Ke Berlin, Menkominfo Buktikan RI Aktif dalam Pergaulan TI Global

Kompas.com - 25/11/2019, 20:36 WIB
Anggara Wikan Prasetya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) RI, Johnny Gerrard Plate bertolak ke Berlin, Senin (25/11/2019).

Kedatangan Menkominfo ke ibu kota negara Jerman itu adalah menghadiri forum 14th Annual Meeting of Internet Governance Forum (IGF) 2019 yang digelar pada 25-29 November 2019.

Dengan menghadiri forum itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemkominfo) RI mampu menunjukkan posisi Indonesia yang aktif dalam tata pergaulan teknologi informasi (TI) komunikasi global.

Hal itu dikarenakan Menkominfo berkesempatan menjabarkan kesuksesan tata kelola internet di Indonesia pada forum tersebut.

Baca juga: Menkominfo Bakal Bantu Sri Mulyani Kejar Pajak Netflix

Ia juga akan menjelaskan kebijakan dan strategi dalam hal infrastruktur dan konektivitas, penetrasi internet dan media sosial, ekosistem ekonomi digital, serta isu pengelolaan internet di Indonesia.

“Indonesia merupakan salah satu negara pengguna Internet terbesar di dunia,” ujar Johnny dalam keterangan tertulisnya.

Ia melanjutkan, Indonesia juga sukses membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan ekonomi digital baru dunia.

“Pengalaman pengelolaan isu infrastruktur, ekonomi digital, literasi digital, regulasi, industri, dan tata kelola internet akan menjadi bahan sharing saya,” ujar Menteri Johnny.

Selain itu, imbuh dia, Indonesia masih memiliki banyak kisah sukses dalam pengelolaan internet untuk kepentingan produktivitas seperti e-commerce hingga hiburan di media sosial.

Faktor kesuksesan tata kelola internet di Indonesia

Menkominfo juga akan berbagai mengenalkan apa saja faktor kesuksesan tata kelola internet di Indonesia. Menurut dia, kesuksesan itu bukan semata karena tingginya jumlah penduduk.

“Ada berbagai strategi dan kebijakan pengembangan teknologi informasi serta komunikasi, berikut ekosistem dan industrinya,” kata Johnny.

Ia juga akan membagikan kisah sukses yang tidak lepas dari hambatan dalam pengembangan infrastruktur jaringan, terutama dalam hal demografis, geografis, dan finansial.

“Kesuksesan tersebut tidak luput dari banyaknya masalah akibat dampak derasnya arus informasi dan transformasi akibat internet dan digitalisasi,” imbuh Menkominfo.

Baca juga: Menkominfo Minta Facebook Perhatikan Kewajiban Pajak di Indonesia

Bukti Indonesia aktif dalam pergaulan TI global juga dikarenakan besarnya pengguna internet.
Menurut data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), ada sekitar 171,17 juta jiwa di Indonesia yang sudah terhubung ke internet pada 2018.

Selain pengguna internet yang besar, Indonesia menurut Johnny juga telah menorehkan catatan rekor dalam perkembangan ekonomi digital.

Forbes bahkan menyebut Indonesia merupakan macan ekonomi digital Asia Tenggara karena perkembangan ekonomi digitalnya.

Agenda Menkominfo di IGF 2019

Agenda Menkominfo di acara IGF 2019 diawali dengan High Level Meeting dalam format Working Breakfast yang diselenggarakan Pemerintah Jerman.

Acara ini dihadiri pejabat dari berbagai negara seperti Australia, Mesir, Perancis, Jepang, Inggris, hingga Arab Saudi, serta Inggris, European Commission, OECD, ITU, UNCTAD, dan UNESCO.

Selanjutnya, Menteri Johnny dijadwalkan menghadiri pertemuan bilateral dengan Deputi Sekretaris Jenderal OECD, Ulrik Knudsen.

Ia pun akan menjadi panelis dalam dua sesi diskusi, yakni tentang Security and Safety, Stability, and Resilience dan Data Governance.

Baca juga: Pesan Mendikbud Nadiem dan Menkominfo Johnny untuk Google Indonesia

Pada puncak IGF 2019, Selasa (26/11/2019), Menkominfo akan pula menjadi salah satu panelis pada sesi Strengthening Digital Ecosystem for Better Digital Inclusion dan Strengthening Digital Transformation through Digital Security.

Di sela-sela forum, ia akan bertemu beberapa mitra pejabat dan stakeholder internet pada sesi High Level Meeting.

Sementara itu, IGF sendiri adalah forum tata kelola internet multistakeholder seluruh dunia yang terdiri dari berbagai profesi dan sektor terkait dunia TI.

Forum ini merupakan inisiatif PBB dalam rangka mewujudkan tata kelola internet yang inklusif dan responsif.

Indonesia juga merupakan salah satu anggota IGF dengan stakeholder dari berbagai kalangan, seperti pendidikan, bisnis, masyarakat sipil dan pemerintahan di dalamnya.

Terkini Lainnya
Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi
Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Komdigi
Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Komdigi
Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Komdigi
Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Komdigi
Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Komdigi
Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Komdigi
Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Komdigi
Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Komdigi
Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Komdigi
Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Komdigi
PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

Komdigi
Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Komdigi
Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Komdigi
Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Komdigi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com