Buku Jadi Sarana Pendidikan Karakter Siswa

Kompas.com - 23/11/2017, 18:32 WIB
Kurniasih Budi

Penulis

KOMPAS.com - Pendidikan karakter dan budaya bangsa menjadi agenda prioritas peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan demikian, diperlukan program nyata pada satuan pendidikan yang dapat menginternalisasikan nilai-nilai karakter budaya bangsa ke dalam pendidikan di sekolah.

Adapun tujuan pendidikan karakter di antaranya adalah mengembangkan potensi afeksi peserta didik sebagai manusia, sekaligus warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.

 

Oleh karena itu, dalam upaya pembangunan karakter bangsa diperlukan upaya sungguh-sungguh untuk membangun karakter individu (warga negara). Nilai-nilai yang perlu diinternalisasi pada generasi muda antara lain integritas, mandiri, gotong royong, religius, dan nasionalis.

Baca: Guru Jadi Teladan dalam Membangun Pendidikan Karakter

Salah satu upaya internalisasi yang dilakukan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah menyelenggarakan Lomba Penulisan Naskah Buku untuk Guru Pendidikan Menengah.

Hasil dari lomba itu adalah buku-buku yang bermuatan karakter, yang dapat dijadikan sebagai bahan bacaan bagi para siswa dan guru sekolah menengah.

"Di satu sisi lomba ini adalah ajang peningkatan potensi guru dalam dunia tulis-menulis. Di sisi lain, naskah-naskah hasil lomba ini nantinya dapat diterbitkan sebagai buku bacaan bermuatan nilai-nilai karakter untuk siswa dan guru di sekolah menengah," kata Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah Anas M. Adam, Kamis (23/11/2017).

Baca: Guru Berperan Vital dalam Pendidikan Karakter Siswa

Menurut dia, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, sudah sewajarnya jika seluruh elemen bangsa menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus.

Selain itu, lingkungan pendidikan harus mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, dan berwawasan kebangsaan.

Ia menegaskan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity) merupakan tujuan utama dari bangsa ini

Brigadir Kepala (Bripka) Burhan Bhanin (38), saat mengajar di SD Pararel Natarakade, Desa Karekanduku,  Kecamatan Tanari, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT)Dokumen Rudy Brigadir Kepala (Bripka) Burhan Bhanin (38), saat mengajar di SD Pararel Natarakade, Desa Karekanduku, Kecamatan Tanari, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT)

"Oleh karena itu, Saya menyambut baik program Lomba Penulisan Naskah Buku untuk Guru Pendidikan Menengah yang bertema Melalui Lomba Penulisan Naskah Buku Kita Menghayati Nilai-Nilai Pendidikan Karakter untuk Membentuk Pribadi Manusia Indonesia yang Cerdas, Berbudaya, Mandiri, dan Kompetetif," ujarnya.

Ia berharap, Lomba Penulisan Naskah Buku untuk Guru Pendidikan Menengah ini benar-benar dapat menggali, mengembangkan, dan mendayagunakan potensi menulis di kalangan guru pendidikan menengah, serta dapat memajukan pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Terkini Lainnya
Kemendikbud Selesai Evaluasi Ormas untuk Program Organisasi Penggerak

Kemendikbud Selesai Evaluasi Ormas untuk Program Organisasi Penggerak

Ditjen GTK Kemdikbud
Begini Perjuangan Kepala Sekolah SD Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Begini Perjuangan Kepala Sekolah SD Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Ditjen GTK Kemdikbud
Nadiem Sebut “Guru Penggerak” Bakal Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan Indonesia

Nadiem Sebut “Guru Penggerak” Bakal Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan Indonesia

Ditjen GTK Kemdikbud
Sambut Tahun Ajaran Baru saat Pandemi, Kemendikbud Luncurkan Seri Webinar

Sambut Tahun Ajaran Baru saat Pandemi, Kemendikbud Luncurkan Seri Webinar

Ditjen GTK Kemdikbud
Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan Keluarga

Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan Keluarga

Ditjen GTK Kemdikbud
Program Kemitraan, Upaya Mendikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan

Program Kemitraan, Upaya Mendikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Ditjen GTK: Sistem Zonasi Wujud Kemerdekaan di Dunia Pendidikan

Ditjen GTK: Sistem Zonasi Wujud Kemerdekaan di Dunia Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Mendikbud Sebut Kualitas Guru Cerminan Standar Nasional Pendidikan

Mendikbud Sebut Kualitas Guru Cerminan Standar Nasional Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Anak Usia Dini Dilatih Berpikir Kritis, Apa Bisa?

Anak Usia Dini Dilatih Berpikir Kritis, Apa Bisa?

Ditjen GTK Kemdikbud
Warna-warni Pakaian Adat saat Upacara HUT RI di Kemendikbud

Warna-warni Pakaian Adat saat Upacara HUT RI di Kemendikbud

Ditjen GTK Kemdikbud
Mendikbud Muhadjir: Guru adalah Kunci Perbaikan Kualitas SDM

Mendikbud Muhadjir: Guru adalah Kunci Perbaikan Kualitas SDM

Ditjen GTK Kemdikbud
Guru Berprestasi, Guru yang Memerdekakan

Guru Berprestasi, Guru yang Memerdekakan

Ditjen GTK Kemdikbud
Pengabdian Guru di Daerah Terpencil dan Tertinggal Akan Diapresiasi Kemdikbud

Pengabdian Guru di Daerah Terpencil dan Tertinggal Akan Diapresiasi Kemdikbud

Ditjen GTK Kemdikbud
Tingkatan Kualitas Pendidik, Kemdikbud Gelar Pemilihan Guru Berprestasi

Tingkatan Kualitas Pendidik, Kemdikbud Gelar Pemilihan Guru Berprestasi

Ditjen GTK Kemdikbud
Di Era Revolusi Industri 4.0, Peran Guru Tak Tergantikan, Tapi..

Di Era Revolusi Industri 4.0, Peran Guru Tak Tergantikan, Tapi..

Ditjen GTK Kemdikbud
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com