Kementerian PU Pacu Swasembada Pangan lewat Infrastruktur Irigasi dan Bendungan di Jatim

Kompas.com - 30/04/2025, 13:11 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional melalui penguatan infrastruktur irigasi dan pembangunan bendungan, khususnya di Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Hal tersebut disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Provinsi Jawa Timur 2025–2030 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 yang digelar di Surabaya, Selasa (29/4/2025). 

Acara itu juga dihadiri oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.

Dody menegaskan bahwa arah kebijakan Kementerian PU sejalan dengan prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2029. 

Salah satu fokus utama adalah mendukung produktivitas sektor pertanian melalui penyediaan dan perbaikan infrastruktur air.

Baca juga: Infrastruktur Air Minum IKN Terbaik di Indonesia, Bisa Direplikasi Kota Lain

Untuk mendukung Asta Cita Swasembada Pangan Tahun Anggaran 2025, Kementerian PU telah menjalankan berbagai program strategis. 

“Di antaranya, pelaksanaan komitmen bersama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam intensifikasi penambahan luas tanam seluas 2.087.602 hektar (ha),” ucap Dody melalui siaran persnya, Rabu (30/4/2025).

Selain itu, dilakukan keberlanjutan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi, baik yang menjadi kewenangan pusat melalui DIPA Rekonstruksi 2025, maupun kewenangan daerah melalui pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.

Kementerian PU dan Kementan juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk sinergi antarkementerian. 

MoU tersebut mencakup dukungan penyediaan sarana produksi pertanian (saprodi), alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pelaksanaan pompanisasi di daerah irigasi yang telah direhabilitasi.

Baca juga: Pemerintah Siapkan KUR Rp 300 Triliun, Termasuk untuk Revitalisasi Penggilingan Padi dan Pengadaan Alsintan

“Kolaborasi ini dituangkan dalam buku sinkronisasi program, yang menjadi pedoman bersama dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian nasional,” ujar Menteri Dody.

Tantangan irigasi dan solusi Kementerian PU

Saat ini, lebih dari 50 persen jaringan irigasi di Indonesia berada dalam kondisi rusak.

Namun, alokasi anggaran untuk operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi baru mencapai 37,9 persen dari kebutuhan. Hal ini menjadi tantangan besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025, Kementerian PU memiliki landasan hukum untuk langsung terlibat dalam pembangunan, rehabilitasi, serta pemeliharaan jaringan irigasi yang menjadi kewenangan daerah. 

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi program strategis nasional, termasuk swasembada pangan.

Baca juga: Yakin Swasembada Pangan, Eksponen 98: Dalam 6 Bulan Pemerintahan Prabowo, Kita Kebanjiran Beras

Capaian infrastruktur pertanian di Jatim

Di Jatim, Kementerian PU telah menyelesaikan pembangunan delapan bendungan yang berkontribusi mengairi sekitar 34.688 ha lahan pertanian. 

Beberapa di antaranya adalah Bendungan Tukul, Tugu, Bendo, Semantok, Gongseng, Nipah, dan Bajulmati. 

Sementara itu, pembangunan Bendungan Bagong masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada 2026.

Selain itu, Kementerian PU juga telah merehabilitasi jaringan irigasi di delapan daerah irigasi (DI) seluas 14.908 ha. 

Pemilihan lokasi dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kesiapan lahan, dukungan bendungan, dokumen perencanaan, hingga izin lingkungan.

Baca juga: Kemenperin Tunda Bantuan Sertifikasi Lingkungan IKM

“Kriteria seperti peningkatan indeks pertanaman (IP) dan readiness criteria menjadi pertimbangan penting dalam penentuan daerah irigasi yang mendapat intervensi,” jelas Dody.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam Musrenbang dapat mempercepat terwujudnya swasembada pangan di Jatim. 

Kementerian PU berkomitmen terus mendukung program prioritas melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis data.

Dalam acara tersebut juga hadir Kepala BBWS Brantas Hendra Ahyadi, Kepala BBPJN Jatim–Bali Gunadi Antariksa, dan Kepala BPPW Jatim Airyn Saputri Harahap.

Terkini Lainnya
Kejar Target 4 Hari Pulihkan Jalan, Kementerian PU Terapkan Sistem Kerja 24 Jam di Aceh Tamiang

Kejar Target 4 Hari Pulihkan Jalan, Kementerian PU Terapkan Sistem Kerja 24 Jam di Aceh Tamiang

Kementerian PU
Peringati Hari Air Sedunia, Kementerian PU Tegaskan Sinergi Stakeholder untuk Swasembada Pangan lewat Pengelolaan Air Berkelanjutan

Peringati Hari Air Sedunia, Kementerian PU Tegaskan Sinergi Stakeholder untuk Swasembada Pangan lewat Pengelolaan Air Berkelanjutan

Kementerian PU
Atasi Banjir secara Permanen, Kementerian PU Percepat Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1

Atasi Banjir secara Permanen, Kementerian PU Percepat Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1

Kementerian PU
Air Jadi Pilar Swasembada Pangan, Kementerian PU Dorong Pembangunan Infrastruktur SDA

Air Jadi Pilar Swasembada Pangan, Kementerian PU Dorong Pembangunan Infrastruktur SDA

Kementerian PU
Kementerian PU Dukung Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu dan Berkelanjutan 2030

Kementerian PU Dukung Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu dan Berkelanjutan 2030

Kementerian PU
Pitching Session di ICI 2025, Kementerian PU Tawarkan 9 Proyek KPBU Senilai Rp 90 Triliun 

Pitching Session di ICI 2025, Kementerian PU Tawarkan 9 Proyek KPBU Senilai Rp 90 Triliun 

Kementerian PU
Menteri PU Jadi Pembicara di ICI 2025 dan Pamerkan Proyek Infrastruktur Strategis

Menteri PU Jadi Pembicara di ICI 2025 dan Pamerkan Proyek Infrastruktur Strategis

Kementerian PU
Kementerian PU Rampungkan Pembangunan Paralympic Training Center Berstandar Internasional di Karanganyar

Kementerian PU Rampungkan Pembangunan Paralympic Training Center Berstandar Internasional di Karanganyar

Kementerian PU
80 Persen Pemda Minta Pembangunan Jalan, Menteri PU Desak Inpres Jalan Daerah Segera Diterbitkan

80 Persen Pemda Minta Pembangunan Jalan, Menteri PU Desak Inpres Jalan Daerah Segera Diterbitkan

Kementerian PU
Di CreatIFF 2025, Menteri PU: Butuh Skema Pembiayaan Inovatif untuk Tutup Funding Gap

Di CreatIFF 2025, Menteri PU: Butuh Skema Pembiayaan Inovatif untuk Tutup Funding Gap

Kementerian PU
Progres Konstruksi Capai 80,69 Persen, Bendungan Mbay Siap Dukung Ketahanan Pangan di NTT

Progres Konstruksi Capai 80,69 Persen, Bendungan Mbay Siap Dukung Ketahanan Pangan di NTT

Kementerian PU
Kementerian PU Pastikan Infrastruktur Pendukung Kawasan Candi Borobodur Berfungsi Optimal

Kementerian PU Pastikan Infrastruktur Pendukung Kawasan Candi Borobodur Berfungsi Optimal

Kementerian PU
Tinjau Pengolahan Sampah Pasuruhan, Menteri PU: Wujudkan Kebersihan DPSP Borobudur sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Tinjau Pengolahan Sampah Pasuruhan, Menteri PU: Wujudkan Kebersihan DPSP Borobudur sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Kementerian PU
Di Exit Meeting BPK 2024, Menteri PU Berkomtimen Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Anggaran

Di Exit Meeting BPK 2024, Menteri PU Berkomtimen Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Anggaran

Kementerian PU
Menteri Dody Pastikan 65 Sekolah Rakyat Siap Rampung Awal Juli 2025

Menteri Dody Pastikan 65 Sekolah Rakyat Siap Rampung Awal Juli 2025

Kementerian PU
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com