Menteri KP: Lulusan Satuan Pendidikan Kementerian KP Harus Dimanfaatkan Negara dengan Baik

Kompas.com - 23/07/2024, 17:18 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan ( KP) Sakti Wahyu Trenggono bersama jajarannya mengupayakan penerapan standar pendidikan tinggi kelas dunia di semua satuan pendidikan lingkup Kementerian KP.

Tujuannya, sebut Trenggono, untuk meningkatkan daya saing lembaga pendidikan serta lulusannya di tingkat global.

"Penerapan standar pendidikan tinggi kelas dunia harus terus diupayakan untuk mencapai status dan lulusan pendidikan tinggi Kementerian KP yang dapat diakui secara global," ujar Trenggono, dikutip melalui siaran persnya, Selasa (23/7/2024).

Hal itu disampaikan Trenggono pada acara wisuda 2.226 lulusan satuan pendidikan tinggi lingkup Kementerian KP tahun akademik (TA) 2023/2024 di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Lulusan Satuan Pendidikan Kementerian KP Disebut Jadi Incaran Perusahaan Perikanan Luar Negeri

Trenggono mengatakan, lulusan satuan pendidikan KP harus bisa menciptakan peluang usaha serta menghasilkan produk kompetitif yang bisa diterima secara nasional maupun global.

"Selain itu, lulusan satuan pendidikan KP juga harus dimanfaatkan negara secara baik, baik di pemerintahan, dunia usaha, maupun dunia industri," ungkapnya.

Perlu diketahui, pada acara wisuda itu, sebanyak 387 lulusan telah diterima bekerja pada industri di dalam negeri dan 160 orang sedang menyelesaikan dokumen dan menunggu proses keberangkatan bekerja di luar negeri.

Kemudian, ada 57 orang melakukan rintisan wirausaha bidang kelautan dan perikanan, serta 100 lainnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Baca juga: Dukung Keberlanjutan Konservasi Channa, Kementerian KP Gelar “Kontes Channa” di Depok

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM), I Nyoman Radiarta mengatakan, para wisudawan merupakan lulusan program Magister Terapan Perikanan, Sarjana Terapan Perikanan, Diploma III, dan Diploma I.

"Sebanyak 1.199 wisudawan hadir secara langsung dan 1.027 wisudawan hadir secara daring," jelasnya.

Rincian wisudawan itu, yakni 588 orang menempuh pendidikan di Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan (PKP) Sidoarjo sebanyak 216 orang, PKP Bitung sebanyak 255 orang, dan PKP Sorong sebanyak 147 orang.

"Kemudian, PKP Karawang sebanyak 178 orang, PKP Bone sebanyak 363 orang, PKP Kupang sebanyak 147 orang, PKP Dumai sebanyak 95 orang, PKP Pangandaran sebanyak 85 orang, PKP Jembaran sebanyak 111 orang, serta Akademik Komunitas KP Wakatobi sebanyak 41 orang," paparnya.

Baca juga: Perkuat Sinergi di Lingkup Internal, Kementerian KP Kembangkan SFV Kolaborasi Multiproduk

Para wisudawan memiliki kompetensi berbagai bidang keahlian, antara lain pemanfaatan sumber daya perairan, penangkapan ikan, permesinan/mekanisasi perikanan, pengolahan hasil perikanan, akuakultur/budi daya ikan, pengelolaan sumber daya perairan, penyuluhan, teknologi kelautan, konservasi, serta ekowisata bahari.

Selain mendapatkan ijazah, wisudawan dilengkapi dengan sertifikat kompetensi, keahlian dan keterampilan seperti Basic Safety Training Fisheries (BST-F), Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan (Ankapin) I, dan Ahli Teknikan Kapal Penangkap Ikan (Atkapin) I.

Ada pula sertifikasi Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB), Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), Sertifikat Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB), kompetensi dalam keahlian pembesaran dan pembenihan ikan, serta Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

"Semuanya merupakan komitmen BPPSDM Kementerian KP dalam mencetak lulusan pendidikan tinggi vokasi KP yang siap kerja dan mampu bersaing secara nasional dan global," tuturnya.

Baca juga: Kementerian KP Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Capai SDGs Poin 14

Sebagai informasi, selain wisuda, agenda hari ini juga dibarengi dengan pelantikan 2.023 taruna baru satuan pendidikan tinggi Kementerian KP secara hibrida.

Para taruna baru ini 100 persen merupakan anak pelaku utama kelautan dan perikanan, yaitu nelayan, pembudidaya, pengolah, dan pemasar ikan, serta petambak garam.

Terkini Lainnya
Tindaklanjuti Keresahan Warga Banten, Kementerian Kelautan dan Perikanan Segel Pagar Laut di Muara Tawar

Tindaklanjuti Keresahan Warga Banten, Kementerian Kelautan dan Perikanan Segel Pagar Laut di Muara Tawar

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kompetensi ASN, Kementerian KP Bentuk Corporate University

Tingkatkan Kompetensi ASN, Kementerian KP Bentuk Corporate University

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Trenggono Pastikan Produktivitas PP Karangsong Siap Hadapi Nataru

Menteri Trenggono Pastikan Produktivitas PP Karangsong Siap Hadapi Nataru

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Penyerapan Dunia Kerja Capai 81,15 Persen, Lulusan Pendidikan Vokasi Kementerian KP Diminati Industri

Penyerapan Dunia Kerja Capai 81,15 Persen, Lulusan Pendidikan Vokasi Kementerian KP Diminati Industri

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Swasembada Pangan, Menteri KP Dorong Penyuluh Tingkatkan Hasil Perikanan

Dukung Swasembada Pangan, Menteri KP Dorong Penyuluh Tingkatkan Hasil Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Diapresiasi DPR, Ini Strategi Kementerian KP Tingkatkan Konsumsi Ikan

Diapresiasi DPR, Ini Strategi Kementerian KP Tingkatkan Konsumsi Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capai Tujuan Kebijakan Ekonomi Biru, Kementerian KP Kembangkan Infrastruktur Teknologi 

Capai Tujuan Kebijakan Ekonomi Biru, Kementerian KP Kembangkan Infrastruktur Teknologi 

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Kembangkan Kapasitas Budi Daya Tilapia dan Rumput Laut di Kepulauan Solomon

Kementerian KP Kembangkan Kapasitas Budi Daya Tilapia dan Rumput Laut di Kepulauan Solomon

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kembangkan Produktivitas Perikanan, Kementerian KP Jalankan One Stop Aquaculture SFV

Kembangkan Produktivitas Perikanan, Kementerian KP Jalankan One Stop Aquaculture SFV

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Program MBG, Kementerian KP Siapkan Panen Siklus Kedua BINS

Dukung Program MBG, Kementerian KP Siapkan Panen Siklus Kedua BINS

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan Tebar Benih Nila Salin Siklus Kedua di BINS Karawang

Kementerian Kelautan dan Perikanan Tebar Benih Nila Salin Siklus Kedua di BINS Karawang

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Kementerian KP Luncurkan Teknologi Pengeringan Rumput Laut

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Kementerian KP Luncurkan Teknologi Pengeringan Rumput Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Terbitkan Perpres Nomor 193 Tahun 2024, Prabowo Serius Genjot Ekonomi Biru

Terbitkan Perpres Nomor 193 Tahun 2024, Prabowo Serius Genjot Ekonomi Biru

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Berkat Program SFV, Gapokkan di Kawali, Ciamis Dapat Penghargaan dari Menteri KP

Berkat Program SFV, Gapokkan di Kawali, Ciamis Dapat Penghargaan dari Menteri KP

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com