Kemendag Klaim Tingkat Kepatuhan Pelaku Usaha Terhadap Aturan Meningkat

Mikhael Gewati
Kompas.com - Selasa, 22 Oktober 2019
Kemendag Klaim Tingkat Kepatuhan Pelaku Usaha Terhadap Aturan MeningkatDOK. Humas Kementerian Perdagangan RIDirektur Jenderal PKTN Veri Anggrijono saat membuka acara diseminasi ketentuan petunjuk penggunaan dan layanan purna jual bagi produk elektronika dan telematika di Jakarta, Selasa (22/10/2019)

KOMPAS.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan pada 2016 hingga 2018 terdapat kenaikan tingkat kepatuhan pelaku usaha terkait kewajiban pendaftaran petunjuk penggunaan dan jaminan layanan purna jual.

Pada 2016 tingkat kepatuhan hanya sebesar 24,58 persen, kemudian pada 2018 meningkat menjadi 66,81 persen.

Dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Selasa (22/10/2019), dijelaskan, kenaikan itu berdasarkan hasil pengawasan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN). 

Direktur Jenderal PKTN Veri Anggrijono yakin ke depan angka kepatuhan itu akan terus bertambah seiring dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan ( Permendag) Nomor 78 Tahun 2019.

Permendag tersebut merupakan hasil penyesuaian dari Permendag Nomor 38 Tahun 2019 tentang Ketentuan Petunjuk Penggunaan dan Jaminan Layanan Purna Jual Bagi Produk Elektronika dan Produk Telematika.

Baca juga: Tahun Depan, Kemendag Bakal Rampungkan 12 Perjanjian Dagang

"Peraturan itu diterbitkan dengan tujuan perlindungan konsumen, khususnya untuk produk elektronika dan produk telematika dapat terwujud," jelas Veri Anggrijono saat membuka acara diseminasi ketentuan petunjuk penggunaan dan layanan purna jual bagi produk elektronika dan telematika di Jakarta, pada Selasa (22/10/2019).

Veri menyampaikan, ketentuan mengenai petunjuk penggunaan dan jaminan layanan purna jual bagi produk elektronika dan produk telematika sebelumnya telah diatur dalam Permendag No 19/M-DAG/PER/5/2009.

Permendang tentang Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi Purna dalam Bahasa Indonesia Bagi Produk Elektronika dan Produk Telematika kemudian diganti dengan Permendag Nomor 38 Tahun 2019.  

Penggantian itu seiring perkembangan teknologi, kebijakan perizinan di bidang perdagangan, dan perkembangan kebutuhan hukum masyarakat.

Baca juga: Peraturan 3 Menteri Soal Ponsel BM DIharapkan Lindungi Negara dari Kerugian

Pada Permendag tersebut telah ditetapkan 75 jenis produk elektronika dan produk telematika yang sebelumnya berjumlah 45 jenis produk.

Pada permendag ini, produk yang diatur wajib dilengkapi dengan petunjuk penggunaan dan kartu jaminan dalam bahasa Indonesia sebelum diperdagangkan di pasar dalam negeri.

Sementara itu, untuk produsen dan importir produk tersebut, diwajibkan melakukan pendaftaran petunjuk penggunaan dan kartu jaminan. Selain itu, diwajibkan memberikan pelayanan purna jual selama masa jaminan dan setelah masa jaminan.

Kebijakan IMEI

Veri melanjutkan, saat ini telah ditetapkan kebijakan pendaftaran nomor identitas telepon seluler internasional (International Mobile Equipment Identity/IMEI) untuk produk telematika khususnya telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet. 

Untuk itu, maka telah dilakukan penyesuaian terhadap ketentuan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 38 Tahun 2019 dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 78 Tahun 2019.

Dalam Permendag tersebut diatur, produsen, importir, dan pelaku usaha baik agen, subagen, distributor, subdistributor, maupun pengecer produk telematika wajib menjamin nomor IMEI produk telematika yang menggunakan teknologi seluler.

Ilustrasi nomor IMEI dan nomor sertifikat Postel di label ponselKOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi nomor IMEI dan nomor sertifikat Postel di label ponsel

Mereka harus mendaftarkan produknya ke dalam sistem yang dikembangkan Kementerian Perindustrian dan dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Kebijakan pendaftaran nomor IMEI tidak hanya bermanfaat untuk melindungi konsumen, namun juga dapat menambah pemasukan negara melalui kepatuhan pembayaran pajak oleh pelaku usaha," ucap Veri.

Selain itu, kata dia, kebijakan tersebut dapat memberikan kesempatan industri produk telematika nasional untuk bersaing dengan produk telematika dari negara lain. 

Adapun terkait acara desiminasi, kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan mekanisme pendaftaran tanda pendaftaran petunjuk penggunaan dan kartu jaminan melalui sistem informasi dan manajemen perlindungan konsumen dan tertib niaga (SIMPKTN).

Selain itu, untuk menyosialisasikan kewajiban pelaku usaha dalam menjamin nomor IMEI telah terdaftar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan khusus produk telematika berupa telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet.

PenulisMikhael Gewati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Mitigasi Dampak Covid-19, Negara G20 Jamin Kelancaran Arus Barang dan Jasa
Mitigasi Dampak Covid-19, Negara G20 Jamin Kelancaran Arus Barang dan Jasa
Kemendag
Harga Bawang Putih dan Bombai Naik, Kemendag Bebaskan Sementara Izin Impor Keduanya
Harga Bawang Putih dan Bombai Naik, Kemendag Bebaskan Sementara Izin Impor Keduanya
Kemendag
Kemendag dan Satgas Pangan Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok, Begini Hasilnya
Kemendag dan Satgas Pangan Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok, Begini Hasilnya
Kemendag
Wamendag Jerry Dorong Penyelesaian ASEAN RCEP Terjadi di Akhir 2020
Wamendag Jerry Dorong Penyelesaian ASEAN RCEP Terjadi di Akhir 2020
Kemendag
Wamendag Masalahkan Diskriminasi UE terhadap Sawit Indonesia di Forum WTO
Wamendag Masalahkan Diskriminasi UE terhadap Sawit Indonesia di Forum WTO
Kemendag
Wamendag Jerry Sambuaga Sukses Ajak Komisioner Uni Eropa Percepat Penyelesaian Indonesia EU CEPA
Wamendag Jerry Sambuaga Sukses Ajak Komisioner Uni Eropa Percepat Penyelesaian Indonesia EU CEPA
Kemendag
Bertemu Managing Director for Asia Pacific EEAS, Wamendag Jerry Sambuaga Tekankan Percepatan Indonesia-EU CEPA
Bertemu Managing Director for Asia Pacific EEAS, Wamendag Jerry Sambuaga Tekankan Percepatan Indonesia-EU CEPA
Kemendag
Di Turki, Wamendag Beri Rahasia Sukses pada Pelajar Indonesia
Di Turki, Wamendag Beri Rahasia Sukses pada Pelajar Indonesia
Kemendag
Dengan IT CEPA, Indonesia dan Turki Optimis Catat Transaksi Dagang 10 Miliar Dollar AS
Dengan IT CEPA, Indonesia dan Turki Optimis Catat Transaksi Dagang 10 Miliar Dollar AS
Kemendag
Catat Transaksi Dagang Miliaran Dollar AS Per Tahun, Indonesia dan Turki Buat Kesepakatan
Catat Transaksi Dagang Miliaran Dollar AS Per Tahun, Indonesia dan Turki Buat Kesepakatan
Kemendag
Soal Gugatan Nikel Uni Eropa, Indonesia Jelaskan Kebijakan Minerba kepada WTO
Soal Gugatan Nikel Uni Eropa, Indonesia Jelaskan Kebijakan Minerba kepada WTO
Kemendag
Selain Norwegia, Indonesia Buka Peluang Kerja Sama dengan Anggota EFTA
Selain Norwegia, Indonesia Buka Peluang Kerja Sama dengan Anggota EFTA
Kemendag
Wamendag Jelaskan Dasar Kebijakan Minerba Indonesia kepada UE dan WTO
Wamendag Jelaskan Dasar Kebijakan Minerba Indonesia kepada UE dan WTO
Kemendag
Mendag: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Berkomitmen Revitalisasi Pasar Rakyat
Mendag: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Berkomitmen Revitalisasi Pasar Rakyat
Kemendag
Bangun Citra Positif Pasar, Mendag Tetapkan 13 Daerah Tertib Ukur
Bangun Citra Positif Pasar, Mendag Tetapkan 13 Daerah Tertib Ukur
Kemendag