Kementerian KP Dorong Masyarakat Selayar Kembangkan Budidaya MSF

Alifia Nuralita Rezqiana
Kompas.com - Rabu, 7 Juli 2021
Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP) menyerahkan bahan percontohan penyuluhan millenial shrimp farm (MSF) di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Senin, (5/7/2021).DOK. Humas Kementerian KP Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP) menyerahkan bahan percontohan penyuluhan millenial shrimp farm (MSF) di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Senin, (5/7/2021).

KOMPAS.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP) mengajak masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk membudidayakan udang vaname tambak milenial atau millenial shrimp farm (MSF)

Hal itu dilakukan setelah Kementerian KP melalui Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros, menyerahkan bahan percontohan penyuluhan perikanan budidaya udang vaname tambak milenial atau (MSF) di kabupaten tersebut pada Senin, (5/7/2021).

“Era saat ini, perlu adanya dorongan kepada masyarakat terutama generasi milenial untuk tidak hanya berpikir menjadi pegawai atau karyawan, melainkan menjadi entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja di bidang perikanan,” kata Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilia Pregiwati secara daring.

Menurutnya, banyak sektor potensial yang dapat dikembangkan dengan pendampingan dari penyuluh perikanan, di antaranya usaha budidaya, penangkapan, pengolahan hasil perikanan, pemasaran hasil perikanan dan petambak garam.

“Adanya kegiatan percontohan Tambak Milenial yang akan dilaksanakan penyuluh perikanan dengan ikut didukung oleh teknologi hasil riset BRPBAP3, diharapkan dapat menjadi role model bagi pembudidaya di wilayah tersebut, khususnya Desa Maharayya,” ujar Lilly, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Terbitkan Buku “Potret Garam Nasional,” Kementerian KP Berupaya Dorong Kemandirian Garam Nasional

Keterbatasan lahan tambak masyarakat, kata dia, bukan menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan halaman rumah atau lahan yang belum dimanfaatkan lainnya untuk melakukan budidaya.

Melalui percontohan ini masyarakat yang tidak tinggal di dekat kawasan mangrove sekalipun tetap dapat menerapkan.

Hal itu karena teknologi tambak milenial memungkinkan kegiatan budidaya udang vaname dikerjakan di berbagai kondisi lahan, sehingga sangat fleksibel untuk berpindah tempat.

Lilly menjelaskan, MSF merupakan penerapan teknologi tambak bioflok skala intensif. Tambak ini memiliki kapasitas 100-200 meter kubik atau 200 ton yang dilengkapi supply air dan oksigen.

Adapun dalam perawatannya, tambak harus dilengkapi dengan peralatan era milenial, contohnya smart sensor serta pemberian pakan secara otomatis.

Baca juga: Kembangkan Budidaya Udang, KKP Ciptakan Inovasi Kincir Air Tambak Hemat Energi

Kegiatan penyuluhan MSF tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program terobosan Kementerian KP periode 2021-2024.

Adapun program yang dimaksud, yaitu pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan, serta pembangunan kampung-kampung budidaya berbasis kearifan lokal.

Para penyuluh perikanan sebagai garda terdepan pun siap mendukung program tersebut untuk mendorong kelompok pembudidaya lebih sejahtera.

Kepala BRPBAP3 Maros Asda Laining mengatakan, kegiatan percontohan MSF yang akan dilaksanakan Penyuluh Perikanan Selayar didukung oleh teknologi hasil riset BRPBAP3 Maros berupa teknik budidaya dan probiotik research institute for coastal aquaculture (Rica).

Ia menjelaskan, bakteri probiotik terbukti mampu menghambat perkembangbiakan patogen, menetralkan kualitas air, dan menjadi pakan di dalam perairan.

Baca juga: Berdayakan Masyarakat, Kelompok Budidaya Ikan Nila dan Lobster Ini Diapresiasi Menaker Ida

“BRPBAP3 Maros memberikan bantuan bahan percontohan, salah satunya adalah dua buah kolam (diameter 15 meter) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sederhana (diameter 3 meter), bahan listrik mandiri sebagai penggerak kincir (kincir, dinamo, aerator, dan lainnya) dan bahan bahan aplikasi probiotik Rica,” jelas Asda.

Dalam kegiatan serah terima bahan percontohan penyuluhan perikanan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar Makkawaru mengapresiasi bantuan Kementerian KP.

“Jika percontohan ini berhasil panen dan menguntungkan, masyarakat bisa tertarik untuk mengadopsi,” kata Makkawaru.

Lebih lanjut, Makkawaru memaparkan, saat ini tumpuan masyarakat di Selayar adalah perikanan tangkap.

Baca juga: KKP Buka Kuota CPNS untuk Disabilitas dan Putra/Putri Papua, Ini Syaratnya

“Namun ke depan kita perlu pelan-pelan beralih kepada budidaya dengan teknologi baru. Karena kalau hanya mengandalkan perikanan tangkap sumber daya laut akan tertekan dan akhirnya hasil tangkapan tidak dapat memenuhi permintaan masyarakat,” ujarnya.

PenulisAlifia Nuralita Rezqiana
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Kementerian KP Gelar Pelatihan Dukung Pengembangan Kampung Budi Daya
Kementerian KP Gelar Pelatihan Dukung Pengembangan Kampung Budi Daya
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP dan Menteri Trenggono Boyong Dua Penghargaan pada Anugerah Humas Indonesia 2021
Kementerian KP dan Menteri Trenggono Boyong Dua Penghargaan pada Anugerah Humas Indonesia 2021
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Ingin Lulusan AUP Jalankan Program Prioritas, Menteri KP: Kita Butuh Wirausaha Muda
Ingin Lulusan AUP Jalankan Program Prioritas, Menteri KP: Kita Butuh Wirausaha Muda
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Trenggono: Teaching Factory Tingkatkan Kualitas SDM Sektor KP
Menteri Trenggono: Teaching Factory Tingkatkan Kualitas SDM Sektor KP
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Trenggono: Tambak Udang Kementerian KP di Aceh Timur Ciptakan Multiplier Effect
Menteri Trenggono: Tambak Udang Kementerian KP di Aceh Timur Ciptakan Multiplier Effect
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Gernas BBI, Pelaku UMKM Sambut Antusias Kontes
Dukung Gernas BBI, Pelaku UMKM Sambut Antusias Kontes "Masterclass Ikan vs Kopi"
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Skema Tambak Udang, Terobosan Ekonomi Biru dari Menteri Trenggono
Skema Tambak Udang, Terobosan Ekonomi Biru dari Menteri Trenggono
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Trenggono Dorong Lulusan Satuan Pendidikan Kementerian KP Jadi Entrepreneur
Menteri Trenggono Dorong Lulusan Satuan Pendidikan Kementerian KP Jadi Entrepreneur
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tekan Biaya Pakan, Penyuluh BRSDM Kenalkan Magot BSF
Tekan Biaya Pakan, Penyuluh BRSDM Kenalkan Magot BSF
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan SDM Unggul di Bidang KP, Menteri Trenggono Kukuhkan 1.210 Wisudawan
Tingkatkan SDM Unggul di Bidang KP, Menteri Trenggono Kukuhkan 1.210 Wisudawan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Berkomitmen Cetak SDM Kompeten, Kementerian KP Terima Taruna Baru
Berkomitmen Cetak SDM Kompeten, Kementerian KP Terima Taruna Baru
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Berdayakan Rumput Laut dan Limbah Perikanan, Kementerian KP Kembangkan Pupuk Hayati
Berdayakan Rumput Laut dan Limbah Perikanan, Kementerian KP Kembangkan Pupuk Hayati
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Lindungi Bambu Laut dengan Teknologi Wahana Restorasi, Peneliti Kementerian KP Ini Raih Satyalancana
Lindungi Bambu Laut dengan Teknologi Wahana Restorasi, Peneliti Kementerian KP Ini Raih Satyalancana
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tekan Biaya Produksi Budi Daya Ikan dengan Maggot, Penyuluh Perikanan Ini Dianugerahi Satyalancana
Tekan Biaya Produksi Budi Daya Ikan dengan Maggot, Penyuluh Perikanan Ini Dianugerahi Satyalancana
Kementerian Kelautan dan Perikanan