Intip Serunya Bersekolah di Melbourne

Kompas.com - 13/12/2017, 10:05 WIB
Kurniasih Budi

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Siswa menjadi fokus perhatian semua guru di Melbourne, Australia. Dalam kaitannya dengan pendidikan karakter, sekolah memiliki program anti-kekerasan.

Toleransi sangat diutamakan. Siswa ditanamkan tentang pentingnya menjunjung tinggi keberagaman,” kata Kepala Point Cook College Melbourne, Frank Vetere, saat peringatan Hari Guru Nasional, Jumat (24/11/2017).

Ia mengatakan, sekolah yang dipimpinnya memiliki harapan besar terhadap prestasi siswa. Semua guru berkomitmen menjalankan tugas untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

“Kami, para guru sangat fokus kepada pembelajaran bukan yang lain,” kata Frank di depan para kepala sekolah, pengawas sekolah dan guru yang berkumpul di Plaza Insan Berprestasi, Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca: Penguatan Pendidikan Karakter Tak Melulu Soal Akademis

Siswa yang bersekolah di Point Cook College bakal menemui keberagaman. Ada banyak siswa yang berasal dari berbagai bangsa seperti Indonesia, Korea, China, dan India.

Agar siswa saling mengenal, sekolah mengadakan pesta budaya yang menampilkan beragam makanan, tarian dan pakaian dari berbagai negara. “Siswa harus peduli dengan lingkungan dan budaya global,” ujarnya.

Point cook college mengadakan pesta budaya yang menampilkan beragam makanan, tarian, dan pakaian dari berbagai negara. Dengan begitu, anak mengenal keberagaman yang ada di lingkungannya dan belajar toleransi.Dok. Point Cook College Point cook college mengadakan pesta budaya yang menampilkan beragam makanan, tarian, dan pakaian dari berbagai negara. Dengan begitu, anak mengenal keberagaman yang ada di lingkungannya dan belajar toleransi.

Oleh karena itu, Point Cook College menyediakan guru bahasa Indonesia. Selain itu, siswa diajarkan tentang pemahaman berbagai agama seperti Islam, Hindu, Kristen agar mereka saling menghormati.

Cepatnya perubahan

Pada era digital seperti sekarang ini, guru di sekolahnya juga selaku diingatkan untuk mengawasi siswa dalam menggunakan aplikasi.

“Mereka diajari menggunakan internet dan aplikasi dengan penuh kedewasaan,” kata Frank yang sudah berpengalaman menjadi guru sekitar 20 tahun.

Aplikasi terbaru peta digital Google Street View yang dilengkapi teknologi foto 360 derajat. Aplikasi ini dijalankan melalaui sistem operasi Android dan dapat diunduh gratis, Kamis (1/10/2015). KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Aplikasi terbaru peta digital Google Street View yang dilengkapi teknologi foto 360 derajat. Aplikasi ini dijalankan melalaui sistem operasi Android dan dapat diunduh gratis, Kamis (1/10/2015).

Para siswa justru diminta untuk menciptakan video sendiri yang positif, untuk diperkenalkan kepada siswa lain melalui jaringan Internet. Dengan cara ini, siswa terbiasa menikmati tayangan positif.

Sekolah juga selalu mencari masukan kepada siswa demi perbaikan pembelajaran. Dalam riset itu, dipertanyakan kepada siswa antara lain tentang keamanan, perilaku di kelas, kesulitan yang dialami, motivasi siswa, efektivitas guru saat mengajar, dan simpati guru. Hasil riset akan dipakai untuk meningkatkan kualitas guru dan staf.

Sister school

Point Cook College telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan salah satu sekolah di Indonesia yakni SMP 1 Singaraja, Buleleng, Bali sebagai sister school.

Kepala SMP 1 Singaraja, Ni Putu Karnadhi menilai, siswa-siswanya memperoleh pengalaman berharga berkat adanya kerjasama dengan  Point Cook College.

Kepala Point Cook College Melbourne Frank Vetere membagikan pengalamannya mengajar di hadapan kepala sekolah dan pengawas sekolah saat peringatan Hari Guru Nasional di Kantor Kemendikbud, Jumat (24/11/2017)Dok. Humas Ditjen GTK Kemendikbud Kepala Point Cook College Melbourne Frank Vetere membagikan pengalamannya mengajar di hadapan kepala sekolah dan pengawas sekolah saat peringatan Hari Guru Nasional di Kantor Kemendikbud, Jumat (24/11/2017)

“Kami belajar tentang disipilin serta penggunaan gadget yang benar. Di sekolah kami, setelah siswa masuk ke kelas, maka semua handphone dikumpulkan dalam sebuah kotak, sehingga tidak ada siswa yang main HP. Peraturan itu, Saya adopsi dari Point Cook College,” katanya.

Selain menerima siswa Australia dalam rangka pertukaran remaja, siswa SMP1 Singaraja juga sudah pernah berkunjung ke Point Cook College.   

Terkini Lainnya
Kemendikbud Selesai Evaluasi Ormas untuk Program Organisasi Penggerak

Kemendikbud Selesai Evaluasi Ormas untuk Program Organisasi Penggerak

Ditjen GTK Kemdikbud
Begini Perjuangan Kepala Sekolah SD Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Begini Perjuangan Kepala Sekolah SD Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Ditjen GTK Kemdikbud
Nadiem Sebut “Guru Penggerak” Bakal Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan Indonesia

Nadiem Sebut “Guru Penggerak” Bakal Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan Indonesia

Ditjen GTK Kemdikbud
Sambut Tahun Ajaran Baru saat Pandemi, Kemendikbud Luncurkan Seri Webinar

Sambut Tahun Ajaran Baru saat Pandemi, Kemendikbud Luncurkan Seri Webinar

Ditjen GTK Kemdikbud
Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan Keluarga

Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan Keluarga

Ditjen GTK Kemdikbud
Program Kemitraan, Upaya Mendikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan

Program Kemitraan, Upaya Mendikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Ditjen GTK: Sistem Zonasi Wujud Kemerdekaan di Dunia Pendidikan

Ditjen GTK: Sistem Zonasi Wujud Kemerdekaan di Dunia Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Mendikbud Sebut Kualitas Guru Cerminan Standar Nasional Pendidikan

Mendikbud Sebut Kualitas Guru Cerminan Standar Nasional Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Anak Usia Dini Dilatih Berpikir Kritis, Apa Bisa?

Anak Usia Dini Dilatih Berpikir Kritis, Apa Bisa?

Ditjen GTK Kemdikbud
Warna-warni Pakaian Adat saat Upacara HUT RI di Kemendikbud

Warna-warni Pakaian Adat saat Upacara HUT RI di Kemendikbud

Ditjen GTK Kemdikbud
Mendikbud Muhadjir: Guru adalah Kunci Perbaikan Kualitas SDM

Mendikbud Muhadjir: Guru adalah Kunci Perbaikan Kualitas SDM

Ditjen GTK Kemdikbud
Guru Berprestasi, Guru yang Memerdekakan

Guru Berprestasi, Guru yang Memerdekakan

Ditjen GTK Kemdikbud
Pengabdian Guru di Daerah Terpencil dan Tertinggal Akan Diapresiasi Kemdikbud

Pengabdian Guru di Daerah Terpencil dan Tertinggal Akan Diapresiasi Kemdikbud

Ditjen GTK Kemdikbud
Tingkatan Kualitas Pendidik, Kemdikbud Gelar Pemilihan Guru Berprestasi

Tingkatan Kualitas Pendidik, Kemdikbud Gelar Pemilihan Guru Berprestasi

Ditjen GTK Kemdikbud
Di Era Revolusi Industri 4.0, Peran Guru Tak Tergantikan, Tapi..

Di Era Revolusi Industri 4.0, Peran Guru Tak Tergantikan, Tapi..

Ditjen GTK Kemdikbud
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com