki menjelaskan bahwa pada 25 September, TTG diawali dengan pameran teknologi unggulan dan potensi desa yang diikuti kabupaten atau kota se-Provinsi Sulawesi Tengah bersama lima kementerian terkait.

Lalu pada 27 September, lokasi eks Sail Tomini 2015 Dusun Kayu Bura, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong akan jadi lokasi penyelenggaraan puncak acara yang bakal dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Pihak dia, katanya juga turut mengundang seluruh kepala desa se-Provinsi Sulawesi Tengah.

Selanjutnya pada 28 September 2017, lokakarya pengembangan dan pemanfaatan TTG untuk kemajuan ekonomi dan pelaksanakan Rakornis Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) yang membahas program kegiatan Direktorat Jenderal PPMD tahun 2018 dan penetapan lokasi TTG 2018 akan jadi agenda selanjutnya.

Keesokan harinya, pada 29 September 2017, para peserta akan diajak mengikuti widyawisata teknologi ke sentra produksi bawang goreng dan kain tenun di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.

“Terakhir, pada 30 September 2017, gelar TTG akan ditutup di Sirkuit Panggona yang merupakan  bekas lokasi Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional di Bukit Jabal Nur, Palu,” katanya.

Terkini Lainnya
Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Wamendes PDT Luncurkan Listrik Desa 24 Jam di Empat Pulau Terluar Sulut

Kemendes
Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Menko AHY Apresiasi Open House 24 Jam Kementrans, Wujudkan Pemerintahan yang Terbuka dan Responsif 

Kemendes
Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Andalkan Sinergi Tekad dan Kopdes Merah Putih

Kemendes
Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Mendes PDT: Dana Desa Bisa Dimanfaatkan untuk Percepat Legalisasi Koperasi Merah Putih

Kemendes
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga

Kemendes
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri

Kemendes
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN

Kemendes
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa

Kemendes
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 

Kemendes
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa

Kemendes
Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Kemendes
Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kemendes
Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan

Kemendes
Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa

Kemendes
Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel

Kemendes
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com