Demi Transformasi Digital, Menkomdigi Fokus pada 3 Pilar Utama Ini

Kompas.com - 31/12/2024, 17:02 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid telah mengarahkan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkomdigi) pada tiga pilar utama, yakni konektivitas bermakna, ekosistem digital yang memberdayakan, dan ruang digital yang aman dan berdaulat.

Pilar yang dijalankan dalam dua bulan masa kepemimpinannya tersebut merupakan bentuk komitmen Kemenkomdigi dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045

Sebagai langkah pertama, Meutya memprioritaskan penguatan konektivitas bermakna, yaitu memastikan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, termasuk yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dapat mengakses teknologi dengan mudah dan merasakan manfaatnya. 

“Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembangunan lebih dari 120 menara base transceiver station (BTS) di Papua, yang diharapkan dapat menjangkau 1.000 desa terpencil pada 2025,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (31/12/2024).

Baca juga: Presiden Prabowo Resmikan Flyover Madukoro Karya WIKA, Dorong Konektivitas dan Kemajuan Ekonomi

Meutya juga menekankan pentingnya konektivitas di wilayah yang terkena dampak bencana, seperti letusan Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada November 2024.

Untuk mengatasi bencana tersebut, operator seluler diminta untuk memberikan kuota internet gratis bagi warga terdampak agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan dan komunikasi.

Konektivitas inklusif adalah kunci keadilan digital. Semua masyarakat, tanpa terkecuali, harus merasakan manfaat dari teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan,” imbuh Meutya.

Transformasi digital yang berkelanjutan memerlukan dukungan ekosistem digital yang inovatif dan memberdayakan. 

Baca juga: Ekosistem Digital Makin Canggih, Bank Mandiri dan KAI Hadirkan Pembayaran Nontunai

Di bawah kepemimpinan Meutya, Kemenkomdigi meluncurkan program Digital Talent Scholarship (DTS), yang telah melatih lebih dari 100.000 talenta digital pada 2024. 

Fokus pelatihan meliputi bidang-bidang yang krusial, seperti kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan analitik data. 

Pada 2025, Kemenkomdigi menargetkan peningkatan peserta menjadi 200.000, dengan perhatian khusus pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Selain itu, Kemenkomdigi juga meluncurkan program UMKM Click & Grow, yang bekerja sama dengan Shopee dan TikTok, untuk membantu UMKM mengadopsi teknologi digital.

Baca juga: Riset Media Sosial 2024: TikTok Paling Populer

“Sektor UMKM adalah ujung tombak ekonomi digital Indonesia. Kami ingin memastikan mereka tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh pada era transformasi ini,” ucap Meutya.

Menjaga ruang digital yang aman

Keamanan ruang digital juga menjadi prioritas utama bagi Kemenkomdigi. Dalam dua bulan pertama kepemimpinannya, lebih dari 250.000 konten judi online (judol) telah diblokir, ribuan rekening bank ilegal ditutup, dan akun-akun influencer yang mempromosikan aktivitas ilegal ditindak tegas. 

Dalam hal tersebut, Kemenkomdigi bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa ruang digital tetap aman untuk digunakan oleh masyarakat.

“Ruang digital harus bersih dari aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat. Kami memastikan bahwa ruang digital yang aman adalah prioritas untuk melindungi anak-anak dan keluarga,” kata Meutya.

Baca juga: Kemenkomdigi Gelar Fun Run Kampanyekan Pemberantasan Judol

Sebagai langkah perlindungan lebih lanjut, Kemenkomdigi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) sedang menyusun regulasi Tata Kelola Perlindungan Anak dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik (TKPAPSE) untuk memastikan penggunaan layanan digital sesuai dengan usia anak.

Selain memperkuat kebijakan domestik, Meutya juga mendorong kerja sama dengan negara-negara global, seperti Jerman dan Jepang untuk mempercepat pengembangan teknologi di Indonesia. 

Kemenkomdigi bekerja sama dengan negara-negara seperti Jerman dan Jepang untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem digital global. 

Kolaborasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknologi Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan digital dunia.

Baca juga: Tips Sukses Mencari Pekerjaan Remote di Era Digital

Transformasi digital yang diusung oleh Kemenkomdigi tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur teknologi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.

Meutya optimis bahwa melalui langkah-langkah konkret tersebut, Indonesia akan menjadi negara yang disegani dalam bidang digital pada 2045.

“Transformasi digital adalah jalan menuju Indonesia Emas. Kami berkomitmen memastikan setiap langkah membawa manfaat nyata bagi masyarakat, dari konektivitas yang inklusif hingga ekosistem digital yang memberdayakan,” tuturnya.

Terkini Lainnya
Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi
Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Komdigi
Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Komdigi
Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Komdigi
Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Komdigi
Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Komdigi
Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Komdigi
Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Komdigi
Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Komdigi
Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Komdigi
Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Komdigi
PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

Komdigi
Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Komdigi
Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Komdigi
Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Komdigi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com