11 Pendidikan Tinggi Vokasi Kementerian KP Buka Pendaftaran Taruna/Taruni Baru 2024

Kompas.com - 04/04/2024, 19:23 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com -  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) mulai membuka penerimaan peserta didik baru (pentaru) di satuan pendidikan tinggi lingkup Kementerian KP, yang terbagi dalam dua gelombang pendaftaran pada tahun akademik 2024/2025.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) Kementerian KP, I Nyoman Radiarta mengatakan, Kementerian KP memiliki 11 satuan pendidikan tinggi vokasi

Sebanyak 10 satuan pendidikan tinggi vokasi menerapkan Non-Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Non PKBLU) yang diperuntukkan bagi 100 persen anak pelaku utama kelautan dan perikanan (jalur khusus).

Jalur khusus tersebut diperuntukkan bagi anak nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar ikan, serta petambak garam dengan biaya pendidikan ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Satuan pendidikan tersebut memiliki Program Diploma I, Diploma III, dan Diploma IV," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (4/4/2024). 

Baca juga: Serahkan Kapal Rampasan ke Negara, Menpan-RB Apresiasi Program Berdampak Kementerian KP

Program Diploma I berada di Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan program studi (prodi) Ekowisata Bahari dan Prodi Konservasi. 

Di luar 10 satuan pendidikan tersebut, Nyoman mengatakan, terdapat satu satuan pendidikan tinggi vokasi yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU), yaitu Politeknik KP Sidoarjo, Jawa Timur, dengan program Diploma III.

"Di kampus ini, peserta didiknya terdiri dari 80 persen masyarakat umum (jalur umum) dengan biaya dari peserta didik (mandiri), serta 20 persen anak pelaku utama kelautan dan perikanan (jalur khusus) dengan biaya pendidikan ditanggung APBN,” jelasnya. 

Nyoman mengatakan, prodi di Politeknik KP Sidoarjo terdiri dari Teknik Budi Daya Perikanan, Teknik Pengolahan Produk Perikanan, Agribisnis Perikanan, Mekanisasi Perikanan, dan Teknik Penanganan Patologi Perikanan.

Mengenai gelombang pendaftaran, dia menerangkan, terdapat dua gelombang pada Pentaru 2024, yaitu gelombang satu bagi jalur umum yang dimulai pada 4 April hingga 31 Mei 2024 dan khusus dan gelombang dua bagi jalur umum saja pada 3 Juni hingga 26 Juni 2024. 

Baca juga: Kementerian KP Tekankan Pentingnya Sertifikasi AKP untuk Tingkatkan Kesejahteraan Personel Kapal

Proses pendaftaran itu kemudian diikuti dengan seleksi administrasi dan verifikasi dokumen dan pengumuman hasil.

Setelah lulus hasil seleksi administrasi, pendaftar melakukan pengisian nilai dan upload raport (jalur umum dan khusus), mengikuti seleksi akademik menggunakan Computer Based Test (jalur umum saja). 

Kemudian, peserta melanjutkan seleksi fisik, kesehatan, dan wawancara (jalur umum dan khusus) pada 10-15 Juni 2024 (gelombang satu) dan 1-5 Juli 2024 (gelombang dua).

Pengumuman hasil seleksi akhir pada 24 Juni 2024 (gelombang satu) dan 10 Juli 2024 (gelombang dua), dengan masa sanggah pada 24-26 Juni 2024 (gelombang satu) dan 10-12 Juli 2024 (gelombang dua). 

Setelah pengumuman pasca masa sanggah, peserta yang lolos seleksi akhir diwajibkan melakukan daftar ulang pada 1-8 Juli 2024 (gelombang satu) dan 12-15 Juli 2024 (gelombang dua).

Baca juga: Akselerasi Kerja Sama Lobster dengan Vietnam, Menteri KP: Kualitas dan Harga Untungkan Dua Negara

"Seluruh calon taruna selanjutnya sudah masuk asrama pada 15 Juli 2024," jelas Nyoman.

Pendidikan vokasi

Satuan pendidikan lingkup Kementerian KP menerapkan sistem pendidikan vokasi dengan pendekatan teaching factory.

Pendekatan itu memasukkan dunia usaha dan dunia industri pada kurikulum pendidikan, termasuk program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Porsi pendidikan yang diberikan, yakni 70 persen praktik dan 30 persen teori.  

Para lulusan pendidikan K{ mendapatkan ijazah serta sertifikat keahlian dan kompetensi berstandar nasional dan internasional dan diakui dunia usaha dan dunia industri, baik di dalam maupun luar negeri.

Adapun program Diploma III yang berada di delapan Politeknik KP, yaitu di Bitung, Sulawesi Utara; Sorong, Papua Barat; Karawang, Jawa Barat; Bone, Sulawesi Selatan; Kupang, Nusa Tenggara Timur; Pangandaran, Jawa Barat; Dumai, Riau; dan Jembrana, Bali.

Baca juga: Bantu Korban Bencana di Sumbar, Kementerian KP Kirim Bantuan Produk Perikanan

Dua jenjang pendidikan tersebut tersebut memiliki prodi yang terdiri dari Teknik Penangkapan Ikan/Perikanan Tangkap, Mekanisasi Perikanan/Permesinan Kapal, Teknik Pengolahan Produk Perikanan/Pengolahan Hasil Laut, Teknik Budi Daya Ikan/Budi Daya Perikanan, dan Teknologi/Teknik Kelautan.

Kemudian, jenjang pendidikan Diploma IV berada di Politeknik Ahli Usaha Perikanan di lima kampus, yaitu di Jakarta (Kampus Utama); Aceh; Pariaman, Sumatera Barat; Lampung; Tegal, Jawa Tengah; dan Maluku. 

Prodi di program tersebut terdiri dari Teknologi Penangkapan Ikan, Permesinan Perikanan, Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Teknologi Akuakultur, Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Perairan, dan Penyuluhan Perikanan.

Sebelumnya, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono mengapresiasi pemberian kuota 100 persen peserta didik bagi anak pelaku utama kelautan dan perikanan yang dilakukan BPPSDM sejak 2023. 

"Saya sudah senang semenjak 2023, penerimaan taruna-taruni difokuskan kepada 100 persen anak-anak pelaku utama. Saya berharap ini menjadi sebuah kebijakan yang terus dilakukan,” ujarnya. 

Baca juga: Bantu Korban Bencana di Sumbar, Kementerian KP Kirim Bantuan Produk Perikanan

Dia mengatakan itu pada peluncuran Pentaru 2024 pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BPPSDM Tahun 2024 di Surabaya.

“Kenapa demikian? Beginilah cara kita merubah kultur sumber daya manusia (SDM) kita. Beginilah cara kita merubah masyarakat pesisir dan nelayan kita,” katanya. 

Trenggono mengatakan, seetlah mahasiswa tersebut dididik dalam kurun waktu yang akan datang, mereka bisa menjadi lebih sejahtera.

"Harapan kami ada program merdeka belajar maka taruna-taruni diterjunkan ke pelaku-pelaku yang ada di dalam dan luar negeri,” harapnya. 

Trenggono mengatakan, hal tersebut untuk memberikan bekal pengalaman kepada seluruh taruna yang kita didik agar mereka betul-betul siap menjadi manusia-manusia unggul dan dapat bersaing di tingkat global. 

Baca juga: Politeknik KP Pariaman Bantu Korban Bencana di Pesisir Selatan, Sumbar

Pengumuman Pentaru 2024 dapat diakses pada laman resmi pentaru.kkp.go.id.

Terkini Lainnya
Tindaklanjuti Keresahan Warga Banten, Kementerian Kelautan dan Perikanan Segel Pagar Laut di Muara Tawar

Tindaklanjuti Keresahan Warga Banten, Kementerian Kelautan dan Perikanan Segel Pagar Laut di Muara Tawar

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kompetensi ASN, Kementerian KP Bentuk Corporate University

Tingkatkan Kompetensi ASN, Kementerian KP Bentuk Corporate University

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Trenggono Pastikan Produktivitas PP Karangsong Siap Hadapi Nataru

Menteri Trenggono Pastikan Produktivitas PP Karangsong Siap Hadapi Nataru

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Penyerapan Dunia Kerja Capai 81,15 Persen, Lulusan Pendidikan Vokasi Kementerian KP Diminati Industri

Penyerapan Dunia Kerja Capai 81,15 Persen, Lulusan Pendidikan Vokasi Kementerian KP Diminati Industri

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Swasembada Pangan, Menteri KP Dorong Penyuluh Tingkatkan Hasil Perikanan

Dukung Swasembada Pangan, Menteri KP Dorong Penyuluh Tingkatkan Hasil Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Diapresiasi DPR, Ini Strategi Kementerian KP Tingkatkan Konsumsi Ikan

Diapresiasi DPR, Ini Strategi Kementerian KP Tingkatkan Konsumsi Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capai Tujuan Kebijakan Ekonomi Biru, Kementerian KP Kembangkan Infrastruktur Teknologi 

Capai Tujuan Kebijakan Ekonomi Biru, Kementerian KP Kembangkan Infrastruktur Teknologi 

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Kembangkan Kapasitas Budi Daya Tilapia dan Rumput Laut di Kepulauan Solomon

Kementerian KP Kembangkan Kapasitas Budi Daya Tilapia dan Rumput Laut di Kepulauan Solomon

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kembangkan Produktivitas Perikanan, Kementerian KP Jalankan One Stop Aquaculture SFV

Kembangkan Produktivitas Perikanan, Kementerian KP Jalankan One Stop Aquaculture SFV

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Program MBG, Kementerian KP Siapkan Panen Siklus Kedua BINS

Dukung Program MBG, Kementerian KP Siapkan Panen Siklus Kedua BINS

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan Tebar Benih Nila Salin Siklus Kedua di BINS Karawang

Kementerian Kelautan dan Perikanan Tebar Benih Nila Salin Siklus Kedua di BINS Karawang

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Kementerian KP Luncurkan Teknologi Pengeringan Rumput Laut

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Kementerian KP Luncurkan Teknologi Pengeringan Rumput Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Terbitkan Perpres Nomor 193 Tahun 2024, Prabowo Serius Genjot Ekonomi Biru

Terbitkan Perpres Nomor 193 Tahun 2024, Prabowo Serius Genjot Ekonomi Biru

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Berkat Program SFV, Gapokkan di Kawali, Ciamis Dapat Penghargaan dari Menteri KP

Berkat Program SFV, Gapokkan di Kawali, Ciamis Dapat Penghargaan dari Menteri KP

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com