Dongkrak Produktivitas Perikanan, Kementerian KP Kembangkan SFV Berbasis UPT

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Selasa, 13 September 2022
Kementerian KP mengembangkan program SMART Fisheries Village (SFV) berbasis UPT untuk mendongkrak produktivitas perikanan dan kemandirian balai.DOK. Humas BRSDM Kementerian KP Kementerian KP mengembangkan program SMART Fisheries Village (SFV) berbasis UPT untuk mendongkrak produktivitas perikanan dan kemandirian balai.

KOMPAS.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) tengah berupaya mengembangkan program SMART Fisheries Village (SFV) berbasis unit pelaksana teknis (UPT).

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian KP, I Nyoman Radiarta mengatakan, unit kerja di bawah BRSDM itu untuk meningkatkan produktivitas perikanan serta mendorong kemandirian balai tersebut.

Menurutnya, penetapan calon lokasi SFV menggunakan instrumen yang disusun berdasarkan kriteria SMART, yakni sustainable, modernization, acceleration, regeneration, and technology.

Kriteria tersebut meliputi smart governance, smart economy, smart mobility, smart environment, dan smart people.

Nyoman menyebutkan, pengembangan SFV UPT juga dilaksanakan berbasis potensi yang dimiliki BRSDM.

Baca juga: Bersama Kemenkop dan UKM, Kementerian KP Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa lewat SMART Fisheries Village

Oleh sebab itu, pengembangan SFV UPT harus terkoneksi dengan fungsi pendidikan, fungsi pelatihan, dan fungsi penyuluhan.

Dia mencontohkan, salah satu balai yang ditetapkan Kementerian KP sebagai pilot project adalah Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros.

"BRPBAP3 Maros sudah memenuhi kelayakan sebagai SFV UPT BRSDM. BRPBAP3 Maros sudah memiliki prinsip tata kelola kerja dalam menjalankan role model berbasis digital," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (13/9/2022).

SFV BRPBAP3 Maros terdiri dari empat instalasi, yaitu Instalasi Pembenihan Kabupaten Barru, Instalasi Budi Daya Kabupaten Takalar, Instalasi Mina Padi Maros, dan Instalasi Tambak Silvofishery Marana Kabupaten Maros.

Balai tersebut juga mengembangkan empat aplikasi mandiri untuk menunjang kinerja, yaitu aplikasi Sistem Pengelolaan tambak (Sipetak), Sistem Pelayanan Laboratorium Penguji (Sipayauji), Sistem Laporan Kegiatan Penyuluhan (Silahkan), dan Aplikasi Monitoring Kualitas Air Online (JALATECH).

Baca juga: Kementerian KP Promosikan Keunggulan SFV di Forum Asia Pasifik

Aplikasi tersebut memanfaatkan internet of things (IOT), khususnya dalam mengelola perairan tambak udang maupun minapadi.

Lebih lanjut, Nyoman menyampaikan, pelaksanaan SFV berbasis UPT di Instalasi Budi Daya Kabupaten Takalar akan dikhususkan pada pengembangan tambak udang vaname.

Penegembangan di Takalar akan dikombinasikan dengan teknologi semi intensif. Ke depannya, UPT tersebut diharapkan dapat mengimplementasikan tambak udang supra intensif.

Lokasi SFV tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai teaching factory taruna-taruni satuan pendidikan KP sehingga dapat langsung mempraktikkan model budi daya dari praproduksi, produksi hingga pascaproduksi.

"Diharapkan seluruh UPT yang tengah mengembangkan SFV turut menyiapkan lokasi praktik dan lokasi belajar serta ruangan untuk media diskusi antara taruna-taruni dengan para teknisi tambak, sehingga secara simultan terjadi transfer of knowledge di dalamnya," paparnya.

Baca juga: Kembangkan SDM Kelautan dan Perikanan, Kementerian KP Luncurkan SFV dan Rancang OII

Adapun pemanfaatan di Instalasi Takalar terdiri dari tiga skema. Pertama, SFV berbasis UPT menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dimiliki masing-masing UPT.

Kedua, bermitra dengan Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) yang pelaksanaanya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) balai itu sendiri.

Ketiga, pola kemitraan dengan pihak ketiga atau lebih, khususnya dengan swasta yang diharapkan dapat memberi pengukit lebih besar untuk pelaksanaan budi daya udang vaname berbasis supra intensif.

Kementerian KP mengembangkan program SMART Fisheries Village (SFV) berbasis UPT untuk mendongkrak produktivitas perikanan dan kemandirian balai.DOK. Humas BRSDM Kementerian KP Kementerian KP mengembangkan program SMART Fisheries Village (SFV) berbasis UPT untuk mendongkrak produktivitas perikanan dan kemandirian balai.

Sementara itu, Instalasi Mina Padi Maros seluas 23 hektar (ha) akan difokuskan pada pengembangan ikan air tawar.

Instalasi tersebut juga akan dijadikan sebagai lokasi wisata yang mampu menghasilkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sekaligus menjadi menjadi media promosi terkait berbagai inovasi yang dihasilkan BRPBAP3 Maros.

Baca juga: Kementerian KP Jajaki Kerja Sama Pertukaran Pelajar Satdik KP dengan Negara ASEAN

Nyoman berharap, kawasan-kawasan SFV yang dikembangkan dapat menjadi kawasan on farm practical bagi para penyuluh perikanan.

“Kawasan-kawasan tersebut juga diharapkan menjadi media pelatihan bagi para instruktur untuk memperkenalkan teknologi yang kita miliki kepada masyarakat," tegasnya.

Nila dan padi

Pada kesempatan tersebut, Nyoman turut menebar 2.000 benih ikan nila di kawasan Mina Padi Maros seluas 1.800 meter persegi .

Kawasan tersebut terdiri dari lahan jagung seluas 280 meter, sawah 600 meter, dan cabai 130 meter.

Nyoman juga meninjau dua unit kolam bioflok yang berada di tengah lahan sawah, hasil kerja sama antara BRPBAP3 dengan Aquafarm, yakni Kelompok Pembudidaya Milenial Maros.

Baca juga: Kementerian KP Luncurkan CapriVac Hydrogalaksi, Vaksin Buatan untuk Cegah Penyakit Ikan

"Nila merupakan satu jenis ikan yang dapat berasosiasi dengan padi. Selain pemanfaatan padi, juga ada dampak ataupun penghasilan lain dalam bentuk protein hewani dari ikan,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan terobosan yang sangat baik untuk dikembangkan di lahan yang ada di kawasan kantor BRPBAP3.

“Kami ingin lahan ini bisa dijadikan sebagai role model pengembangan Mina Padi, termasuk di dalamnya pembuatan pakan mandiri," ungkap Nyoman.

Dalam kesempatan itu, Nyoman didampingi Kepala Pusat Riset Perikanan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Riset Kelautan, Plt Kepala BRPBAP3 Maros, serta Direktur Politeknik Bone.

Sebelumnya, program SFV diluncurkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada 2 Agustus 2022 saat pembukaan Rapat Kerja Teknis BRSDM di Jakarta.

Baca juga: Jaga Keanekaragaman Hayati, Kementerian KP Bantu Tingkatkan Populasi Ikan Belida

Program SFV sejalan dengan program prioritas yang ditetapkan Menteri Trenggono, khususnya pengembangan perikanan budi daya berbasis ekspor dan pembangunan kampung perikanan berbasis kearifan lokal. Terdapat dua konsep SFV, yakni SFV Desa dan SFV UPT.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Tingkatkan Promosi Keindahan Biota Laut, Kementerian KP Sukses Menggelar UPC di Tidore Kepulauan
Tingkatkan Promosi Keindahan Biota Laut, Kementerian KP Sukses Menggelar UPC di Tidore Kepulauan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Semarakkan Sail Tidore 2022, Kementerian KP Gelar Kompetisi Fotografi Bawah Air
Semarakkan Sail Tidore 2022, Kementerian KP Gelar Kompetisi Fotografi Bawah Air
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Siapkan SDM Perikanan dari Hulu sampai Hilir, KKP Gelar Pelatihan di Gianyar
Siapkan SDM Perikanan dari Hulu sampai Hilir, KKP Gelar Pelatihan di Gianyar
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Finalkan Naskah Akademik Refugia Perikanan pada Forum Regional
Kementerian KP Finalkan Naskah Akademik Refugia Perikanan pada Forum Regional
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Tetapkan BRPI Sukamadi sebagai Percontohan Smart Fisheries Village di Indonesia
Kementerian KP Tetapkan BRPI Sukamadi sebagai Percontohan Smart Fisheries Village di Indonesia
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Kembangkan Marine Aquarium Education Center di Pangandaran
Kementerian KP Kembangkan Marine Aquarium Education Center di Pangandaran
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Kenalkan Konsep Transformasi Pendidikan Kelautan dan Perikanan kepada Komisi IV DPR RI
Kementerian KP Kenalkan Konsep Transformasi Pendidikan Kelautan dan Perikanan kepada Komisi IV DPR RI
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Gelar Puncak Gernas BCL, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Perangi Sampah di Laut
Kementerian KP Gelar Puncak Gernas BCL, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Perangi Sampah di Laut
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Terima Hibah Empat Kapal Rampasan dari Kejaksaan RI
Kementerian KP Terima Hibah Empat Kapal Rampasan dari Kejaksaan RI
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Trenggono bersama Nelayan Bersihkan Sampah di Laut Tanjungpinang
Menteri Trenggono bersama Nelayan Bersihkan Sampah di Laut Tanjungpinang
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tahun 2023, Kementerian KP Fokuskan Kuota Pendidikan untuk Anak Nelayan hingga Petambak Garam
Tahun 2023, Kementerian KP Fokuskan Kuota Pendidikan untuk Anak Nelayan hingga Petambak Garam
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Lestarikan Populasi Cumi Bangka, Kementerian KP Rilis Konsep Refugia Perikanan
Lestarikan Populasi Cumi Bangka, Kementerian KP Rilis Konsep Refugia Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Gandeng USAID Siapkan SDM Penangkapan Ikan Terukur
Kementerian KP Gandeng USAID Siapkan SDM Penangkapan Ikan Terukur
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Trenggono Sebut Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil Jadi Prioritas Program Kementerian KP
Menteri Trenggono Sebut Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil Jadi Prioritas Program Kementerian KP
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Terima Hibah Kapal dari WWF Indonesia untuk Pengembangan SDM KP
Kementerian KP Terima Hibah Kapal dari WWF Indonesia untuk Pengembangan SDM KP
Kementerian Kelautan dan Perikanan