Lewat Politeknik AUP Kampus Serang, Kementerian KP Sukses Kembangkan Budi Daya Udang Vaname

Kompas.com - 17/01/2024, 14:05 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) KP berhasil memaksimalkan implementasi program Smart Fisheries Village (SFV) di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Kampus Serang, dengan fokus pada komoditas utama, yaitu udang vaname.

Kesuksesan tersebut tidak lepas dari strategi efektif dalam memanfaatkan aset.

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta mengatakan bahwa AUP Kampus Serang menjadi salah satu lokasi SFV yang berbasis unit pelaksana teknis (UPT) dengan fokus pada komoditas utama udang vaname.

Fokus tersebut, di mulai dari pembenihan udang vaname skala rumah tangga, pembesaran udang vaname, hingga produksi pakan mandiri.

Baca juga: Cerita Petani Milenial Budidaya Udang Vaname di Karawang, Panen hingga 1.337 Kilogram

“Tambak budi daya udang vaname ini juga merupakan teaching factory (tefa) atau model pembelajaran untuk taruna dan taruni Politeknik AUP Kampus Serang," ucap Nyoman.

Sebagai sekolah vokasi dengan peserta belajar 100 persen anak pelaku utama sektor KP, ia berharap, kampus tersebut dapat melahirkan entrepreneur muda yang mampu membangun sektor KP dari hulu ke hilir.

"Saya berharap Politeknik AUP Kampus Serang dapat menjadi lokasi percontohan SFV yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh civitas akademika Politeknik KP untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan sebagai sarana praktik peserta didik," ujar Nyoman dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (27/1/2024).

Salah satu pencapaian sukses dari program SFV udang vaname yang dihasilkan oleh Kampus AUP Serang adalah peningkatan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) pada 2023, yang mencapai Rp 917.577.000 atau meningkat sekitar 136 persen dari target awal sebesar Rp 674.000.000.

Baca juga: Politeknik Negeri Bali dan Parallaxnet Perkuat SDM Pariwisata Berkompetensi Digital

Apresiasi kepada Politeknik AUP Kampus Serang

Pada acara Gebyar SFV di UPT Politeknik AUP Kampus Serang pada akhir pekan lalu, Nyoman mengungkapkan apresiasinya terhadap keberhasilan Politeknik AUP Kampus Serang dalam mengoptimalkan SFV dengan memanfaatkan aset yang dimilikinya untuk mendukung peningkatan PNBP.

"Saya melihat bahwa Politeknik AUP Kampus Serang dapat dengan baik mengimplementasikan program SFV sesuai dengan potensi dan pemanfaatan aset yang dimiliki. Tentunya, dengan pemanfaatan aset yang efektif, akan (berdampak positif) pada peningkatan nilai PNBP," ujarnya.

Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta dalam acara Gebyar SFV di UPT Politeknik AUP Kampus Serang pada akhir pekan lalu.DOK. Humas Kementerian KP Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta dalam acara Gebyar SFV di UPT Politeknik AUP Kampus Serang pada akhir pekan lalu.

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan panen siklus II udang vaname dan penanaman mangrove yang dihadiri oleh Penjabat (Pj) Wali Kota (Walkot) Serang Yedi Rahmat, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian KP Tornando Syaifullah, Inspektur I Kementerian KP Teuku Nilwan, serta pejabat eselon II BPPSDM.

Baca juga: BPPSDM Pamerkan Budi Daya Ikan Hias dan Maggot sebagai Program Unggulan SFV Berbasis UPT

Nyoman menyampaikan bahwa Politeknik AUP Kampus Serang juga berkomitmen untuk menjaga konservasi lingkungan dengan merintis program eduekowisata mangrove yang diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya untuk Kampus Serang, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

Sebagai tindak lanjut dalam membentuk entrepreneur muda, Politeknik AUP tidak hanya menyediakan fasilitas pembelajaran dan ruang praktik, tetapi juga membuka inkubator bisnis melalui peresmian “Juvenile,” yang merupakan Pusat Inkubator Bisnis Kelautan dan Perikanan sebagai wadah pembelajaran dalam kewirausahaan.

Hal tersebut bertujuan agar taruna terbiasa dan membiasakan diri untuk terus berusaha dan berwirausaha sebagai persiapan ketika mereka lulus nanti.

Baca juga: Kembangkan SFV Bangsring Jadi Pusat Eduminawisata, Kementerian KP Gulirkan 3 Inovasi

"Kami berharap SFV di Politeknik AUP dapat terus berlanjut sebagai wujud kegiatan dalam pembelajaran taruna, kegiatan tridharma perguruan tinggi bagi dosen, serta bentuk (nyata) pemberdayaan masyarakat dan kelompok perikanan, dengan melibatkan berbagai pihak terkait," ucap Direktur Politeknik AUP Ani Leilani.

Terkini Lainnya
Tindaklanjuti Keresahan Warga Banten, Kementerian Kelautan dan Perikanan Segel Pagar Laut di Muara Tawar

Tindaklanjuti Keresahan Warga Banten, Kementerian Kelautan dan Perikanan Segel Pagar Laut di Muara Tawar

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kompetensi ASN, Kementerian KP Bentuk Corporate University

Tingkatkan Kompetensi ASN, Kementerian KP Bentuk Corporate University

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Trenggono Pastikan Produktivitas PP Karangsong Siap Hadapi Nataru

Menteri Trenggono Pastikan Produktivitas PP Karangsong Siap Hadapi Nataru

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Penyerapan Dunia Kerja Capai 81,15 Persen, Lulusan Pendidikan Vokasi Kementerian KP Diminati Industri

Penyerapan Dunia Kerja Capai 81,15 Persen, Lulusan Pendidikan Vokasi Kementerian KP Diminati Industri

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Swasembada Pangan, Menteri KP Dorong Penyuluh Tingkatkan Hasil Perikanan

Dukung Swasembada Pangan, Menteri KP Dorong Penyuluh Tingkatkan Hasil Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Diapresiasi DPR, Ini Strategi Kementerian KP Tingkatkan Konsumsi Ikan

Diapresiasi DPR, Ini Strategi Kementerian KP Tingkatkan Konsumsi Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capai Tujuan Kebijakan Ekonomi Biru, Kementerian KP Kembangkan Infrastruktur Teknologi 

Capai Tujuan Kebijakan Ekonomi Biru, Kementerian KP Kembangkan Infrastruktur Teknologi 

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Kembangkan Kapasitas Budi Daya Tilapia dan Rumput Laut di Kepulauan Solomon

Kementerian KP Kembangkan Kapasitas Budi Daya Tilapia dan Rumput Laut di Kepulauan Solomon

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kembangkan Produktivitas Perikanan, Kementerian KP Jalankan One Stop Aquaculture SFV

Kembangkan Produktivitas Perikanan, Kementerian KP Jalankan One Stop Aquaculture SFV

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Program MBG, Kementerian KP Siapkan Panen Siklus Kedua BINS

Dukung Program MBG, Kementerian KP Siapkan Panen Siklus Kedua BINS

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan Tebar Benih Nila Salin Siklus Kedua di BINS Karawang

Kementerian Kelautan dan Perikanan Tebar Benih Nila Salin Siklus Kedua di BINS Karawang

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Kementerian KP Luncurkan Teknologi Pengeringan Rumput Laut

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Kementerian KP Luncurkan Teknologi Pengeringan Rumput Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Terbitkan Perpres Nomor 193 Tahun 2024, Prabowo Serius Genjot Ekonomi Biru

Terbitkan Perpres Nomor 193 Tahun 2024, Prabowo Serius Genjot Ekonomi Biru

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Berkat Program SFV, Gapokkan di Kawali, Ciamis Dapat Penghargaan dari Menteri KP

Berkat Program SFV, Gapokkan di Kawali, Ciamis Dapat Penghargaan dari Menteri KP

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com