Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online

Kompas.com - 11/12/2024, 13:38 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan ( BPPSDM KP) meluncurkan layanan aduan online untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan kelautan dan perikanan di seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian KP.

Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta menjelaskan bahwa layanan aduan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, mempercepat penyelesaian masalah, serta memberikan solusi yang lebih terstruktur dan tepat sasaran.

"Layanan ini adalah langkah strategis untuk mendukung pengembangan pendidikan kelautan dan perikanan yang lebih berkualitas," ucapnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (11/12/2024).

Baca juga: Optimalisasi Keselamatan dan Layanan Jelang Nataru, KAI Gelar Inspeksi Jalur Kereta Api 

Nyoman menjelaskan bahwa layanan aduan online dirancang untuk menjadi saluran komunikasi yang efektif antara orang tua peserta didik, yang tergabung dalam Forum Orang Tua Taruna (Fortuna), dengan pihak satuan pendidikan.

Selain itu, layanan tersebut juga berfungsi sebagai kanal pengaduan bagi berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam sistem pendidikan kelautan dan perikanan.

“Melalui fasilitas tersebut, Kementerian KP berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih transparan, responsif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas,” imbuh Nyoman.

Baca juga: Polda Jateng Diminta Transparan Proses Hukum Polisi Tembak Siswa SMK

Langkah ini, lanjut dia, juga sejalan dengan visi BPPSDM KP untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) kelautan dan perikanan yang unggul, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan global.

Layanan aduan online dapat diakses selama 24 jam melalui WhatsApp di nomor 0821-1814-0960. Layanan ini menerima laporan, saran, dan masukan terkait dengan penyelenggaraan pendidikan, dengan harapan setiap isu atau keluhan dapat ditangani dengan cepat dan profesional.

Inisiatif ini juga mendukung komitmen BPPSDM KP dalam mewujudkan Ocean Institute of Indonesia (OII), yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperluas akses pendidikan bagi peserta didik, serta mengelola kelembagaan pendidikan secara lebih efisien.

Baca juga: Minim Peserta Didik dan Lokasi Berdekatan, 4 SD di Cianjur Dimerger

Saat ini, Kementerian KP mengelola 7.506 peserta didik aktif di seluruh satuan pendidikan kelautan dan perikanan, yang terdiri dari 6.715 taruna dan taruni di satuan pendidikan tinggi dan 791 siswa di satuan pendidikan menengah.

Satuan pendidikan ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain sebelas Satuan Pendidikan Tinggi (SPT) KP yang terdiri dari 16 kampus, termasuk Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) di Jakarta, Aceh, Maluku, Pariaman, Lampung, Tegal, serta Politeknik Kelautan dan Perikanan (Politeknik KP) di Sidoarjo, Bitung, Sorong, Bone, Karawang, Kupang, Pangandaran, Dumai, Jembrana, dan Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi.

Kemudian, lima Satuan Pendidikan Menengah (SPM), seperti Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) di Ladong, Tegal, Pariaman, Kota Agung, dan Waiheru.

Baca juga: Hasil Pilkada Tegal 2024: Paslon Ishack-Kholid Unggul dari Lawannya, Berapa Persen Suaranya?

Dukungan dari Menteri KP

Sementara itu, Staf Khusus (Stafsus) Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto menambahkan bahwa Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono sangat mendukung pembukaan layanan aduan online ini.

Langkah tersebut, kata dia, juga merupakan bagian dari upaya mendukung program ekonomi biru melalui pengembangan SDM yang kompeten di sektor kelautan dan perikanan.

“Pak Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono selalu menekankan bahwa jika layanan pendidikan berjalan dengan maksimal dan transparan, maka para peserta didik juga akan bisa belajar dengan lebih fokus dan berkualitas,” ujar Doni.

Baca juga: Diskon Tarif Reduksi KAI Civitas Akademika Tak Muncul, Bagaimana Solusinya?

Layanan aduan online ini menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika untuk terus bekerja dengan maksimal dan bertanggung jawab.

Selain itu, hal tersebut juga menunjukkan komitmen Kementerian KP dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memastikan pendidikan kelautan dan perikanan terus berkembang menuju standar internasional.

Sebelumnya, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono, juga menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan adalah salah satu fokus utama Kementerian KP.

Baca juga: Jadi Stafsus Gibran, Suwardi Diminta Bantu di Bidang Pemerintahan dan Pendidikan

Melalui pendidikan yang berbasis teknologi dan unggul, Kementerian KP berupaya menyiapkan generasi muda kelautan dan perikanan yang tangguh, kompeten, dan siap berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Terkini Lainnya
Tindaklanjuti Keresahan Warga Banten, Kementerian Kelautan dan Perikanan Segel Pagar Laut di Muara Tawar

Tindaklanjuti Keresahan Warga Banten, Kementerian Kelautan dan Perikanan Segel Pagar Laut di Muara Tawar

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kompetensi ASN, Kementerian KP Bentuk Corporate University

Tingkatkan Kompetensi ASN, Kementerian KP Bentuk Corporate University

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Trenggono Pastikan Produktivitas PP Karangsong Siap Hadapi Nataru

Menteri Trenggono Pastikan Produktivitas PP Karangsong Siap Hadapi Nataru

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Penyerapan Dunia Kerja Capai 81,15 Persen, Lulusan Pendidikan Vokasi Kementerian KP Diminati Industri

Penyerapan Dunia Kerja Capai 81,15 Persen, Lulusan Pendidikan Vokasi Kementerian KP Diminati Industri

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Swasembada Pangan, Menteri KP Dorong Penyuluh Tingkatkan Hasil Perikanan

Dukung Swasembada Pangan, Menteri KP Dorong Penyuluh Tingkatkan Hasil Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Diapresiasi DPR, Ini Strategi Kementerian KP Tingkatkan Konsumsi Ikan

Diapresiasi DPR, Ini Strategi Kementerian KP Tingkatkan Konsumsi Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capai Tujuan Kebijakan Ekonomi Biru, Kementerian KP Kembangkan Infrastruktur Teknologi 

Capai Tujuan Kebijakan Ekonomi Biru, Kementerian KP Kembangkan Infrastruktur Teknologi 

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Kembangkan Kapasitas Budi Daya Tilapia dan Rumput Laut di Kepulauan Solomon

Kementerian KP Kembangkan Kapasitas Budi Daya Tilapia dan Rumput Laut di Kepulauan Solomon

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kembangkan Produktivitas Perikanan, Kementerian KP Jalankan One Stop Aquaculture SFV

Kembangkan Produktivitas Perikanan, Kementerian KP Jalankan One Stop Aquaculture SFV

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Program MBG, Kementerian KP Siapkan Panen Siklus Kedua BINS

Dukung Program MBG, Kementerian KP Siapkan Panen Siklus Kedua BINS

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan Tebar Benih Nila Salin Siklus Kedua di BINS Karawang

Kementerian Kelautan dan Perikanan Tebar Benih Nila Salin Siklus Kedua di BINS Karawang

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Kementerian KP Luncurkan Teknologi Pengeringan Rumput Laut

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Kementerian KP Luncurkan Teknologi Pengeringan Rumput Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Terbitkan Perpres Nomor 193 Tahun 2024, Prabowo Serius Genjot Ekonomi Biru

Terbitkan Perpres Nomor 193 Tahun 2024, Prabowo Serius Genjot Ekonomi Biru

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Berkat Program SFV, Gapokkan di Kawali, Ciamis Dapat Penghargaan dari Menteri KP

Berkat Program SFV, Gapokkan di Kawali, Ciamis Dapat Penghargaan dari Menteri KP

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com