Gelar Pelatihan Budi Daya Ikan Air Tawar, KKP Tekankan pada 2 Metode Utama

Amalia Purnama Sari
Kompas.com - Selasa, 25 Mei 2021
Pelatihan pembesaran ikan air tawar di Kabupaten Cilacap pada 22-23 Mei 2021. Pelatihan ini diinisasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal dan diikuti sekitar 100 peserta yang merupakan pembudidaya ikan dari seluruh Kabupaten Cilacap.DOK. Humas KKP Pelatihan pembesaran ikan air tawar di Kabupaten Cilacap pada 22-23 Mei 2021. Pelatihan ini diinisasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal dan diikuti sekitar 100 peserta yang merupakan pembudidaya ikan dari seluruh Kabupaten Cilacap.

KOMPAS.com – Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan (Puslatluh) Kelautan dan Perikanan (KP) Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan, pelatihan pembesaran ikan air tawar oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Cilacap menitikberatkan pada dua hal.

Dua hal tersebut, yakni aplikasi probiotik untuk menjaga kualitas air dan manajemen pakan ikan.

Menurutnya, masih banyak pembudidaya masih belum paham akan cara kerja probiotik dalam pengembangbiakkan ikan air tawar. Inilah yang menyebabkan penggunaanya menjadi kurang efektif.

“Probiotik bisa meningkatkan nilai gizi pakan, perbaikan enzim untuk pencernaan, menghambat patogen, membantu pertumbuhan, serta meningkatkan respon imun dan kualitas perairan budi daya,” jelasnya dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (25/5/2021).

Baca juga: KKP Proses Hukum 92 Kapal Pencuri Ikan Sepanjang 2021

Selanjutnya adalah manajemen ikan. Menurut Lilly, biaya produksi budi daya ikan seringkali didominasi oleh pakan, yakni sebesar 70-80 persen dari total biaya produksi.

“Biaya pakan menuntut pembudidaya untuk mawas diri dalam memilih kualitas pakan yang digunakan. Ilmu mereka perlu ditingkatkan, agar ikan bisa tumbuh dengan optimal,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, pakan berkualitas tinggi yakni memiliki komposisi zat gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

“Selain nilai gizi, perlu diperhatikan juga bentuk dan ukuran pas untuk ikan yang dipelihara,” katanya.

Lilly melanjutkan, sistem budi daya ikan memang selalu mengalami tren baru setiap tahunnya. Sistem saat ini pun menjadi lebih efektif dan efisien dengan adanya bioflok serta recirculating aquaculture system (RAS).

Baca juga: KKP Tangkap 92 Kapal Ikan Ilegal, 22 di Antaranya Berbendera Asing

Lewat berbagai sistem yang sudah mutakhir, ia berharap pelatihan dari KKP untuk masyarakat di Cilacap bisa meningkatkan rasa ingin tahu mereka akan berbagai teknologi terkini budi daya ikan air tawar.

“Teknologi kian berkembang sehingga pembudidaya harus bisa mengikuti. Fokus pada efisiensi dan efektivitas dengan produktivitas tinggi dan biaya produksi seminimal mungkin. Akan lebih baik apabila para pembudidaya di Kabupaten Cilacap mulai mengambil sejumlah langkah untuk mengadopsi sistem-sistem terbaru,” terangnya.

Pernyataan Lilly tersebut disampaikan dalam pelatihan pembesaran ikan air tawar di Kabupaten Cilacap pada 22-23 Mei 2021 lalu dengan metode blended online sesuai protokol kesehatan (prokes) yang berlaku.

Pelatihan itu difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal dan diikuti oleh 100 peserta yang merupakan pembudidaya ikan di Kabupaten Cilacap.

Baca juga: Ponsel Meledak Saat Berkendara hingga Tabrak Pedagang, Pegawai KKP Jadi Tersangka

Adanya pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen KKP untuk mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Seperti diketahui, saat ini terdapat kecenderungan overfishing pada sektor perikanan.

Hal ini kemudian memaksa usaha budi daya ikan air tawar untuk terus berkembang dalam meningkatkan produksi sebagai substitusi ikan laut.

Program pelatihan itu pun sejalan dengan arahan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dalam menggenjot Tiga Program Prioritas KKP 2021-2024 sebagai terobosan dalam pelaksanaan program sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Beberapa program yang termasuk di dalamnya, yakni pengembangan perikanan budi daya untuk peningkatan ekspor serta pembangunan kampung-kampung perikanan budi daya tawar, payau, dan laut berbasis kearifan lokal.

Baca juga: Perkuat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, KKP Tingkatkan SDM Pembelajaran Jarak Jauh

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan dapat menumbuhkembangkan perikanan budi daya di daerah melalui integrasi hulu ke hilir, sehingga terbentuk kampung-kampung perikanan yang mengangkat potensi dan keunggulan di sektor perikanan.

Sebelum menggelar pelatihan di Cilacap, KKP juga berhasil menyelenggarakan pelatihan diversifikasi olahan ikan di Manado pada 20-22 Mei 2021 melalui BP3 Bitung.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Manado dan 30 peserta yang tersebar di sembilan kecamatan.

Alternatif ikan laut

Pelatihan pembesaran ikan air tawar di Kabupaten Cilacap pada 22-23 Mei 2021. Pelatihan ini diinisasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal dan diikuti sekitar 100 peserta yang merupakan pembudidaya ikan dari seluruh Kabupaten Cilacap.DOK. Humas KKP Pelatihan pembesaran ikan air tawar di Kabupaten Cilacap pada 22-23 Mei 2021. Pelatihan ini diinisasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal dan diikuti sekitar 100 peserta yang merupakan pembudidaya ikan dari seluruh Kabupaten Cilacap.

Ditemui secara terpisah, Kepala Badan Riset dan SDM (BRSDM) KP Sjarief Widjaja memaparkan, menurut laporan dari Badan Pangan Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO), pada 2021, konsumsi ikan per kapita penduduk dunia mencapai 19,6 kilogram (kg) per tahun dengan tingkat konsumsi ikan laut tertinggi.

Baca juga: KKP Kembali Buka Penerimaan Peserta Didik Vokasi, Simak Syarat dan Jalurnya

Tingkat konsumsi ikan laut berlebihan bukanlah hal yang baik. Sebab, para peneliti dunia meramalkan, apabila tidak ada perubahan model produksi, usaha perikanan tangkap akan mengalami penurunan dan ikan laut akan semakin sulit didapatkan pada masa mendatang.

“Meski konsumsi saat ini lebih banyak di sektor ikan laut, tapi pada tahun-tahun berikutnya ikan tawar akan menjadi alternatif baru yang menyalip produksi perikanan tangkap. Ini karena supply ikan laut terus berkurang sementara demand konsumsi terus meningkat,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pelatihan pembesaran ikan air tawar penting dilakukan untuk menambah wawasan dan kompetensi para pembudidaya agar bisa meningkatkan usahanya.

Sjarief menjelaskan, dalam pelatihan itu, peserta dibekali dengan berbagai materi terstruktur dari hulu ke hilir, dimulai dari persiapan wadah dan media penebaran benih, manajemen pakan, kualitas air, kesehatan ikan dan udang, serta diakhiri dengan materi pemanenan.

Baca juga: KKP Mulai Penyidikan Dua Kapal Berbendera Malaysia yang Diduga Lakukan Ilegal Fishing di Selat Malaka

Ia menjelaskan, angka konsumsi ikan (AKI) di Kabupaten Cilacap sendiri masih tergolong rendah, yakni 36 kg per kapita per tahun.

Nilai tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan AKI Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sebesar 33 kg per kapita per tahun dan AKI nasional sebesar 54 kg per kapita per tahun.

Namun, meski demikian, Sjarief optimistis pelatihan kali ini dapat meningkatkan minat masyarakat dalam mengonsumsi ikan.

Sikap ini sejalan dengan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) yang juga tengah didorong oleh pemerintah.

Ia pun berpesan kepada para pembudidaya untuk tidak menjual semua hasil ikan-ikan yang diproduksi. Sebab, mereka perlu menempatkan konsumsi ikan untuk rumah tangga sendiri.

Baca juga: Di Hadapan Perwakilan ASEAN dan Jepang, KKP Perkenalkan E-Jaring

“Ikan itu punya nutrisi yang bagus untuk tubuh karena mengandung protein tinggi nonkolesterol, asam amino, dan omega 3 yang memperkuat kerja otak. Kandungan dalam ikan juga berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh di masa pandemi Covid-19,” pesannya.

Menimpali pernyataan Sjarief, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sunarna menyampaikan bahwa potensi perikanan di Kabupaten Cilacap sangatlah berlimpah. Namun, sebagian besar belum dimanfaatkan dengan maksimal.

Padahal, sebut dia, Kabupaten Cilacap memiliki dua balai produksi benih ikan air tawar yang dapat mendukung kegiatan budi daya.

Menurutnya, jika bisa dimanfaatkan dengan baik, pembudidaya dapat menekan biaya produksi dan memaksimalkan usaha.

Baca juga: KKP Izinkan Kapal Ikan Eks Asing Beroperasi di Laut RI, Begini Ketentuannya

“Ikan ini merupakan komoditas dengan daya jual stabil, selalu diminati pasar, terutama di masa pandemi Covid-19 ketika masyarakat ingin memenuhi nutrisi mereka,” tutur pria yang juga turut menginisiasi pelatihan di Kabupaten Cilacap tersebut.

Ia pun berharap, melalui pelatihan itu, para pembudidaya dapat memanfaatkan ilmu dan pengalaman sebaik-baiknya, sehingga sektor perikanan bisa terus eksis dan berkembang guna meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Cilacap.

PenulisAmalia Purnama Sari
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Menteri Trenggono Minta Politeknik Kementerian KP Perkuat Potensi Wirausaha Peserta Didik
Menteri Trenggono Minta Politeknik Kementerian KP Perkuat Potensi Wirausaha Peserta Didik
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Jaga Sektor Kelautan dan Perikanan, Menteri KP Bekali BROL Jembrana dengan Teknologi Mumpuni
Jaga Sektor Kelautan dan Perikanan, Menteri KP Bekali BROL Jembrana dengan Teknologi Mumpuni
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Minat Konsumsi Ikan, Kementerian KP Gelar Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan di Kapuas Hulu
Tingkatkan Minat Konsumsi Ikan, Kementerian KP Gelar Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan di Kapuas Hulu
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dukung Ekonomi Biru, Kementerian KP Dorong Riset Olahan Rumput Laut Nirlimbah
Dukung Ekonomi Biru, Kementerian KP Dorong Riset Olahan Rumput Laut Nirlimbah
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak
Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Ajak Pemerintah Vietnam Perangi Penyelundupan Benih Lobster
Kementerian KP Ajak Pemerintah Vietnam Perangi Penyelundupan Benih Lobster
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Mudahkan Nelayan Tangkap Ikan, Kementerian KP Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara
Mudahkan Nelayan Tangkap Ikan, Kementerian KP Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Jaga Keberlanjutan Ikan Banyar, Kementerian KP Lakukan Riset dengan Analisis Otolith
Jaga Keberlanjutan Ikan Banyar, Kementerian KP Lakukan Riset dengan Analisis Otolith
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Tingkatkan Konsumsi Ikan, Kementerian KP Gelar Pelatihan Pengolahan Camilan Berbahan Ikan
Tingkatkan Konsumsi Ikan, Kementerian KP Gelar Pelatihan Pengolahan Camilan Berbahan Ikan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bioplastik dari Rumput Laut Jadi Solusi Alternatif Atasi Pencemaran Laut
Bioplastik dari Rumput Laut Jadi Solusi Alternatif Atasi Pencemaran Laut
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Indonesia Gandeng Australia Kembangkan Kerja Sama Perikanan Budi Daya
Indonesia Gandeng Australia Kembangkan Kerja Sama Perikanan Budi Daya
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Akademisi dan Pengusaha Nilai Peraturan Pengelolaan Lobster Sudah Benar
Akademisi dan Pengusaha Nilai Peraturan Pengelolaan Lobster Sudah Benar
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Produksi Perikanan Tangkap Tunjukkan Tren Positif di Tengah Pandemi Covid-19
Produksi Perikanan Tangkap Tunjukkan Tren Positif di Tengah Pandemi Covid-19
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian KP Dorong Masyarakat Selayar Kembangkan Budidaya MSF
Kementerian KP Dorong Masyarakat Selayar Kembangkan Budidaya MSF
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Terbitkan Buku “Potret Garam Nasional,” Kementerian KP Berupaya Dorong Kemandirian Garam Nasional
Terbitkan Buku “Potret Garam Nasional,” Kementerian KP Berupaya Dorong Kemandirian Garam Nasional
Kementerian Kelautan dan Perikanan