Tak Hanya Cegah Covid-19, Pola Hidup Sehat juga Cegah Stunting

Kompas.com - 06/05/2020, 17:47 WIB
Anggara Wikan Prasetya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Salah satu cara mencegah penyebaran coronavirus disease 2019 ( Covid-19) adalah melalui pola hidup sehat.

Nyatanya, pola hidup sehat tak hanya gencar dikampanyekan saat wabah Covid-19 melanda Indonesia. Jauh hari sebelumnya, pemerintah sudah gencar mengampanyekannya.

Hal itu karena pola hidup sehat memiliki banyak manfaat, bahkan sebelum ada Covid-19. Salah satu manfaatnya adalah mencegah stunting.

Stunting adalah gagal tumbuh pada balita karena kekurangan gizi kronis dalam kurun waktu yang lama. Faktor penyebabnya salah satunya adalah pola hidup tidak sehat.

Baca juga: Polisi Minta Kemkominfo Blokir 218 Akun Medsos yang Diduga Sebarkan Hoaks dan Hate Speech

Pola hidup sehat yang kami kampanyekan dalam rangka pencegahan stunting selaras dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19”, kata Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemkominfo) Widodo Muktiyo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/5/2020).

Menurut dia, penting untuk mengedukasi masyarakat saat ini agar paham dan bisa mencegah penyebaran Covid-19, sekaligus pencegahan stunting secara bersamaan dengan cara penerapan pola hidup sehat.

Salah satu contoh pola hidup sehat yang saat ini tengah dikampanyekan adalah kebiasaan mencuci tangan.

“Kami telah lakukan sosialisasi dalam rangka kampanye pencegahan sunting. Nyatanya, cuci tangan juga menjadi salah satu upaya penghambat penyebaran Covid-19 karena kebanyakan penularannya melalui perantara tangan,” kata Widodo.

Baca juga: 367 Kasus Baru Covid-19 di 22 Provinsi, Pulau Jawa Masih Signifikan

Ia pun berpedapat bahwa hasil jangka pendek dari penerapan pola hidup sehat adalah mencegah penyebaran Covid-19 dan jangka panjangnya mencegah stunting.

Terkait pencegahan stunting, pemerintah juga memberdayakan masyarakat melalui gerakan sosial 3P (pahami, peduli, dan partisipasi).

Gerakan itu mulai dari peduli dengan kondisi balita di lingkungan sekitar, memahami seputar stunting, hingga partisipasi untuk memberikan informasi yang benar kepada keluarga mereka.

Penerapan pola hidup sehat di NTB

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah setuju dengan penerapan pola hidup sehat untuk mencegah stunting dan penyebaran Covid-19.

Menurut dia, pola hidup sehat bisa dilakukan dengan menerapkan hidup yang bersih, lingkungan bersih, dan konsumsi makanan bergizi.

“Apalagi dengan kondisi saat ini menghadapi pandemi Covid-19, menerapkan pola hidup sehat sangat penting agar masyarakat terhindar dan memutus rantai penyebarannya,” kata Zulkieflimansyah.

Di NTB sendiri, tercatat ada 285 pasien positif Covid-19. Sebanyak 46 di antaranya sembuh dan 4 meninggal dunia.

Baca juga: Dodol Daun Kelor dari Garut Disebut Anti Stunting, Mau Coba?

Kebiasaan masyarakat, imbuh Gubernur NTB, mulai berubah, seperti rajin menjaga kebersihan, rajin cuci tangan, dan menerapkan physical distancing.

Ia mengharapkan partisipasi tokoh masyarakat untuk mengampanyekan pola hidup sehat untuk memutus penyebaran Covid-19.

Adapun terkait penceganan stunting, Zulkieflimansyah mengaku telah lama menjalankan gerakan 3P.

Supaya masyarakat memiliki pemahaman yang benar, tumbuh kepedulian, dan terdorong berperan, berpartisipasi menjadi pelopor untuk mencegah stunting sekaligus memutus penularan Covid-19," ujar dia.

Baca juga: Kasus 22 Anak di NTB Terinfeksi Covid-19 dari Orangtua, Ini Penjelasannya

Imbauan menerapkan pola hidup sehat ini dilakukan, terutama bagi jajaran ASN Pemprov NTB. Kampanye stunting juga makin gencar, mengingat NTB termasuk daerah yang tinggi angka penderita stunting.

Terkini Lainnya
Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi
Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Komdigi
Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Komdigi
Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Komdigi
Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Komdigi
Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Komdigi
Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Komdigi
Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Komdigi
Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Komdigi
Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Komdigi
Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Komdigi
PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

Komdigi
Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Komdigi
Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Komdigi
Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Komdigi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com