Dirjen PDSPKP: Strategi Menteri Trenggono Tingkatkan Kinerja Sektor Kelautan dan Perikanan

Yakob Arfin Tyas Sasongko
Kompas.com - Minggu, 1 Mei 2022
Neraca perdagangan produk perikanan nasional mengalami surplus sebesar 1,39 miliar dollar Amerika Serikat (AS) pada triwulan I 2022. DOK. Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan Neraca perdagangan produk perikanan nasional mengalami surplus sebesar 1,39 miliar dollar Amerika Serikat (AS) pada triwulan I 2022.

KOMPAS.com – Neraca perdagangan produk perikanan nasional mengalami surplus sebesar 1,39 miliar dollar Amerika Serikat (AS) pada triwulan I 2022.

Perdagangan produk perikanan mengalami kenaikan 21,78 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021. Tak hanya itu, nilai ekspor produk perikanan pun mengalami peningkatan.

Data sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor produk perikanan per Maret 2022 mencapai 548,35 juta dollar AS atau setara dengan Rp 7,87 triliun.

Nilai ekspor produk perikanan naik 22,48 persen dibanding pada Februari 2022.
Sementara itu, apabila dibandingkan dengan nilai ekspor pada Maret 2021, kenaikannya sebesar 14,87 persen.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti mengatakan bahwa surplus neraca perdagangan produk perikanan adalah kabar yang baik.

Baca juga: Tahun 2022, Kementerian KP Fokus Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan

Ia pun mengatakan, hal tersebut tak terlepas dari kebijakan dan strategi yang dirancang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

“Tentu ini kabar baik di momen Lebaran, karena ini menunjukkan kinerja ekspor yang meningkat di bawah kepemimpinan Menteri Trenggono,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (1/5/2022).

Secara kumulatif, lanjut Artati, nilai ekspor pada triwulan I 2022 mencapai 1,53 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 21,95 triliun. Nilai ekspor naik 21,63 persen dibanding periode yang sama pada 2021.

“Kenaikannya luar biasa dan artinya produk (perikanan dan kelautan) dari Indonesia semakin semakin diminati di pasar ekspor,” katanya.

Pada kesempatan berbeda, Asisten Khusus Menteri Kelaitan dan Perikanan Doni Ismanto mengatakan bahwa surplus neraca perdagangan dan meningkatnya nilai ekspor merupakan sinyal yang baik.

Hal itu, menurut Doni, menunjukkan bahwa program dan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP) saat ini sudah berada di jalur yang tepat.

"Meningkatkan produksi ekspor memang menjadi salah satu prioritas dari program Menteri Trenggono. Berkat kebijakan yang diambil berbasis data dan melibatkan semua pemangku kepentingan, terlihat hasil yang positif di triwulan pertama ini," katanya.

Sebagai informasi, Menteri Trenggono menetapkan tiga program prioritas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.

Pertama, penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota di setiap WPP untuk keberlanjutan ekologi.

Baca juga: Menteri Trenggono Siap Majukan Sektor Kelautan dan Perikanan Morotai

Kedua, pengembangan perikanan budidaya berorientasi ekspor berbasis komoditas unggulan di pasar global, antara lain udang, kepiting, lobster, dan rumput laut. Ketiga, pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor utama dengan nilai sebesar 727,27 juta dollar AS. DOK. Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor utama dengan nilai sebesar 727,27 juta dollar AS.

Di tengah peningkatan nilai ekspor, BPS mencatat nilai impor senilai 139,89 juta dollar AS pada triwulan I 2022. Artinya, nilai impor hanya 9,14 persen dari nilai ekspor.

Amerika jadi negara tujuan ekspor utama

Pada periode tersebut, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor utama dengan nilai sebesar 727,27 juta dollar AS.

"Angka sebesar 47,53 persen nilai ekspor kita dihasilkan dari pasar Amerika Serikat," terang Artati.

Negara tujuan ekspor kedua adalah China dengan nilai sebesar 214,39 juta dollar AS. Kemudian disusul Jepang sebesar 151,62 juta dollar AS, negara anggota ASEAN sebesar 151,26 juta dollar AS, dan Uni Eropa sebesar 78,17 juta dollar AS.

Baca juga: Upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Kelola Keberlanjutan Danau Maninjau

Dari sisi komoditas, udang menjadi favorit dengan nilai ekspor sebesar 621,92 juta dollar AS atau 40,64 persen terhadap nilai ekspor total. Kemudian, disusul tuna, cakalang, dan tongkol 189,53 juta dollar AS atau 12,39 persen dari nilai ekspor total.

Komoditas lainnya adalah rajungan dan kepiting senilai 172,56 juta dollar AS atau 11,28 persen dari total ekspor serta cumi, sotong, gurita dengan nilai 154,53 juta dollar AS atau 10,10 persen dari total nilai ekspor, rumput laut senilai 114,26 juta dollar AS atau 7,47 persen dari nilai total ekspor, serta tilapia senilai 14,86 juta dollar AS atau 0,97 persen dari nilai total ekspor.

PenulisYakob Arfin Tyas Sasongko
EditorSheila Respati
Terkini Lainnya
SUPM Tegal Luluskan 147 Peserta Didik, Kementerian KP Berharap Mereka Beradaptasi di Dunia Kerja
SUPM Tegal Luluskan 147 Peserta Didik, Kementerian KP Berharap Mereka Beradaptasi di Dunia Kerja
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Keberlanjutan Pengelolaan Laut, Kementerian KP Maksimalkan Peran AKKP Wakatobi
Dukung Keberlanjutan Pengelolaan Laut, Kementerian KP Maksimalkan Peran AKKP Wakatobi
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Trenggono Serahkan
Menteri Trenggono Serahkan "Wakatobi AIS" untuk Dukung Percepatan Penangkapan Ikan Terukur di Wakatobi
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Peringati Hari Laut Sedunia, Kementerian KP Genjot Budi Daya Rumput Laut di Wakatobi
Peringati Hari Laut Sedunia, Kementerian KP Genjot Budi Daya Rumput Laut di Wakatobi
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Pemkot Dumai Hibahkan Tanah 5,3 Hektar untuk Pengembangan Politeknik KP
Pemkot Dumai Hibahkan Tanah 5,3 Hektar untuk Pengembangan Politeknik KP
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Terapkan Ekonomi Biru, KKP Butuh SDM Unggul dan Bertalenta Global
Terapkan Ekonomi Biru, KKP Butuh SDM Unggul dan Bertalenta Global
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kepala BRSDM Paparkan Upaya Politeknik KP untuk Bangun Maritim Cerdas
Kepala BRSDM Paparkan Upaya Politeknik KP untuk Bangun Maritim Cerdas
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Kompetensi SDM, Kementerian KP Gelar Pelatihan Budi Daya hingga Olahan Ikan di NTT
Tingkatkan Kompetensi SDM, Kementerian KP Gelar Pelatihan Budi Daya hingga Olahan Ikan di NTT
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Wujudkan Kampung Nelayan Maju, Kementerian KP Tingkatkan Kompetensi 600 Nelayan Lewat Pelatihan
Wujudkan Kampung Nelayan Maju, Kementerian KP Tingkatkan Kompetensi 600 Nelayan Lewat Pelatihan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Maksimalkan Potensi Ekonomi di Natuna, Kementerian KP Imbau Pelaku Usaha Ajukan PKKPRL
Maksimalkan Potensi Ekonomi di Natuna, Kementerian KP Imbau Pelaku Usaha Ajukan PKKPRL
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kembangkan Usaha Perikanan, Kementerian KP Latih Masyarakat Sulsel Pembesaran Lele dan Pengolahan Udang
Kembangkan Usaha Perikanan, Kementerian KP Latih Masyarakat Sulsel Pembesaran Lele dan Pengolahan Udang
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Upaya Kementerian KP Ciptakan SDM Unggul dan Genjot Penerimaan Negara
Upaya Kementerian KP Ciptakan SDM Unggul dan Genjot Penerimaan Negara
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Seimbangkan Ekologi dan Ekonomi, Kementerian KP Perjuangkan Perikanan Berkelanjutan di Asia Tenggara
Seimbangkan Ekologi dan Ekonomi, Kementerian KP Perjuangkan Perikanan Berkelanjutan di Asia Tenggara
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Penyuluh Perikanan Jadi Garda Terdepan dalam Program Prioritas Kementerian KP
Penyuluh Perikanan Jadi Garda Terdepan dalam Program Prioritas Kementerian KP
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Langkah Konkret Kementerian KP untuk Wujudkan
Langkah Konkret Kementerian KP untuk Wujudkan "Smart ASN"
Kementerian Kelautan dan Perikanan