Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar, Kemendikbud Luncurkan "PINTAR"

Kompas.com - 28/09/2018, 11:32 WIB
Alek Kurniawan,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) bersama Tanoto Foundation meluncurkan program Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran (PINTAR) di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Adapun tujuan program tersebut fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Caranya dengan mengedepankan pengembangan praktik pembelajaran, manajemen dan kepemimpian sekolah dan mendukung Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) dalam mendidik calon guru.

“Ada dua tantangan utama pendidikan di Indonesia yang harus kita tangani secepatnya, yakni akses pendidikan dan kualitas pendidikan,” ujar Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad saat memberikan sambutan di peluncuran PINTAR.

Khusus untuk masalah kualitas pendidikan, lanjut Hamid, persoalan tidak hanya muncul di pendidikan dasar saja, tapi juga di pendidikan menengah dan jenjang seterusnya.

“Indonesia bisa dikatakan sukses dalam hal schooling, tetapi kita masih kurang pada bagian learning. Dalam hal ini kaitannya dengan sistem pengajaran di dalam kelas yang dinilai masih belum merata,” lanjut Hamid.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad dan Dewan Pembina Tanoto Foundation, Belinda Tanoto meluncurkan program PINTAR di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (28/9/2018)KOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad dan Dewan Pembina Tanoto Foundation, Belinda Tanoto meluncurkan program PINTAR di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (28/9/2018)

Melihat fakta tersebut, Tanoto Foundation selaku yayasan filantropi yang fokus pada sektor pendidikan pun berinisiatif mendukung pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan program PINTAR.

Selain menggandeng Kementerian Pendidikan, Tanoto Foundation juga bekerja sama dengan Kementerian Agama, Kemenriset Dikti, serta pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten dan kota.

Ada empat sektor utama yang menjadi fokus program ini, di antaranya pembelajaran di kelas, pengembangan manajemen sekolah, peningkatan kemampuan pemerintah daerah, serta membantu tingkatkan kualitas pendidikan calon guru.

“Program PINTAR merupakan pengembangan dari program Pelita Pendidikan yang sudah kami laksanakan sebelumnya. Untuk tahun 2018 ini, program PINTAR sudah menjangkau 14 daerah dan 10 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di 5 Provinsi. Kemudian, untuk tahun depan kami akan melanjutkan program ini ke 30 daerah lainnya,” ungkap Dewan Pembina Tanoto Foundation, Belinda Tanoto.

Lebih lanjut, program PINTAR ini juga akan menyoroti masalah literasi dasar sebagai fondasi sebuah pendidikan. Hamid mengatakan bahwa kemampuan literasi dasar seperti membaca, menulis, dan menghitung adalah kunci utama pendidikan dasar.

“Kualitas pendidikan literasi dasar di Indonesia harus segera ditingkatkan. Sebab, jika tidak akan ada ketimpangan sosial dan pelajar sebagai generasi penerus bangsa juga harus didukung penuh agar bisa berkompetisi dan berkolaborasi dengan negara lain di masa depan,” pungkas Hamid.

Terkini Lainnya
Kemendikbud Selesai Evaluasi Ormas untuk Program Organisasi Penggerak

Kemendikbud Selesai Evaluasi Ormas untuk Program Organisasi Penggerak

Ditjen GTK Kemdikbud
Begini Perjuangan Kepala Sekolah SD Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Begini Perjuangan Kepala Sekolah SD Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Ditjen GTK Kemdikbud
Nadiem Sebut “Guru Penggerak” Bakal Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan Indonesia

Nadiem Sebut “Guru Penggerak” Bakal Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan Indonesia

Ditjen GTK Kemdikbud
Sambut Tahun Ajaran Baru saat Pandemi, Kemendikbud Luncurkan Seri Webinar

Sambut Tahun Ajaran Baru saat Pandemi, Kemendikbud Luncurkan Seri Webinar

Ditjen GTK Kemdikbud
Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan Keluarga

Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan Keluarga

Ditjen GTK Kemdikbud
Program Kemitraan, Upaya Mendikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan

Program Kemitraan, Upaya Mendikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Ditjen GTK: Sistem Zonasi Wujud Kemerdekaan di Dunia Pendidikan

Ditjen GTK: Sistem Zonasi Wujud Kemerdekaan di Dunia Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Mendikbud Sebut Kualitas Guru Cerminan Standar Nasional Pendidikan

Mendikbud Sebut Kualitas Guru Cerminan Standar Nasional Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Anak Usia Dini Dilatih Berpikir Kritis, Apa Bisa?

Anak Usia Dini Dilatih Berpikir Kritis, Apa Bisa?

Ditjen GTK Kemdikbud
Warna-warni Pakaian Adat saat Upacara HUT RI di Kemendikbud

Warna-warni Pakaian Adat saat Upacara HUT RI di Kemendikbud

Ditjen GTK Kemdikbud
Mendikbud Muhadjir: Guru adalah Kunci Perbaikan Kualitas SDM

Mendikbud Muhadjir: Guru adalah Kunci Perbaikan Kualitas SDM

Ditjen GTK Kemdikbud
Guru Berprestasi, Guru yang Memerdekakan

Guru Berprestasi, Guru yang Memerdekakan

Ditjen GTK Kemdikbud
Pengabdian Guru di Daerah Terpencil dan Tertinggal Akan Diapresiasi Kemdikbud

Pengabdian Guru di Daerah Terpencil dan Tertinggal Akan Diapresiasi Kemdikbud

Ditjen GTK Kemdikbud
Tingkatan Kualitas Pendidik, Kemdikbud Gelar Pemilihan Guru Berprestasi

Tingkatan Kualitas Pendidik, Kemdikbud Gelar Pemilihan Guru Berprestasi

Ditjen GTK Kemdikbud
Di Era Revolusi Industri 4.0, Peran Guru Tak Tergantikan, Tapi..

Di Era Revolusi Industri 4.0, Peran Guru Tak Tergantikan, Tapi..

Ditjen GTK Kemdikbud
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com