Guru Ujung Tombak Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013

Kompas.com - 01/07/2018, 00:50 WIB
Kurniasih Budi

Penulis

JAKARTAKOMPAS.com - Keberhasilan penerapan Kurikulum 2013 ditentukan oleh guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan. Namun, sosok yang utama dalam penerapan kurikulum itu adalah guru.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyoroti bahwa pemahaman dan kesiapan ketiganya dalam menerapkan kurikulum 2013 pada proses pembelajaran menjadi kunci utama keberhasilan implementasi Kurikulum 2013.

Guru dengan dukungan penuh kepala sekolah dan bantuan profesional dari pengawas sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik.

“Kehadiran guru yang profesional dan memahami serta menguasai kecakapan abad 21 memegang peranan penting dalam mewujudkan peserta didik yang cerdas, tangguh, mandiri dan mampu bersaing dengan bangsa lain di dunia dengan tetap menjunjung tinggi budaya dan karakter bangsa,” kata Sekretaris Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan E. Nurzaman.

(Baca: Mendikbud: Kurikulum yang Sesungguhnya adalah Para Guru)

Pemerintah menegaskan guru merupakan penentu utama dalam mempersiapkan peserta didik untuk mampu menghadapi tantangan besar abad 21.

Dengan mengimplementasikan Kurikulum 2013, guru dan tenaga kependidikan di sekolah harus mampu mempersiapkan peserta didik menjadi sumber daya manusia yang handal agar mampu bersaing di masa depan.

Untuk itu, guru sebagai pendidik bersama tenaga kependidikan di sekolah dituntut untuk mampu mengimplementasikan Kurikulum 2013 dengan mengembangkan kecakapan abad 21 dalam proses pembelajarannya.

Penerapan Kurikulum 2013

Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Hamid Muhammad mengatakan seluruh sekolah akan menerapkan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2018/2019Dok. Humas Kemendikbud Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Hamid Muhammad mengatakan seluruh sekolah akan menerapkan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2018/2019

Pemerintah telah menerapkan Kurikulum 2013 secara bertahap mulai tahun pelajaran 2014/2015.

Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Hamid Muhammad menegaskan menegaskan bahwa seluruh sekolah wajib menerapkan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2018/2019.

Plt. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Hamid Muhammad mengatakan, saat ini terdapat sekitar 78.000 sekolah yang memasuki tahap akhir implementasi Kurikulum 2013.

"Tahun ini adalah tahun terakhir pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013. Tahun ini semua sekolah harus menggunakan Kurikulum 2013 tanpa kecuali," kata Hamid dalam pernyataan tertulis, Sabtu (30/6/2018).

(Baca: Tahun Ajaran Baru, Sekolah Wajib Terapkan Kurikulum 2013)

Pendampingan sekolah penerima bantuan akan dilaksanakan mulai Agustus sampai Desember 2018.

Pendampingan itu untuk memperkuat pemahaman mengenai Kurikulum 2013 berikut perubahannya di lapangan, serta membantu mengatasi berbagai kendala yang muncul pada saat pelaksanaan kurikulum tersebut di sekolah.

Tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan juga meningkatkan kapasitas para guru, kepala sekolah (KS), dan pengawas sekolah (PS) dalam memahami dan menerapkan kurikulum 2013 melalui pelatihan.

“Guru sasaran yang dilatih mencapai sekira 500.000 orang berasal dari 78.891 sekolah,” kata Hamid.

Kecakapan abad 21

Peran guru dalam menerapkan Kurikulum 2013 memang berbeda dengan kurikulum lainnya.

Dulu, guru berfungsi sebagai pengajar. Tapi, saat ini guru harus menjadi fasilitator pembelajaran dengan mengintegrasikan kecakapan abad 21 selama proses pembelajaran.

Pengembangan kecakapan abad 21 dalam pembelajaran merupakan Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam implementasi Kurikulum 2013.

Nura Uma Annisa, guru komputer TK Islam Al-Azhar 22 Semarang, mendampingi anak muridnya dalam menggunakan tablet dan laptop untuk belajar, Selasa (17/12/2013)oik yusuf/ kompas.com Nura Uma Annisa, guru komputer TK Islam Al-Azhar 22 Semarang, mendampingi anak muridnya dalam menggunakan tablet dan laptop untuk belajar, Selasa (17/12/2013)

Untuk itu guru hendaknya memahami dan mampu mengembangkan kecakapan abad 21 dalam proses pembelajaran yang meliputi 3 hal, yakni:

1. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

2. Kompetensi 4 C

3. Kecakapan literasi dasar

Pendidikan karakter

Sejumlah siswa SD saat memainkan angklung di Saung Angklung Predator Fun Park di Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (16/11/2017)KOMPAS.com / Andi Hartik Sejumlah siswa SD saat memainkan angklung di Saung Angklung Predator Fun Park di Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (16/11/2017)

Dalam penerapan Kurikulum 2013, guru berperan mengimplementasikan program penguatan pendidikan karakter (PPK).

Adapun nilai-nilai utama karakter sesuai Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 meliputi nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.

Nilai-nilai utama karakter itu diterapkan di sekolah dengan berbasis kelas, berbasis budaya sekolah, dan berbasis masyarakat melalui olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olah raga.

Kompetensi 4 C

Selain itu, guru berperan mengembangkan kompetensi 4 C, yang meliputi:

1. Critical thinking and problem solving skills (peningkatan berpikir kritis dan memecahkan masalah),

2. Collaboration skills (keterampilan untuk bekerja sama)

3. Creativity skills (kemampuan untuk berkreasi)

4. Communication skills (kemampuan untuk berkomunikasi)

Gerakan Literasi Dasar

Literasi menjadi sarana siswa dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah.

Literasi juga terkait dengan kehidupan siswa, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya untuk menumbuhkan budi pekerti mulia.

Ilustrasi anak membaca bukuKOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Ilustrasi anak membaca buku

Dalam penerapan Kurikulum 2013, guru juga berperan untuk mengembangkan kemampuan Literasi Dasar, yang meliputi:

1. Literasi Bahasa dan Sastra

2. Literasi Numeracy (Berhitung)

3. Literasi Sains

4. Literasi Digital

5. Literasi Keuangan

6. Literasi Budaya dan Kewarganegaraan.

Terkini Lainnya
Kemendikbud Selesai Evaluasi Ormas untuk Program Organisasi Penggerak

Kemendikbud Selesai Evaluasi Ormas untuk Program Organisasi Penggerak

Ditjen GTK Kemdikbud
Begini Perjuangan Kepala Sekolah SD Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Begini Perjuangan Kepala Sekolah SD Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Ditjen GTK Kemdikbud
Nadiem Sebut “Guru Penggerak” Bakal Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan Indonesia

Nadiem Sebut “Guru Penggerak” Bakal Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan Indonesia

Ditjen GTK Kemdikbud
Sambut Tahun Ajaran Baru saat Pandemi, Kemendikbud Luncurkan Seri Webinar

Sambut Tahun Ajaran Baru saat Pandemi, Kemendikbud Luncurkan Seri Webinar

Ditjen GTK Kemdikbud
Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan Keluarga

Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan Keluarga

Ditjen GTK Kemdikbud
Program Kemitraan, Upaya Mendikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan

Program Kemitraan, Upaya Mendikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Ditjen GTK: Sistem Zonasi Wujud Kemerdekaan di Dunia Pendidikan

Ditjen GTK: Sistem Zonasi Wujud Kemerdekaan di Dunia Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Mendikbud Sebut Kualitas Guru Cerminan Standar Nasional Pendidikan

Mendikbud Sebut Kualitas Guru Cerminan Standar Nasional Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Anak Usia Dini Dilatih Berpikir Kritis, Apa Bisa?

Anak Usia Dini Dilatih Berpikir Kritis, Apa Bisa?

Ditjen GTK Kemdikbud
Warna-warni Pakaian Adat saat Upacara HUT RI di Kemendikbud

Warna-warni Pakaian Adat saat Upacara HUT RI di Kemendikbud

Ditjen GTK Kemdikbud
Mendikbud Muhadjir: Guru adalah Kunci Perbaikan Kualitas SDM

Mendikbud Muhadjir: Guru adalah Kunci Perbaikan Kualitas SDM

Ditjen GTK Kemdikbud
Guru Berprestasi, Guru yang Memerdekakan

Guru Berprestasi, Guru yang Memerdekakan

Ditjen GTK Kemdikbud
Pengabdian Guru di Daerah Terpencil dan Tertinggal Akan Diapresiasi Kemdikbud

Pengabdian Guru di Daerah Terpencil dan Tertinggal Akan Diapresiasi Kemdikbud

Ditjen GTK Kemdikbud
Tingkatan Kualitas Pendidik, Kemdikbud Gelar Pemilihan Guru Berprestasi

Tingkatan Kualitas Pendidik, Kemdikbud Gelar Pemilihan Guru Berprestasi

Ditjen GTK Kemdikbud
Di Era Revolusi Industri 4.0, Peran Guru Tak Tergantikan, Tapi..

Di Era Revolusi Industri 4.0, Peran Guru Tak Tergantikan, Tapi..

Ditjen GTK Kemdikbud
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com