Dukung Regenerasi Wastra Indonesia, Dekranas Hadirkan Kriyanusa 2024

Kompas.com - 26/08/2024, 21:41 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) akan menampilkan karya-karya perajin muda dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2024.

Acara tersebut merupakan bagian dari upaya Dekranas untuk mendukung regenerasi wastra Indonesia, yaitu kain tradisional yang sarat makna budaya Nusantara.

Dengan mengusung tema "Perajin Muda Lestarikan Warisan Budaya," Kriyanusa 2024 akan digelar dari Rabu (28/8/2024) hingga Minggu (1/9/2024) di Hall A dan B JCC Senayan. Pameran tahunan ini bertujuan untuk melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan keragaman produk kerajinan Indonesia.

Ketua Pelaksana Kriyanusa 2024 Yanti Isfandiary Airlangga mengungkapkan bahwa pameran tersebut merupakan platform untuk memperkenalkan karya perajin muda yang baru pertama kali tampil.

Baca juga: Perajin Piala di Semarang Banjir Pesanan Jelang 17 Agustus, Sehari Jual 100 Buah

"Kami melakukan kurasi yang sangat ketat untuk memastikan hanya perajin muda pemula yang terpilih. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan karya unggul mereka kepada masyarakat," jelasnya dalam konferensi pers di Press Room Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta Pusat, Senin (26/8/2024).

Yanti menambahkan bahwa banyak generasi muda yang menghasilkan karya berkualitas tinggi.

Menurutnya, Kriyanusa 2024 dapat memberikan peluang untuk memperkenalkan karya-karya tersebut secara lebih luas.

"Ini adalah kesempatan pertama untuk mengkurasi karya-karya mereka dan menampilkan keunggulan yang mungkin belum banyak diketahui," tutur Yanti.

Baca juga: BUMN Karya Beradu Mekanik di IKN, Siapa Penguasanya?

Perpaduan karya perajin muda dengan desainer fesyen

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Pelaksana Kriyanusa 2024 Elizabeth Thohir menjelaskan bahwa pameran tersebut juga memadukan wastra karya perajin muda dengan kreativitas desainer fesyen, sehingga melahirkan produk yang unik, kreatif, dan sesuai dengan tren kekinian.

"Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan membina penenun muda agar lebih giat melestarikan budaya kita," ujarnya.

Elizabeth berharap bahwa pameran tersebut dapat menarik minat lebih banyak generasi muda untuk berkunjung dan terlibat dalam melestarikan wastra Indonesia.

Baca juga: Industri Kerajinan Harus Beradaptasi di Era Digital, dari Desain hingga Pemasaran

Selain menampilkan produk kerajinan, Pameran Kriyanusa 2024 juga akan menyuguhkan penampilan artis-artis ternama dan kuliner nusantara bagi pengunjung.

Sementara itu, Ketua Acara Harian Kriyanusa 2024 Sri Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa acara tersebut dirancang untuk menghibur pengunjung dengan berbagai pertunjukan dan kuliner.

"Kami ingin menarik pengunjung dengan hiburan yang berkualitas serta kesempatan untuk berbelanja," ujarnya.

Sri juga menambahkan bahwa pameran tersebut akan dihadiri oleh perwakilan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dari seluruh Indonesia.

Baca juga: Wastra Kalteng Pukau JF3 2024, Ketua Dekranasda Kalteng Berikan Apresiasi Tinggi

"Kami berharap akan ada kolaborasi yang saling menguntungkan antara perajin dari berbagai daerah. Ini juga akan mencakup business matching, di mana perajin dari berbagai wilayah bisa berkolaborasi dan bertransaksi," jelasnya.

Promosi kegiatan Kriyanusa 2024

Di sisi lain, Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas Dina Budi Arie mengungkapkan bahwa promosi Kriyanusa 2024 akan digencarkan melalui media sosial (medsos).

"Sesuai dengan tema Kriyanusa 2024, kami dari bidang humas dan promosi telah merancang strategi promosi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mengingat bahwa anak muda sangat dekat dengan medsos dan gadget," jelasnya.

Baca juga: Agar Tak Timbulkan Konflik, Hati-hati Saat Update di Medsos

Dina menjelaskan bahwa salah satu platform utama yang akan digunakan untuk menyebarluaskan informasi tentang kegiatan dan agenda pameran adalah TikTok.

Selain itu, promosi Kriyanusa 2024 juga akan dilakukan melalui media konvensional, seperti baliho dan media luar ruang lainnya.

"Kami juga promosi melalui berbagai saluran media yang ada. Dekranas telah memulai penggunaan TikTok sejak tahun ini (2024) untuk meningkatkan jangkauan promosi," tutur Dina.

Terkini Lainnya
Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi
Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Komdigi
Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Komdigi
Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Komdigi
Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Komdigi
Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Komdigi
Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Komdigi
Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Komdigi
Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Komdigi
Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Komdigi
Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Komdigi
PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

Komdigi
Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Komdigi
Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Komdigi
Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Komdigi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com