Kementerian KP Adakan Pelatihan Budi Daya Perikanan untuk Negara-negara Afrika

Kompas.com - 11/09/2024, 13:25 WIB
Novyana,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) meluncurkan pelatihan budi daya perikanan berkelanjutan yang melibatkan sejumlah negara di kawasan Afrika.

Tujuannya, untuk mempromosikan tenaga ahli, teknologi, serta investasi perikanan serta mewujudkan ketahanan pangan global dan Sustainable Development Goals ( SDGs).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) Kementerian KP, I Nyoman Radiarta menyampaikan, lewat pelatihan itu, Indonesia berupaya memberikan praktik terbaik dalam budi daya serta pengolahan produk-produk perikanan.

"Dengan demikian, peserta dapat mendapatkan wawasan mendalam soal teknik dan inovasi teknologi yang relevan," ungkap Nyoman melalui siaran persnya, Rabu (11/9/2024).

Baca juga: Kementerian Kelautan Ajak Ibu-ibu Nelayan Olah Ikan jadi Produk Bernilai Jual

Hal tersebut disampaikan Nyoman saat membuka International Training on Fisheries for African Countries di Bali, Senin (9/9/2024).

Ia menilai, koordinasi dan kolaborasi Indonesia dengan negara-negara Afrika dibutuhkan dalam mengembangkan strategi bersama dan berbagai ilmu pengetahuan, pelatihan, serta pengalaman.

"Utamanya, dalam memperkuat ketahanan iklim dan mitigasi gas rumah kaca sektor perikanan dan budi daya negara-negara Afrika dalam mewujudkan SDGs," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP) Lilly Aprilya Pregiwati menjelaskan, pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan wawasan serta keterampilan praktis terkait seluruh proses produksi komoditas ikan.

"Metode pelatihan dilakukan secara tatap muka yang meliputi sesi in-class training, serta observasi lapangan ke desa dan kelompok binaan BPPSDM," terangnya. 

Baca juga: Ditanya soal Kerja Sama dengan Negara “Selatan-selatan”, Ini Jawaban Prabowo

Adapun materi yang diberikan, yakni kebijakan SDM perikanan, kerja sama perikanan Indonesia-Afrika, persiapan media biofolk, pembenihan, pemeliharaan, pembuatan pakan, serta pengolahan ikan menjadi sejumlah produk, seperti cheese stick, churros, abon, serta kue-kuean.

“Tentunya yang tidak kalah penting adalah kegiatan sosio-kultural untuk memperkenalkan budaya Indonesia yang diwakili oleh Pulau Dewata melalui field trip atau kunjungan ke Desa Panglipuran, Kintamani, dan Garuda Wisnu Kencana,” tambah Lilly.

Perkuat hubungan Indonesia-Afrika

Sebelumnya, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa Kementerian KP terus menekankan pentingnya kerja sama Selatan-Selatan dalam sektor perikanan untuk menyeimbangkan perlindungan ekologi, kesehatan laut, dan pembangunan ekonomi.

Oleh karena itu, sebut Nyoman, kegiatan pelatihan tersebut menjadi momen yang tepat bagi Indonesia dan Afrika untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan.

Baca juga: Disinggung dalam Debat Ketiga, Apa Itu Kerjasama Selatan-Selatan?

Sebab, kerja sama ini penting sebagai ajang pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Afrika yang telah berjalan intensif selama ini.

“Saya berharap pelatihan ini memberikan manfaat signifikan bagi setiap peserta. Semoga, kolaborasi yang terjalin melalui acara ini akan memperkuat hubungan antarnegara dan mendukung pencapaian tujuan bersama dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan,” kata Nyoman.

Sebagai tambahan informasi, pelatihan bertemakan Budi Daya Nila dan Lele dari Hulu ke Hilir ini diikuti oleh 20 peserta dari 10 negara Afrika, yakni Angola, Burundi, Ethiopia, Libya, Madagaskar, Malawi, Mozambik, Namibia, Nigeria, dan Tanzania. 

Terkini Lainnya
Tindaklanjuti Keresahan Warga Banten, Kementerian Kelautan dan Perikanan Segel Pagar Laut di Muara Tawar

Tindaklanjuti Keresahan Warga Banten, Kementerian Kelautan dan Perikanan Segel Pagar Laut di Muara Tawar

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kompetensi ASN, Kementerian KP Bentuk Corporate University

Tingkatkan Kompetensi ASN, Kementerian KP Bentuk Corporate University

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Trenggono Pastikan Produktivitas PP Karangsong Siap Hadapi Nataru

Menteri Trenggono Pastikan Produktivitas PP Karangsong Siap Hadapi Nataru

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Penyerapan Dunia Kerja Capai 81,15 Persen, Lulusan Pendidikan Vokasi Kementerian KP Diminati Industri

Penyerapan Dunia Kerja Capai 81,15 Persen, Lulusan Pendidikan Vokasi Kementerian KP Diminati Industri

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Swasembada Pangan, Menteri KP Dorong Penyuluh Tingkatkan Hasil Perikanan

Dukung Swasembada Pangan, Menteri KP Dorong Penyuluh Tingkatkan Hasil Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Diapresiasi DPR, Ini Strategi Kementerian KP Tingkatkan Konsumsi Ikan

Diapresiasi DPR, Ini Strategi Kementerian KP Tingkatkan Konsumsi Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capai Tujuan Kebijakan Ekonomi Biru, Kementerian KP Kembangkan Infrastruktur Teknologi 

Capai Tujuan Kebijakan Ekonomi Biru, Kementerian KP Kembangkan Infrastruktur Teknologi 

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Kembangkan Kapasitas Budi Daya Tilapia dan Rumput Laut di Kepulauan Solomon

Kementerian KP Kembangkan Kapasitas Budi Daya Tilapia dan Rumput Laut di Kepulauan Solomon

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kembangkan Produktivitas Perikanan, Kementerian KP Jalankan One Stop Aquaculture SFV

Kembangkan Produktivitas Perikanan, Kementerian KP Jalankan One Stop Aquaculture SFV

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Program MBG, Kementerian KP Siapkan Panen Siklus Kedua BINS

Dukung Program MBG, Kementerian KP Siapkan Panen Siklus Kedua BINS

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan Tebar Benih Nila Salin Siklus Kedua di BINS Karawang

Kementerian Kelautan dan Perikanan Tebar Benih Nila Salin Siklus Kedua di BINS Karawang

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Kementerian KP Luncurkan Teknologi Pengeringan Rumput Laut

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Kementerian KP Luncurkan Teknologi Pengeringan Rumput Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Terbitkan Perpres Nomor 193 Tahun 2024, Prabowo Serius Genjot Ekonomi Biru

Terbitkan Perpres Nomor 193 Tahun 2024, Prabowo Serius Genjot Ekonomi Biru

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Berkat Program SFV, Gapokkan di Kawali, Ciamis Dapat Penghargaan dari Menteri KP

Berkat Program SFV, Gapokkan di Kawali, Ciamis Dapat Penghargaan dari Menteri KP

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com