Pendidikan Karakter dan Keteladanan Guru Jadi Tema Utama Hari Guru

Kompas.com - 23/11/2017, 07:16 WIB
Kurniasih Budi

Penulis


KOMPAS.com - Pendidikan karakter dan keteladanan guru menjadi tema utama dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2017. Dua frasa tersebut selaras dengan salah satu kebijakan prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yaitu Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang menempatkan guru sebagai aktor utama dalam implementasi PPK.

Tema HGN 2017 adalah “Membangun Pendidikan Karakter melalui Keteladanan Guru”. Adapun HGN diperingati 25 November setiap tahunnya.

Melalui tema tersebut, Kemendikbud mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan suasana sekolah seperti pemikiran Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara.

Baca: Guru Berperan Vital dalam Pendidikan Karakter Siswa

“Guru itu menjadi suri tauladan ke peserta didiknya. Kemudian filosofi pendidikan kita itu kan dari Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang mengedepankan empat pilar pendidikan karakter, yaitu olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga. Guru juga menjadi sosok yang memperlihatkan sisi kepemimpinan dalam memberikan batas-batas kepada siswanya, ini boleh, ini tidak boleh. Itulah keteladanan guru,” ujar Kepala Subdirektorat Perencanaan Kebutuhan, Peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Elvira dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (23/11/2017).

Guru juga diharapkan menjadi sosok yang mampu membangkitkan sifat-sifat baik lainnya, seperti memiliki etos kerja, sportif, dan disiplin. Hal ini menjadi bagian dari penanaman karakter.

“Sebenarnya pendidikan karakter dari dulu sudah ada, tapi sekarang konsep itu harus menjadi pembiasaan baik dari kelas, budaya sekolah, dan lingkungan rumah, yaitu dari orangtua. Jadi bagaimana rasa dari Ki Hajar Dewantara itu harus semakin lagi diaplikasikan oleh para guru kita,” tambah Elvira.

Ekspresi anak-anak SD Islam Dian Didaktika saat sekolahnya dinyatakan lolos di babak final Lomba Paduan Suara Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Pal Merah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2017).KOMPAS.com/Dian Reinis Kumampung Ekspresi anak-anak SD Islam Dian Didaktika saat sekolahnya dinyatakan lolos di babak final Lomba Paduan Suara Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Pal Merah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2017).

Peringatan HGN 2017 diisi dengan rangkaian kegiatan, seperti lomba inovasi pembelajaran, lomba pengelolaan satuan pendidikan, penulisan naskah buku, simposium, dan lokakarya.

Berbagai lomba yang diadakan untuk guru dan tenaga kependidikan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan program stimulan kepada mereka untuk terus terpacu meningkatkan diri sebagai pendidik.

“Dalam lomba inovasi pembelajaran, karya guru-guru kita itu betul-betul sesuatu yang tidak kita prediksikan. Guru-guru itu sudah sangat inovatif, terutama dari guru-guru di daerah, terobosannya banyak,” ujarnya.

Baca: Guru Garis Depan Merajut Indonesia dari Pinggiran


Melalui peringatan HGN, Elvira berharap guru-guru Indonesia mampu menjadi pendidik yang berkarakter dan contoh baik bagi siswa. Dengan contoh yang baik itu, guru dapat menghasilkan siswa yang pintar, memiliki etika, sopan santun, dan siap menghadapi tantangan abad 21.  

“Dan Saya tahu, guru-guru kita adalah guru-guru yang keren, yang mulia karena karya dan semuanya itu akan terus menjadi spirit untuk guru-guru kita menjalankan tugasnya sehari-hari. Selamat Hari Guru, karena di tangan para guru-lah disiapkan pemimpin-pemimpin masa depan,” katanya.

Terkini Lainnya
Kemendikbud Selesai Evaluasi Ormas untuk Program Organisasi Penggerak

Kemendikbud Selesai Evaluasi Ormas untuk Program Organisasi Penggerak

Ditjen GTK Kemdikbud
Begini Perjuangan Kepala Sekolah SD Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Begini Perjuangan Kepala Sekolah SD Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Ditjen GTK Kemdikbud
Nadiem Sebut “Guru Penggerak” Bakal Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan Indonesia

Nadiem Sebut “Guru Penggerak” Bakal Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan Indonesia

Ditjen GTK Kemdikbud
Sambut Tahun Ajaran Baru saat Pandemi, Kemendikbud Luncurkan Seri Webinar

Sambut Tahun Ajaran Baru saat Pandemi, Kemendikbud Luncurkan Seri Webinar

Ditjen GTK Kemdikbud
Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan Keluarga

Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan Keluarga

Ditjen GTK Kemdikbud
Program Kemitraan, Upaya Mendikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan

Program Kemitraan, Upaya Mendikbud Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Ditjen GTK: Sistem Zonasi Wujud Kemerdekaan di Dunia Pendidikan

Ditjen GTK: Sistem Zonasi Wujud Kemerdekaan di Dunia Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Mendikbud Sebut Kualitas Guru Cerminan Standar Nasional Pendidikan

Mendikbud Sebut Kualitas Guru Cerminan Standar Nasional Pendidikan

Ditjen GTK Kemdikbud
Anak Usia Dini Dilatih Berpikir Kritis, Apa Bisa?

Anak Usia Dini Dilatih Berpikir Kritis, Apa Bisa?

Ditjen GTK Kemdikbud
Warna-warni Pakaian Adat saat Upacara HUT RI di Kemendikbud

Warna-warni Pakaian Adat saat Upacara HUT RI di Kemendikbud

Ditjen GTK Kemdikbud
Mendikbud Muhadjir: Guru adalah Kunci Perbaikan Kualitas SDM

Mendikbud Muhadjir: Guru adalah Kunci Perbaikan Kualitas SDM

Ditjen GTK Kemdikbud
Guru Berprestasi, Guru yang Memerdekakan

Guru Berprestasi, Guru yang Memerdekakan

Ditjen GTK Kemdikbud
Pengabdian Guru di Daerah Terpencil dan Tertinggal Akan Diapresiasi Kemdikbud

Pengabdian Guru di Daerah Terpencil dan Tertinggal Akan Diapresiasi Kemdikbud

Ditjen GTK Kemdikbud
Tingkatan Kualitas Pendidik, Kemdikbud Gelar Pemilihan Guru Berprestasi

Tingkatan Kualitas Pendidik, Kemdikbud Gelar Pemilihan Guru Berprestasi

Ditjen GTK Kemdikbud
Di Era Revolusi Industri 4.0, Peran Guru Tak Tergantikan, Tapi..

Di Era Revolusi Industri 4.0, Peran Guru Tak Tergantikan, Tapi..

Ditjen GTK Kemdikbud
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com