Mendagri Tekankan Kesatuan Visi dan Integritas KPU sebagai Kunci Keberhasilan Pilkada 2024

Kompas.com - 20/08/2024, 18:15 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa keberhasilan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) Serentak 2024 sangat bergantung pada kesatuan visi dan integritas Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta seluruh jajaran terkait.

Menurutnya, konsolidasi internal dan netralitas dalam pelaksanaan tugas merupakan kunci untuk menjaga kredibilitas pilkada dan mencegah konflik.

“Yang terpenting adalah konsolidasi, agar KPU di seluruh Indonesia memiliki visi yang sama dan solid dalam melaksanakan tugas negara ini,” jelas Tito pada Rapat Konsolidasi Nasional dalam Rangka Kesiapan Pilkada 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (20/8/2024).

Ia mengakui bahwa menyamakan persepsi dan visi di antara petugas adalah tantangan besar.

Baca juga: Penerapan Industri Hijau Jadi Solusi Berbagai Tantangan Global

Oleh karena itu, Tito menekankan perlunya bimbingan teknis yang menyeluruh agar semua petugas memahami aturan dan teknis pilkada dengan baik.

"Ketidaknetralan seringkali dimulai dari ketidaktahuan tentang aturan teknis. Jadi, bimbingan teknis sangat diperlukan," ujarnya.

Selain itu, Tito merekomendasikan agar KPU menerapkan mekanisme kontrol internal yang kuat untuk menjaga netralitas dan memastikan semua petugas bekerja dengan jujur dan adil.

Ia menekankan perlunya tindakan tegas terhadap petugas yang melanggar aturan, namun tetap harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan.

Baca juga: Transisi Energi Berkeadilan Ciptakan 96.000 Lapangan Kerja di 3 Provinsi Batu Bara

“Saya mohon KPU untuk memiliki mekanisme kontrol internal yang tegas dalam menangani masalah netralitas ini,” imbuh Tito.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa kesuksesan pilkada tidak hanya bergantung pada KPU, tetapi juga memerlukan kontribusi dari semua pihak.

Untuk itu, kata Tito, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak sesuai dengan tugas dan peran masing-masing.

Ia mengingatkan KPU dan penyelenggara lainnya untuk selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Baca juga: Ahli Forensik RS Polri: Dante Meninggal Dunia karena Tenggelam

Menurut Tito, hal tersebut penting terutama saat mengambil keputusan yang sensitif atau berpotensi memicu konflik, agar dapat diantisipasi dengan baik.

"Jangan sampai keputusan diambil tanpa melibatkan aparat keamanan terlebih dahulu, yang kemudian mengakibatkan situasi sulit yang sebenarnya bisa dicegah," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Tito menjelaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab utama dalam menyediakan anggaran untuk pilkada.

Ia memastikan pemerintah daerah (pemda) segera memenuhi pembiayaan tersebut dan mendukung kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) penyelenggara, termasuk distribusi logistik.

Baca juga: KPK Periksa 4 Saksi Terkait Korupsi Pengadaan Lahan oleh Sarana Jaya di Rorotan

Pemda juga diimbau untuk membantu verifikasi Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4).

“Kami akan mendampingi Komisi Pemilihan Umum daerah (KPUD) dalam melakukan validasi dan verifikasi di lapangan, termasuk memeriksa apakah ada perubahan alamat, status sebagai anggota TNI dan Polri, atau kematian,” jelas Tito.

Ia berharap seluruh proses Pilkada Serentak 2024 dapat berjalan lancar dan sukses, meskipun ini merupakan pengalaman pertama bagi banyak pihak.

“Semoga semua dapat berjalan dengan baik,” ucap Tito.

Baca juga: Dipanggil Jokowi, Angga Raka Bahas Soal Penanganan Judi “Online”

Sebagai informasi, acara tersebut dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto, Ketua KPU Mochammad Afifudin, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito, dan pejabat terkait lainnya.

Terkini Lainnya
Masa Tanggap Darurat Terlewati, Penanganan Pascabencana Sumatera Masuk Fase Pemulihan

Masa Tanggap Darurat Terlewati, Penanganan Pascabencana Sumatera Masuk Fase Pemulihan

Kemendagri
Satgas PRR: 357 Huntap untuk Penyintas Bencana Sumatera Sudah Terbangun

Satgas PRR: 357 Huntap untuk Penyintas Bencana Sumatera Sudah Terbangun

Kemendagri
13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

Kemendagri
Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Tunjukkan Progres, Ribuan Hektar Mulai Ditanami

Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Tunjukkan Progres, Ribuan Hektar Mulai Ditanami

Kemendagri
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Kemendagri
BNPP RI Identifikasi Tantangan dan Potensi Tou Lumbis lewat Pengukuran IPKP

BNPP RI Identifikasi Tantangan dan Potensi Tou Lumbis lewat Pengukuran IPKP

Kemendagri
Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

Kemendagri
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Kemendagri
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Kemendagri
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Kemendagri
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak demi Generasi Sehat

Kemendagri
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada Rakyat Kecil

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada Rakyat Kecil

Kemendagri
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito dan Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito dan Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Kemendagri
Satgas PRR Tuntaskan Penyaluran TKD Rp 10,6 Triliun, Pemulihan Pascabencana Melaju Pesat

Satgas PRR Tuntaskan Penyaluran TKD Rp 10,6 Triliun, Pemulihan Pascabencana Melaju Pesat

Kemendagri
PLBN Skouw Gagalkan Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini

PLBN Skouw Gagalkan Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com