Cerita di Balik Sorga Desa Citalahab

Kompas.com - Senin, 4 September 2017
Cerita di Balik Sorga Desa CitalahabHumas Kemendes PDTTMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Citalahab, Pandeglang. Saat itu, ia turut bermain sepak bola dengan pemuda setempat.

KOMPAS.com – Seperti biasa,lapangan sepak bola dengan luas 85x80 meter di Desa Citalahab, Kecamatan Banjar, Pandeglang, selalu terlihat ramai. Meskipun usianya belum genap dua tahun, tempat itu kerap jadi sentral kegiatan pemuda. Warga sekitar menyebut tempat ini sebagaai Sorga alias Sarana Olahraga.

Kaau dilihat sejarahnya, tak aka nada yang sangka tempat itu bias seramai sekarang. Dulunya, lapangan itu adalah hutan belukar yang tak pernah tersentuh masyarakat.

Kepala Desa Citalahab, Kecamatan Banjar, Pandeglang, Hambali menceritakan, kemudian diputuskan untuk membuatnya jadi tempat olahraga pada 2016.

"(Tahun) 2014 masyarakat ingin ada sarana olahraga, tetapi waktu itu dana belum ada. Akhirnya saya buat lapangan ini pada 2016 karena sudah ada anggaran dana desa," ujarnya seperti dalam rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (3/9/2017).

Hambali menyebutkan bahwa pembangunan sarana tak membutuhkan biaya besar, hanya sebesar Rp 50 juta. Semangat dan tingginya budaya gotong warga lah yang telah menekan biaya pembangunan sarana olahraga yang diimpikan pemuda desa 2 tahun terakhir.

"Tadinya orang berpikir mana cukup uang segitu. Masyarakat sini kemudian gotong royong, sehingga cukup. Yang terpenting bisa dipertanggungjawabkan," tambahnyanya.

Bagaimana pun, kata Hambali, pembuatan Sorga bertujuan baik, yakni untuk mengalihkan perhatian pemuda setempat untuk melakukan hal-hal positif, dan menjauhi perbuatan merugikan seperti menkonsumsi narkoba, dan tawuran. Bahkan ia serius melatih pemuda desa untuk bisa bergabung menjadi tim nasional (Timnas).

Untuk itu saat berkunjung dan meninjau langsung penggunaan dana desa di Desa Citalahab, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menanyakan langsung kepada pemuda dan warga desa setempat terkait manfaat dana desa yang mereka rasakan.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Citalahab, Pandeglang. Saat itu, ia turut bermain sepak bola dengan pemuda setempat.Humas Kemendes PDTT Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Citalahab, Pandeglang. Saat itu, ia turut bermain sepak bola dengan pemuda setempat.


Ia juga mengingatkan warga untuk serius mengawasi dana desa. Dalam kesempatan itu, Eko sempat bermain sepak bola dan melakukan tendangan penalti pada pertandingan pemuda desa setempat.

"Kalau kepala desanya menyelewengkan dana desa, laporkan langsung ke Satgas dana desa di 1500040. Saya ulangi, laporkan ke 1500040," tegasnya saat itu.

Mengenai pemanfaatan dana desa, ia mengingatkan warga untuk menjaga semangat gotong royong. Tak lupa, ia berpesan pada mereka untuk melakukan evaluasi penggunaan dana desa yang akan menjadi pertimbangan besar pemerintah untuk menaikan kembali anggaran dana desa.

Adapun dana desa kata dia, pada 2014 mendapat dana sebesar Rp 20,8 triliun. Lalu naik pada 2015 menjadi Rp 46,9 triliun, dan terkerek kembali pada 2017 menjadi Rp 60 triliun.

"Kalau tidak ada masalah, (presiden) akan dinaikan lagi (dana desanya)," ujarnya.

Untuk diketahui, Sorga desa adalah satu program prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di samping 3 program prioritas lain, yakni Produk unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), Embung Desa, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

EditorSri Noviyanti
Komentar
Terkini Lainnya
BUMDes Dongkrak Produk Unggulan Desa Terpencil
BUMDes Dongkrak Produk Unggulan Desa Terpencil
Kemendes
Paduan Keindahan Alam dan Aroma Kopi Arabika di Desa Cupunagara
Paduan Keindahan Alam dan Aroma Kopi Arabika di Desa Cupunagara
Kemendes
Rahasia di Balik Ketenaran Kopi Canggah
Rahasia di Balik Ketenaran Kopi Canggah
Kemendes
Ini Cara Kemendes PDTT Buat Warga Desa Tak Jual Sertifikat Tanahnya
Ini Cara Kemendes PDTT Buat Warga Desa Tak Jual Sertifikat Tanahnya
Kemendes
Mendes PDTT Harap Lulusan Akademi Desa 4.0 Bisa Gerakan Ekonomi Desa
Mendes PDTT Harap Lulusan Akademi Desa 4.0 Bisa Gerakan Ekonomi Desa
Kemendes
Mendes PDTT Minta Kades Berdayakan Ekonomi Desa
Mendes PDTT Minta Kades Berdayakan Ekonomi Desa
Kemendes
Dana Desa Berpotensi Dongkrak Perekonomian Nelayan Sumbawa
Dana Desa Berpotensi Dongkrak Perekonomian Nelayan Sumbawa
Kemendes
Pendamping Desa Galang Dana untuk Pemulihan Pasca-gempa Lombok
Pendamping Desa Galang Dana untuk Pemulihan Pasca-gempa Lombok
Kemendes
Mendes PDTT Lepas 4 Purna Tugas Pejabat Tinggi Madya
Mendes PDTT Lepas 4 Purna Tugas Pejabat Tinggi Madya
Kemendes
Zaman Berubah, Transmigrasi Kembangkan Model Investasi
Zaman Berubah, Transmigrasi Kembangkan Model Investasi
Kemendes
Perayaan Hari Pangan Sedunia, Momentum Kebangkitan Ekonomi NTT
Perayaan Hari Pangan Sedunia, Momentum Kebangkitan Ekonomi NTT
Kemendes
Pembangunan Daerah Tertinggal Dongkrak Pengembangan Seni, Budaya, dan Lingkungan
Pembangunan Daerah Tertinggal Dongkrak Pengembangan Seni, Budaya, dan Lingkungan
Kemendes
Masyarakat Desa Diprediksi Bisa Lebih Sejahtera Dibandingkan Kota
Masyarakat Desa Diprediksi Bisa Lebih Sejahtera Dibandingkan Kota
Kemendes
BUMDes di Kabupaten Jayawijaya Diminta Pilih Unit Usaha yang Tepat
BUMDes di Kabupaten Jayawijaya Diminta Pilih Unit Usaha yang Tepat
Kemendes
Sabet 3 Rekor MURI, Desa Duda Timur di Bali Jadi Percontohan Desa Lain
Sabet 3 Rekor MURI, Desa Duda Timur di Bali Jadi Percontohan Desa Lain
Kemendes