Genjot Produktivitas Perikanan di Jateng, Kementerian KP Gelar Pelatihan Budi Daya Ikan Air Tawar

Kompas.com - 05/05/2023, 15:46 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) konsisten melaksanakan pelatihan guna meningkatkan produktivitas masyarakat.

Konsistensi tersebut salah satunya dilakukan dalam bidang budi daya perikanan sebagai solusi lapangan kerja dan meningkatnya indeks angka konsumsi ikan.

Terbaru, Kementerian KP menggelar Pelatihan Budi Daya Ikan Air Tawar di Balai Desa Danaraja, Banjarnegara, pada Selasa (2/5/2023) sampai Rabu (3/5/2023).  

Kegiatan yang menyasar 100 pembudidaya Kabupaten Banjarnegara tersebut diinisiasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal selaku unit kerja BRSDM Kementerian KP dengan menggandeng Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Banjarnegara termasuk daerah dengan penghasil ikan terbanyak di Jawa Tengah (Jateng). Meski demikian, kabupaten ini juga termasuk daerah dengan status kemiskinan berisiko stunting.

Baca juga: Penting! 5 Cara Mencegah Stunting pada Anak

Kepala BRSDM I Nyoman RadiartaDOK. Humas Kementerian KP Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta

Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan sinergi antara pelatihan dan penyuluhan guna menunjang salah satu program prioritas pemerintah.

“Sinergi antara pelatihan dan penyuluhan akan terus kami tingkatkan dalam rangka menunjang salah satu program prioritas pemerintah, yaitu pembangunan SDM yang pekerja keras, dinamis, terampil, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek),” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (5/5/2023).

Selain itu, lanjut Nyoman, pihaknya juga akan terus melakukan pengoptimalan dan memperkuat perikanan budi daya.

Penguatan tersebut bertujuan untuk menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan protein dalam rangka mendukung ketahanan pangan, serta nilai tambah dalam rangka meningkatkan pendapatan para pelaku utama perikanan.

Baca juga: Sulap Bekas Sawah Jadi Kolam, Penyuluh Perikanan di Bogor Bantu Pokdakan Produksi 3 Ton Nila

Nyoman berharap, pihaknya dapat bersinergi dengan stakeholder (DPR RI) untuk membangun Kabupaten Banjarnegara menjadi sentra perikanan yang terintegrasi.

Tak hanya terintegrasi, kata dia, juga membentuk unit-unit produksi perikanan. Mulai dari unit produksi pembenihan, pembesaran, pakan mandiri, pengolahan hasil perikanan hingga pemasaran dan menjadikan Kabupaten Banjarnegara sebagai daerah bebas stunting.

“Terakhir, saya berpesan kepada pelatih dan penyuluh perikanan agar terus mendampingi serta membimbing para peserta selama pelatihan maupun di pasca pelatihan,” jelas Nyoman.

Apresiasi dari berbagai pihak

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro mengapresiasi kegiatan pelatihan budi daya ikan air tawar yang digelar Kementerian KP.

Baca juga: Ciri-ciri Ikan Mas, Ikan Air Tawar yang Banyak Dikonsumsi

Apalagi, sebut dia, pelatihan tersebut sejalan dengan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara dalam mengembangkan budi daya perikanan guna mengentaskan kemiskinan yang berisiko stunting.

“Semua kegiatan prioritas dari perikanan budi daya bermuara pada perwujudan kesejahteraan pembudidaya ikan dan masyarakat perikanan pada umumnya. Melalui pelatihan ini, selain tingkatkan kesejahteraan juga diharap dapat meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Banjarnegara,” tutur Darori.

Pada kesempatan tersebut, para peserta pelatihan mendapatkan pendalaman materi dan praktik terkait bagaimana mempersiapkan wadah dan media pembenihan, pemilihan dan penebaran benih, pemilihan dan menentukan kebutuhan pakan pengelolaan kualitas air.

Selain itu, peserta pelatihan juga diajarkan cara mengidentifikasi hama dan penyakit ikan, pemanenan, dan kebijakan pengembangan pembangunan sumber daya manusia (SDM) kelautan dan perikanan (KP).

Baca juga: Kisah Ani Saputra, Penyuluh Perikanan yang Sukseskan Program Kalaju

Dalam pelaksanaanya, usaha budi daya perikanan saling terintegrasi dari mulai pembenihan, pembesaran hingga pemasaran. 

Salah satu peserta pelatihan dari kelompok pembudidaya (Pokdakan) Ulam Lestari, Desa Danakerta, Tunan mengungkapkan bahwa  permasalahan yang sering dialami pada kegiatan pembesaran ikan, yaitu harga pakan yang mahal dan harga beli yang rendah oleh pengepul.

“Dengan menguasai manajemen pakan, pembesaran ikan hingga manajemen pemasaran, diharapkan permasalahan yang sering timbul dalam kegiatan pembesaran dapat diatasi sedini mungkin sehingga mendapatkan hasil panen yang maksimal,” ucapnya.  

“Saya sangat berterima kasih kepada Kementerian KP dan DPR RI yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut. Semoga pelatihan semacam ini dapat terus terlaksana secara berkelanjutan,” tambah Tunan.  

Terkini Lainnya
Tindaklanjuti Keresahan Warga Banten, Kementerian Kelautan dan Perikanan Segel Pagar Laut di Muara Tawar

Tindaklanjuti Keresahan Warga Banten, Kementerian Kelautan dan Perikanan Segel Pagar Laut di Muara Tawar

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kompetensi ASN, Kementerian KP Bentuk Corporate University

Tingkatkan Kompetensi ASN, Kementerian KP Bentuk Corporate University

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Trenggono Pastikan Produktivitas PP Karangsong Siap Hadapi Nataru

Menteri Trenggono Pastikan Produktivitas PP Karangsong Siap Hadapi Nataru

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Penyerapan Dunia Kerja Capai 81,15 Persen, Lulusan Pendidikan Vokasi Kementerian KP Diminati Industri

Penyerapan Dunia Kerja Capai 81,15 Persen, Lulusan Pendidikan Vokasi Kementerian KP Diminati Industri

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Swasembada Pangan, Menteri KP Dorong Penyuluh Tingkatkan Hasil Perikanan

Dukung Swasembada Pangan, Menteri KP Dorong Penyuluh Tingkatkan Hasil Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan Layanan Aduan Online

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Diapresiasi DPR, Ini Strategi Kementerian KP Tingkatkan Konsumsi Ikan

Diapresiasi DPR, Ini Strategi Kementerian KP Tingkatkan Konsumsi Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Capai Tujuan Kebijakan Ekonomi Biru, Kementerian KP Kembangkan Infrastruktur Teknologi 

Capai Tujuan Kebijakan Ekonomi Biru, Kementerian KP Kembangkan Infrastruktur Teknologi 

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Kembangkan Kapasitas Budi Daya Tilapia dan Rumput Laut di Kepulauan Solomon

Kementerian KP Kembangkan Kapasitas Budi Daya Tilapia dan Rumput Laut di Kepulauan Solomon

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kembangkan Produktivitas Perikanan, Kementerian KP Jalankan One Stop Aquaculture SFV

Kembangkan Produktivitas Perikanan, Kementerian KP Jalankan One Stop Aquaculture SFV

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Program MBG, Kementerian KP Siapkan Panen Siklus Kedua BINS

Dukung Program MBG, Kementerian KP Siapkan Panen Siklus Kedua BINS

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan Tebar Benih Nila Salin Siklus Kedua di BINS Karawang

Kementerian Kelautan dan Perikanan Tebar Benih Nila Salin Siklus Kedua di BINS Karawang

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Kementerian KP Luncurkan Teknologi Pengeringan Rumput Laut

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir, Kementerian KP Luncurkan Teknologi Pengeringan Rumput Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Terbitkan Perpres Nomor 193 Tahun 2024, Prabowo Serius Genjot Ekonomi Biru

Terbitkan Perpres Nomor 193 Tahun 2024, Prabowo Serius Genjot Ekonomi Biru

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Berkat Program SFV, Gapokkan di Kawali, Ciamis Dapat Penghargaan dari Menteri KP

Berkat Program SFV, Gapokkan di Kawali, Ciamis Dapat Penghargaan dari Menteri KP

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com