Gandeng Manggarai Barat, Kemenkominfo Targetkan 20.000 Warga NTT Jadi Talenta Digital

Kompas.com - 11/12/2021, 09:57 WIB
Y A Sasongko,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dalam rangka mengembangkan talenta digital Tanah Air, Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo) menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Kabalitbang SDM) Kemenkominfo Hary Budiarto mengatakan, penyelenggaraan program Digital Talent Scholarship (DTS) menargetkan 20.000 warga NTT cakap digital hingga 2024.

“Pemkab Manggarai Barat diminta Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) Johnny G Plate meningkatan talenta digital warga NTT terkait literasi digital, talenta digital, dan digital leadership,” ujar Hary dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (11/12/2021).

Hal itu dikatakan Hary usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balitbang SDM) Kemenkominfo dengan Pemkab Manggarai Barat untuk pelaksanaan program DTS Tahun 2022 di NTT, Jumat (10/12/2021).

Baca juga: Lewat Knowledge Hub, Kemenkominfo Bantu Tingkatkan Pemanfaatan Ruang Digital

Sementara, pada 2022, lanjut Hary, 5.000 orang Manggarai Barat ditargetkan telah memiliki kecakapan digital.

Di antara target 20.000 orang itu, terdapat pelatihan yang ditujukan mengasah kompetensi digital aparatur sipil negara (ASN).

“Kami sedang menyiapkan hal itu, terutama untuk ASN melalui Government Transformation Academy (GTA). Penyusunan materi melibatkan Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Ditjen Aplikasi Informatika (LAIP Ditjen Aptika),” jelasnya.

Dalam GTA-DTS, peserta pelatihan akan belajar menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dengan menggunakan aplikasi Super Apps Desa.

Baca juga: Menkominfo Paparkan Roadmap Indonesia Digital 2021-2024

“Kami ajarkan bagaimana masyarakat desa atau aparat pemerintahan desa yang berada di wilayah di Kabupaten Manggarai Barat mampu menerapkan SPBE menggunakan aplikasi Super Apps Desa,” terangnya.

Tak hanya itu saja, Balitbang SDM Kemenkominfo juga membuka pelatihan untuk guru sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Adapun pelatihan tersebut diberikan melalui Thematic Academy serta menggunakan aplikasi yang disiapkan oleh Direktorat LAIP Ditjen Aptika tentang pelaksanaan ujian dengan metode virtual school.

“Pelatihan tersebut akan kami terapkan di Kabupaten Manggarai Barat,” kata Hary.

Baca juga: Bali Masuk Tahap Pertama Analog Switch Off pada 30 April 2022

Pelaksanaan pelatihan nantinya akan berlangsung secara daring dan luring. Peserta akan dapat mengakses super apps yang terhubung dengan cloud sehingga dapat diakses di mana pun.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan training of trainer (ToT) pelatihan teknis bidang teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) bagi pengajar serta pelatihan dan sertifikasi bagi mahasiswa dan lulusan information technology (IT).

“Jadi, ToT-nya juga mengajak tenaga-tenaga lokal yang ada di sini, seperti alumnus perguruan tinggi, dosen, atau mahasiswa semester akhir di bidang IT. Mereka diberikan pelatihan untuk membantu bagaimana mengimplementasikan program DTS bagi masyarakat desa,” jelasnya.

Sertifikasi kompetensi

Hary menjelaskan, program DTS merupakan beasiswa talenta digital dari Kemenkominfo untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan daya saing di bidang teknologi Informasi.

Baca juga: Menkominfo Paparkan 3 Isu Prioritas Presidensi G20 Indonesia 2022

Melalui program tersebut, Kemenkominfo juga memberikan peluang mengikuti sertifikasi nasional dan internasional bagi peserta yang memenuhi syarat.

“Ada pelatihan pendidikan yang bersertifikasi yang kami laksanakan, seperti program Profesional Academy yang berisikan materi-materi pembelajaran tentang revolusi industri 4.0.

Pasalnya, imbuh Hary, Manggarai Barat merupakan salah satu kawasan yang ditunjuk menjadi daerah super prioritas pariwisata.

“Jadi, semuanya harus menggunakan sarana sarana digital,” jelasnya.

Baca juga: Demi Pelayanan Publik Transparan dan Efektif, Pemerintah Hadirkan Sistem e-Government

Adapun program pelatihan dan sertifikasi yang bisa dipilih terbagi dalam empat akademi, yaitu Profesional Academy (Pro A), Fresh Graduate Academy (FGA), Talent Scouting Academy (TSA), dan Vocational School Graduate Academy (VSGA).

“Kerja sama tersebut dimulai pada Januari 2022 dan Bupati Kabupaten Manggarai Barat sudah berkomitmen untuk melaksanakan pelatihan tersebut,” imbuhnya.

Melalui TSA, Kemenkominfo juga melatih mahasiswa yang bisa memanfaatkan hasil pelatihan untuk dikonversi menjadi jumlah angka kredit semester yang akan diambil.

“Selain itu, ada pula sebagian yang rekan-rekan dari Balitbang yang harus ikut traning juga, lalu ada yang lokal di sini harus training juga supaya nanti kalau ada masalah bisa diselesaikan secara lokal,” paparnya.

Baca juga: Percepat Target Vaksinasi, Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok Vaksin

Kerja sama dengan 10 pemda

Hary mengatakan, selain dengan Pemkab Manggarai Barat, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan sepuluh pemerintah daerah.

Pemda tersebut di antaranya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung, Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkal Pinang, Pemkab Pamekasan, Magetan, dan Bandar Lampung.

“Kemudian, Pemprov Kalimantan Selatan yang didalamnya termasuk Pemkot Banjarbaru, Pemkot Banjarmasin, dan Pemkab Banjar,” jelasnya.

Kemenkominfo juga menjalin kerja sama dengan Pemkota Bitung dan Pemkab Minahasa.

Baca juga: Manfaatkan Momentum Presidensi G20, Menkominfo Ajak Pelaku Industri e-Health Kolaborasi

“Untuk Pemkot Manado, kemarin ada permintaan. Begitu pula dengan Pemkab Cirebon. Barusan saya terima pesan Whatsapp, Bupati Cirebon minta untuk bekerja sama dengan Kemenkominfo. Kemudian, untuk daerah Pesisir Barat Pemprov Lampung dan Tangerang Selatan,” tuturnya.

Terkini Lainnya
Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi
Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Komdigi
Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Komdigi
Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Komdigi
Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Komdigi
Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Komdigi
Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Komdigi
Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Komdigi
Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Komdigi
Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Komdigi
Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Komdigi
PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

Komdigi
Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Komdigi
Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Komdigi
Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Komdigi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com