Optimalkan Hasil Panen Udang, KKP akan Buat Standarisasi Pengelolaan Tambak Super-Insentif

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Jumat, 18 Juni 2021
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau Instalasi Tambak Percobaan (ITP) Punaga di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (18/6/2021).
DOK. Humas KKP Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau Instalasi Tambak Percobaan (ITP) Punaga di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (18/6/2021).

KOMPAS.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menilai, standarisasi pengelolaan tambak udang super-intensif diperlukan bagi masyarakat maupun pelaku usaha dalam menekuni budi daya udang vaname atau udang putih Pasifik.

"Selain hasil panen optimal, berbagai kendala selama melakukan budi daya udang bisa diminimalisir dengan standardisasi," ujarnya dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Jumat (18/6/2021).

Pernyataan tersebut Trenggono sampaikan saat meninjau Instalasi Tambak Percobaan (ITP) Punaga di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat.

Untuk diketahui, instalasi tersebut ada di bawah naungan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) serta Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP).

Baca juga: Dukung 3 Program Prioritas Menteri KKP, BRSDM Luncurkan Buku Kampung Perikanan Budi Daya

Dalam kesempatan itu, Trenggono menjelaskan, pihaknya akan mengeluarkan standarisasi sebagai acuan dalam mengelola tambak super-intensif.

“Misal standarisasi kadar keasaman (pH) air, ukuran kolam, padat tebar, termasuk supply energinya. Kami akan teliti terlebih dahulu. Selama waktu penelitian, maka akan diberikan toleransi sampai kami mendapat hasil paling optimal untuk disampaikan ke masyarakat dan industri," katanya saat berdialog dengan peneliti di lokasi tambak.

Trenggono berharap, standarisasi pengelolaan tambak udang super-intensif akan dapat dioperasikan pada 2022 mendatang.

Dengan demikian, tambak tersebut dapat dipakai sebagai acuan oleh masyarakat maupun pelaku usaha dalam menekuni tambak udang super-intensif.

Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Pelaku Usaha Bikin Produk Ramah Lingkungan

Menurut Trenggono, teknik budi daya merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan produksi udang di masa depan.

"Bagaimana tidak, dengan teknologi super-intensif hasil panen bisa berkali-kali lipat lebih banyak dari hasil produksi tambak udang konvensional, semi intensif maupun intensif,” ucapnya.

Trenggono mencontohkan, dari hasil panen per hektar (ha), tambak super-intensif bisa mencapai 40 ton per tahun.

Tak hanya itu, operasional tambak juga lebih ramah lingkungan. Sebab, sudah dilengkapi dengan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL).

Baca juga: Atasi Pencemaran Bengawan Solo, Ganjar Beri Waktu Setahun Pelaku Industri Perbaiki Sistem IPAL

"Kalau flow atau alur budi daya sudah bagus, maka air bisa diambil dari laut, lalu masuk tandon, kemudian melalui proses penyaringan lagi. Setelah itu, baru masuk ke kolam budidaya. Dengan adanya IPAL, maka prosesnya pun tidak akan mencemari laut," ujar Trenggono.

Selain standarisasi pengelolaan, ia meminta jajarannya menghitung lebih detail biaya produksi udang per kilogram (kg) untuk ukuran kolam tertentu.

Perhitungan tersebut, sebut Trenggono, sangat penting guna menarik pelaku usaha agar minat berinvestasi. Hal ini termasuk memudahkan mereka dalam menjalankan kegiatan budidaya udang vaname super-intensif.

"Jadi detail biaya produksi harus dihitung lagi sampai mendapatkan harga yang ideal," ujarnya.

Baca juga: Pupuk Organik, Solusi Petani Hemat Biaya Produksi di Masa Pandemi

Tingkatkan pertumbuhan ekonomi

Terkait budi daya tambak udang super-intensif, Trenggono meyakini, kegiatan tersebut dapat berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional.

KKP sendiri siap membantu masyarakat dari sisi infrastruktur maupun pinjaman permodalan.

Oleh karenanya, Trenggono optimistis, budi daya tambak udang super-intensif dapat segera diterapkan untuk segmentasi industri maupun rumah tangga.

"Kalau bisa dijalankan tahun 2021, sehingga tahun 2022 kami punya standar. Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya bisa segera mengimplementasikannya ke masyarakat.
Termasuk kolam bundar (budi daya skala rumah tangga). Kemudian akan kami buatkan instalasinya. Wah, kalau bisa terwujud akan sejahtera ini," ujarnya.

Baca juga: Dorong Produktivitas Budidaya Perikanan di Pasaman, KKP Galakkan Program Pakan Mandiri

Pada umumnya, spesifikasi tambak udang super-intensif meliputi kawasan supratidal, central drain yang terkoneksi dengan collector drain, kincir, blower, blower, automatic feeder, hingga IPAL dengan volume 30 persen dari total kapasitas tambak.

Dalam kegiatan tersebut, Trenggono turut meninjau satu per satu sarana dan prasarana tambak Instalasi Tambak Percobaan Punaga.

Didampingi Kepala BRSDM KKP Sjarief Widjaja, pejabat eselon I KKP, serta perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda) Takalar, ia juga menyaksikan panen parsial di salah satu tambak.

Untuk tambak super-intensif di ITP Takalar sendiri terdapat 12 kolam. Masing-masing kolam memiliki luas 1000 meter persegi dengan padat tebar benur 500-1.000 ekor.

Baca juga: Industri Tambak Udang di Bangka Menggeliat, Permintaan Listrik Ikut Melonjak

Pada kolam dengan padat tebar 500 ekor per meter persegi, hasil produksinya bisa mencapai 5 ton per kolam per siklus.

Sementara itu, untuk padat tebar 1.000 ekor mampu menghasilkan produksi mencapai 10 ton per kolam per siklus.

PenulisDwi Nur Hayati
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Dukung Ekonomi Biru, Kementerian KP Dorong Riset Olahan Rumput Laut Nirlimbah
Dukung Ekonomi Biru, Kementerian KP Dorong Riset Olahan Rumput Laut Nirlimbah
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak
Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Ajak Pemerintah Vietnam Perangi Penyelundupan Benih Lobster
Kementerian KP Ajak Pemerintah Vietnam Perangi Penyelundupan Benih Lobster
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Mudahkan Nelayan Tangkap Ikan, Kementerian KP Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara
Mudahkan Nelayan Tangkap Ikan, Kementerian KP Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Jaga Keberlanjutan Ikan Banyar, Kementerian KP Lakukan Riset dengan Analisis Otolith
Jaga Keberlanjutan Ikan Banyar, Kementerian KP Lakukan Riset dengan Analisis Otolith
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Konsumsi Ikan, Kementerian KP Gelar Pelatihan Pengolahan Camilan Berbahan Ikan
Tingkatkan Konsumsi Ikan, Kementerian KP Gelar Pelatihan Pengolahan Camilan Berbahan Ikan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bioplastik dari Rumput Laut Jadi Solusi Alternatif Atasi Pencemaran Laut
Bioplastik dari Rumput Laut Jadi Solusi Alternatif Atasi Pencemaran Laut
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesia Gandeng Australia Kembangkan Kerja Sama Perikanan Budi Daya
Indonesia Gandeng Australia Kembangkan Kerja Sama Perikanan Budi Daya
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Akademisi dan Pengusaha Nilai Peraturan Pengelolaan Lobster Sudah Benar
Akademisi dan Pengusaha Nilai Peraturan Pengelolaan Lobster Sudah Benar
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Produksi Perikanan Tangkap Tunjukkan Tren Positif di Tengah Pandemi Covid-19
Produksi Perikanan Tangkap Tunjukkan Tren Positif di Tengah Pandemi Covid-19
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Dorong Masyarakat Selayar Kembangkan Budidaya MSF
Kementerian KP Dorong Masyarakat Selayar Kembangkan Budidaya MSF
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Terbitkan Buku “Potret Garam Nasional,” Kementerian KP Berupaya Dorong Kemandirian Garam Nasional
Terbitkan Buku “Potret Garam Nasional,” Kementerian KP Berupaya Dorong Kemandirian Garam Nasional
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Resmi, Menteri KP Larang Penggunaan Alat Tangkap Ikan yang Rusak Ekologi Laut
Resmi, Menteri KP Larang Penggunaan Alat Tangkap Ikan yang Rusak Ekologi Laut
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Optimalkan Hasil Panen Udang, KKP akan Buat Standarisasi Pengelolaan Tambak Super-Insentif
Optimalkan Hasil Panen Udang, KKP akan Buat Standarisasi Pengelolaan Tambak Super-Insentif
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung 3 Program Prioritas Menteri KKP, BRSDM Luncurkan Buku
Dukung 3 Program Prioritas Menteri KKP, BRSDM Luncurkan Buku "Kampung Perikanan Budi Daya"
Kementerian Kelautan dan Perikanan