Dana Desa Terbukti Jadi Harapan Masyarakat

Kompas.com - 27/05/2016, 08:00 WIB
advertorial

Penulis

Jalan tanjakan tanah keras bercampur batu yang tak bernama itu, bagi masyarakat Desa Dunu, Monano, Gorontalo Utara, adalah anugerah kehidupan.  Sebelum ada jalan yang dibuat dengan dana desa tersebut, warga harus melalui jalan licin dan berlumpur sambil memanggul hasil tani untuk mencapai jalan raya.  Semua dilakukan demi mengantarnya kepada pembeli. Tapi kini semua terasa ringan. Akses jalan yang lebih baik membuat mereka lebih mudah mengantar hasil tani ke kota. Sektor pertanian dan perekonomian masyarakat desa tersebut pun meningkat. 

“Ini manfaat yang paling besar dan benar-benar sangat warga syukuri dari dana desa. Saya kadang terharu kalau membandingkan kondisi warga yang dulu dengan sekarang. Seperti mimpi.  Akhirnya ada akses jalan yang jadi andalan masyarakat untuk mempemudah penjualan hasil pertanian,” ujar Rostin Hapomanto, Kepala Desa Dunu. 

Sebelum akses jalan baru tersebut dibuka, Rostin menceritakan, masyarakat harus berjalan kaki menuju jalan raya terdekat untuk mengantar hasil pertanian  kepada pembelinya. Jika hujan, jalan di desanya dipenuhi lumpur dan licin. “Ironis, masyarakat kadang tidak sanggup mengangkut semua hasil produksinya. Jadi hanya sebisanya saja yang diangkut,” tuturnya. 

Desa Dunu sebenarnya punya potensi pertanian yang tinggi. Desa ini memiliki struktur dan karakteristik tanah yang subur. Petani-petani desa ini biasanya menghasilkan merica, cengkeh, jagung dan masih banyak lagi. Sangat sayang jika akses jalan menghambat para petani untuk menjual hasil taninya ke kota. Wajar saja jika Desa Dunu memprioritaskan dana desa untuk membuka akses jalan tersebut. "Sekarang hasil pertanian bisa diangkut menggunakan motor atau mobil, lewat jalan yang sudah kita bangun dari dana desa itu," ujarnya. 

Desa Dunu, mengantongi dana desa  Rp 361 juta pada tahun 2015. Menggunakan dana itu, infrastruktur berupa jalan baru untuk mengangkut hasil pertanian sepanjang 1 kilometer dibuka. Selain itu, dana desa juga digunakan untuk membangun MCK (Mandi Cuci Kakus) sebanyak tiga  unit. 

Menurut Rostin, pembangunan jalan itu akan dilanjutkan dengan menggunakan dana desa 2016. Selain itu, Desa Dunu juga berencana akan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di bidang perdagangan pupuk dan obat-obatan. “Kita akan manfaatkan ini untuk mendirikan BUMDesa agar masyarakat juga terbantu," ujarnya. 

Kemajuan pertanian dan ekonomi masyarakat di Desa Dunu merupakan satu dari sekian banyak dampak program dana desa. Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT)  memang menyarankan agar dana desa lebih diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur pendukung ekonomi. 

Untuk membangun kawasan pedesaan, Kemendesa juga telah mencanangkan beberapa program prioritas yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019. Program yang paling menjadi perhatian adalah pembangunan sarana infrastruktur dasar dan sarana. 

“Kita akan kembangkan sarana dan prasarana kawasan perdesaan. Ini menjadi  perhatian pada pembangunan infrastruktur dasar dan penyediaan prasarana transportasi, komunikasi, pertanian, pendidikan dan kesehatan,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar. 

Apabila infrastruktur sudah jadi, akan dikembangkan ke pembangunan ekonomi perdesaan. Permasalahan-permasalahan yang terjadi di desa,  akan diupayakan diatasi dengan memfokuskan pada ruang lingkup kegiatan yang berkenaan peningkatan atau pengembangan usaha dan kemandirian ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan. 

Pada tahun 2015, Menteri Marwan telah melaksanakan program Usaha Bersama Komunitas yang dilaksanakan di 100 desa yang masuk dalam wilayah 36 kabupaten di 19 provinsi. Sedangkan tahun 2016 ini sasaran program UBK terdiri dari 200 desa yang masuk wilayah 44 kabupaten di 19 provinsi. 

“Kita juga akan menyediakan Pasar Kawasan yang berada di jalan provinsi atau jalan utama dengan luasan lahan minimal 1 hektar dengan luas bangunan seluas 300 m2 berserta fasilitas jalan untuk tempat mobilisasi barang. Konsep yang akan dipakai adalah VIRA (Village Industrial and Rest Area),” ujar Menteri Desa. 

Konsep VIRA, papar menteri pertama yang mengurus desa ini, akan terjadi transaksi produk lokal yang akan dibawa untuk konsumen daerah lain dan produk daerah lain untuk mendukung kehidupan di desa. “Pasar ini akan dikelola oleh BUMDes Bersama sebagai stimulan guna menarik investor untuk melakukan pengembangan bisnis,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa pembentukan atau pengembangan BUMDes Bersama merupakan salah satu strategi kebijakan membangun Indonesia dari pinggiran. Melalui pengembangan usaha ekonomi Desa yang bersifat kolektif diharapkan  kualitas hidup manusia Indonesia di pedesaan meningkat.   

Menteri Desa, Marwan Jafar juga tidak menutup mata  permasalahan terbatasnya sumber daya dan rendahnya pemanfaatan sumber daya potensial yang belum optimal. Untuk hal tersebut,  solusinya adalah mengembangkan kapasitas dan meningkatkan kerjasama untuk menemukan dan mengenali potensi serta kebutuhan masyarakat untuk kesejahteraan bersama. 

Kementerian Desa, kata Marwan Jafar, akan memaksimalkan  kegiatan pendampingan, manajemen, peningkatan kapasitas serta kerja sama multi pihak dalam rangka peningkatan keberdayaan masyarakat. “Salah satunya adalah pelaksanaan kerjasama dan kemitraan dalam pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR), juga melakukan interaksi kemitraan dan  kerjasama internasional,” ujarnya. (Adv)

Terkini Lainnya
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga
Kementerian Desa PDT dan Kemenag Berkolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Berbasis Keluarga
Kemendes
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri
Sejumlah Kades Salahgunakan Dana Desa, Menteri Yandri Laporkan Mereka ke Mabes Polri
Kemendes
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN
Dukung Ketahanan Pangan dan MBG di Desa, Kemendes Gandeng TNI dan BGN
Kemendes
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa
Survei The Republic Institute: Menteri Desa PDT Yandri Dinilai Paling Sukses Bangun Desa
Kemendes
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 
Ada Oknum Tidak Bertanggung Jawab, Menteri Desa PDT Ajak Media dan LSM Kolaborasi Bangun Desa 
Kemendes
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa
Kemendesa PDT Gandeng Polri Awasi Penggunaan Dana Desa
Kemendes
Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis
Suplai Bahan Baku lewat BUMDes, Kemendesa PDT Siap Sukseskan Makan Bergizi Gratis
Kemendes
Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa
Kemendesa PDT dan Kemendikdasmen Sepakat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas SDM Desa
Kemendes
Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan
Kejar Target Swasembada Pangan, Menteri Desa PDT Ingin Penggunaan Lahan Dimaksimalkan
Kemendes
Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa
Menteri Desa PDT Sebut Peringatan Hari Desa Jadi Momentum Wujudkan Kemandirian Desa
Kemendes
Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel
Menteri Desa PDT Ingin SDM Desa Dioptimalkan, agar Tak Ada Urbanisasi Seperti Jepang dan Korsel
Kemendes
Mendes PDT Paparkan 6 Fokus Penggunaan Dana Desa 2025
Mendes PDT Paparkan 6 Fokus Penggunaan Dana Desa 2025
Kemendes
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendes PDT Alokasikan Rp 16 Triliun Dana Desa untuk Swasembada Pangan 
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendes PDT Alokasikan Rp 16 Triliun Dana Desa untuk Swasembada Pangan 
Kemendes
Mendes Yandri Optimistis Produk Unggulan Desa Mampu Go International
Mendes Yandri Optimistis Produk Unggulan Desa Mampu Go International
Kemendes
Sinergi Lintas Kementerian, Menteri Desa PDT Yandri Bahas Aturan Perlindungan Pekerja Migran dari Desa
Sinergi Lintas Kementerian, Menteri Desa PDT Yandri Bahas Aturan Perlindungan Pekerja Migran dari Desa
Kemendes
Bagikan artikel ini melalui
Oke