Mendagri Jadi Irup Upacara Penurunan Bendera, Masyarakat Alor Sangat Gembira

Kompas.com - 17/08/2024, 21:22 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Sheila Respati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjadi inspektur upacara (Irup) penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) di Lapangan Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (17/8/2024).

Dalam kesempatan itu, Mendagri mengenakan pakaian adat Pantar, Alor, NTT. Masyarakat Alor menyambut upacara tersebut dengan antusias dan gembira.

“Saya mengucapkan terima kasih atas penyambutan yang luar biasa semenjak dari bandara, anak-anak, adik-adik sekolah. Kemudian terima kasih kepada Bapak Bupati dan segenap Forkopimda,” ujar Tito dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Tito menyampaikan rasa terima kasiha atas penerimaan yang hangat dari masyarakat. Kabupaten Alor yang terkenal dengan kekayaan bawah laut, menjadi tujuan kunjungan Mendagri setelah mengikuti upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca juga: Kenakan Pakaian Adat Palembang, Mendagri Tito Hadiri Upacara HUT Ke-79 RI Perdana di IKN

Terlebih, Tito juga telah mendapatkan izin dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berkunjung ke Kabupaten Alor.

“Saya lapor kepada Presiden, izin nanti selesai acara peringatan (di IKN) saya langsung terbang ke Alor untuk menghadiri acara menjadi Irup penurunan bendera. Saya tadi agak deg-degan juga waktunya cukup tidak kira-kira begitu kan, kira-kira bisa tidak saya mengejar waktu. Alhamdulillah, tadi sudah sampai,” ungkapnya.

Dirinya juga memuji pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang sukses menjalankan tugasnya pada upacara penurunan bendera kali ini.

Menurut Tito, kualitasnya tidak kalah dengan yang ada di tempat lain di seluruh Indonesia.

Baca juga: Tinjau Infrastruktur Embung di IKN, Mendagri Apresiasi Pembangunan IKN sebagai Hasil Karya Anak Bangsa

Ia pun tak segan-segan memberi nilai sempurna (angka 10) kepada Paskibraka di Alor.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua dan bagi saya yang pertama kali ke Kabupaten Alor menjadi cerminan bahwa masyarakat, adik-adik, anak-adik generasi muda di Kabupaten Alor memiliki potensi yang sangat tinggi untuk melompat maju ke depan,” ujarnya.

Tito menegaskan, penampilan sempurna dari Paskibraka ini menggambarkan luar biasanya kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Alor.

Pihaknya menambahkan, Alor tidak hanya memiliki SDM yang baik, tetapi juga mempunyai potensi alam yang luar biasa.

Baca juga: Puncak Hari Anak Nasional 2024 di Papua, Suarakan Dukungan terhadap Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak

Potensi alam tersebut bisa dikelola secara optimal untuk kemajuan daerah dan masyarakat setempat.

“Apalagi dengan sumber daya alam (SDA) yang besar, tinggal bagaimana mengelola. Kita akan bersama-sama antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat untuk membuat lompatan kemajuan di Alor,” kata Tito.

 

 

Terkini Lainnya
Masa Tanggap Darurat Terlewati, Penanganan Pascabencana Sumatera Masuk Fase Pemulihan

Masa Tanggap Darurat Terlewati, Penanganan Pascabencana Sumatera Masuk Fase Pemulihan

Kemendagri
Satgas PRR: 357 Huntap untuk Penyintas Bencana Sumatera Sudah Terbangun

Satgas PRR: 357 Huntap untuk Penyintas Bencana Sumatera Sudah Terbangun

Kemendagri
13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

Kemendagri
Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Tunjukkan Progres, Ribuan Hektar Mulai Ditanami

Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Tunjukkan Progres, Ribuan Hektar Mulai Ditanami

Kemendagri
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Kemendagri
BNPP RI Identifikasi Tantangan dan Potensi Tou Lumbis lewat Pengukuran IPKP

BNPP RI Identifikasi Tantangan dan Potensi Tou Lumbis lewat Pengukuran IPKP

Kemendagri
Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

Kemendagri
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Kemendagri
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Kemendagri
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Kemendagri
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak demi Generasi Sehat

Kemendagri
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada Rakyat Kecil

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada Rakyat Kecil

Kemendagri
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito dan Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito dan Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Kemendagri
Satgas PRR Tuntaskan Penyaluran TKD Rp 10,6 Triliun, Pemulihan Pascabencana Melaju Pesat

Satgas PRR Tuntaskan Penyaluran TKD Rp 10,6 Triliun, Pemulihan Pascabencana Melaju Pesat

Kemendagri
PLBN Skouw Gagalkan Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini

PLBN Skouw Gagalkan Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com