KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) agar menyusun program yang benar-benar berdampak nyata.
Ia menekankan agar program yang dirancang tidak sekadar menjadi kegiatan rutin tanpa hasil konkret.
Penegasan tersebut disampaikan Tito saat memimpin rapat bersama jajaran Kemendagri dan BNPP di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Dalam arahannya, Tito menyoroti sejumlah paparan program yang disampaikan masing-masing pimpinan komponen atau unit kerja eselon I Kemendagri dan BNPP.
Ia menegaskan pentingnya memahami esensi dari setiap program yang diajukan.
Menurut Tito, setiap anggaran harus menghasilkan output yang berdampak.
Baca juga: Bantah Batasi Komunikasi Pejabat, Gubernur Kalteng: Menunggu Semua Program Selaras...
“Saya minta rekan-rekan pimpinan komponen betul-betul rapatkan internal dan tolong diperhatikan angka-angkanya, masuk akal atau tidak. Jangan asal membuat program, apalagi yang tidak punya output atau hasilnya tidak berdampak,” kata Tito melalui siaran persnya, Selasa (5/8/2025).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program yang disusun tidak hanya bersifat reguler sesuai tugas dan fungsi Kemendagri, tetapi juga perlu secara spesifik mendukung program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Program-program itu harus benar-benar dikuasai. Jangan hanya rutinitas, tetapi juga harus relevan dengan prioritas nasional,” ujar Tito.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran.
Tito mengingatkan bahwa keberhasilan suatu program sangat ditentukan sejak tahap perencanaan.
Baca juga: Ahmad Luthfi Sebut Banyak Warga Ketergantungan Bansos Bertahun-Tahun: Itu Gagal Perencanaan...
“Perencanaan yang baik menyumbang 70 persen keberhasilan. Kalau perencanaannya asal-asalan, maka kegagalan juga dimulai dari situ,” tandasnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri Sang Made Mahendra Jaya, serta pejabat eselon I Kemendagri dan BNPP lainnya.