Hadir di DEMM, Indonesia Dukung Kolaborasi Global Wujudkan Transformasi Digital

Kompas.com - 20/08/2023, 13:26 WIB
Tim Konten,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Melanjutkan Pertemuan Kelompok Kerja Ekonomi Digital (Digital Economy Working Group/DEWG), sebanyak sembilan undangan, tujuh organisasi internasional, dan anggota G20 menggelar Pertemuan Tingkat Menteri bidang Ekonomi Digital (Digital Economy Ministers Meeting/DEMM).

Pada kesempatan tersebut, masing-masing negara dan organisasi internasional menyampaikan pandangannya terhadap isu prioritas yang menjadi bagian dalam dokumen akhir dari rangkaian pertemuan DEWG.

Sebagai informasi, terdapat tiga isu prioritas yang dihasilkan dari pertemuan DEWG. Isu tersebut adalah Digital Public Infrastructure (DPI) for digital inclusion and innovation, building safety, security, resilience, and trust in the digital economy, dan Digital Skilling for building a global future ready workforce.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia diwakili oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie hadir sebagai delegasi sekaligus anggota Troika Presidensi G20 India.

Ia turut didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba, Staf Khusus Menkominfo Sarwoto Atmosutarno, dan Kepala Pusat Kelembagaan Internasional Kementerian Kominfo Ichwan Nasution.

Sebagai perwakilan Indonesia, Budi menyampaikan intervensi terhadap ketiga isu priotitas. Pada isu prioritas pertama, Indonesia menyampaikan masukan terkait ruang fleksibilitas setiap negara mengembangkan digital public infrastructure (DPI) sesuai kebutuhan, kondisi dan tingkat perkembangan ekonomi masing-masing negara.

Indonesia juga mendorong pemanfaatan DPI yang difokuskan di dalam negeri, tanpa menutup kemungkinan mengembangkan DPI yang bersifat lintas negara.

Terkait dengan isu prioritas kedua, Indonesia menyadari, keamanan merupakan komponen penting dalam ekonomi digital.

Dalam intervensinya, Budi menyampaikan, isu ini juga menjadi bagian dalam pembahasan pada Presidensi Indonesia 2022.

Menurutnya, DEWG berhasil mengumpulkan praktik banyak Anggota G20 mengenai keamanan digital yang menjadi faktor kunci mendukung kelangsungan bisnis, terutama bagi usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, salah satu isu yang krusial bagi Indonesia adalah pelindungan untuk anak dalam ruang digital.

Bersamaan dengan keterlibatan Indonesia dalam G20, Indonesia juga terlibat dalam pembahasan mengenai keamanan siber melalui ASEAN Cybersecurity Coordinating Committee selama Kepemimpinan Indonesia dalam Kepresidenan ASEAN 2023.

Selanjutnya, pada isu prioritas ketiga, Indonesia menyambut baik usulan Presidensi India melakukan perbandingan kecakapan digital antar negara. Indonesia melalui Kemenkominfo terus berkomitmen melaksanakan program pengembangan kecakapan digital secara komprehensif di tiga tingkatan.

Seluruh program penyiapan SDM digital dilakukan dengan berkolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan dari akademisi, pelaku industri, organisasi masyarakat sipil, serta instansi pemerintah terkait.

Lebih lanjut, Budi juga menyampaikan apresiasinya kepada Presidensi G20 India dan menyambut kolaborasi antarnegara.

“Indonesia berterima kasih atas kepemimpinan India dan menantikan kolaborasi di masa mendatang di antara anggota G20 untuk mewujudkan masa depan digital yang tangguh, aman, dan inklusif untuk semua, di mana tidak ada seorangpun yang tertinggal,” ujar Budi dikutip dari rilis resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (20/8/2023).

Terkini Lainnya
Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi
Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Komdigi
Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Komdigi
Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Komdigi
Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Komdigi
Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Komdigi
Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Komdigi
Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Komdigi
Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Komdigi
Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Komdigi
Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Komdigi
PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

Komdigi
Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Komdigi
Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Komdigi
Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Komdigi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com