Lindungi Pulau Terkecil dan Terluar, Kementerian PUPR Bangun Pengaman Pantai di Natuna

Kompas.com - 10/10/2024, 19:35 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus membangun pengaman pantai di wilayah terluar Indonesia, salah satunya di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. 

Selain menahan ombak, pengaman pantai bermanfaat penting untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia. 

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Daniel mengatakan, pantai di pulau-pulau kecil terluar turut mendukung keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

“Banyak pulau kecil terluar di Kabupaten Natuna yang menghadapi ancaman abrasi serius dan berujung pada hilangnya wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE),” katanya dalam siaran pers, Kamis (10/10/2024).

Salah satu pengaman pantai yang telah dibangun kementerian PUPR berada di Pulau Nipa, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. 

Lokasi pulau yang strategis memungkinkan terjadi sengketa dengan negara tetangga jika tidak dijaga dengan optimal. 

Baca juga: PUPR Serahkan Barang Milik Negara Rp 19,26 Triliun, Menkeu: Contoh Pengelolaan Keuangan yang Transparan

Oleh sebab itu, pemerintah membangun pengaman di sekeliling pulau. Sementara itu, penataan pantai dan pengembangan kawasan ekonomi khusus masih menunggu kebijakan lebih lanjut. 

Di Kabupaten Natuna, ancaman ombak setinggi 9-10 meter (m) dari Laut Cina Selatan menjadi risiko besar bagi pulau-pulau kecil. 

Oleh sebab itu, Ditjen SDA Kementerian PUPR melalui BWS Sumatera IV memperkuat pantai dengan beton untuk melindungi pulau-pulau kecil dari abrasi.

Namun demikian, pembangunan pengaman pantai di pulau kecil terluar tidak terlepas dari tantangan. 

Sebagai contoh, pekerjaan pengaman pantai di Pulau Sebetul sempat terkendala masalah pengiriman material dari Batam dan pasir dari Kalimantan yang memerlukan waktu setidaknya seminggu untuk sampai.  

Saat ini, BWS Sumatera IV berencana menambah panjang revetment (penguatan lereng) untuk Pulau Sebetul sepanjang 250 m.

Baca juga: Jadi Andalan Jokowi, Ini Pencapaian Kementerian PUPR dalam Pembangunan Infrastruktur 

BWS Sumatera IV juga mengusulkan pembangunan pengaman pantai di Pulau Subi Kecil dan Pulau Kepala.

“Masing-masing direncanakan memiliki panjang revetment 300 meter dan 700 meter,” kata Daniel.

Manfaat bagi masyarakat

Hingga pertengahan tahun 2024, BWS Sumatera IV telah menangani pengaman pantai di 11 pulau, sedangkan dua pulau sedang diusulkan dan sembilan pulau belum tertangani. 

Sebanyak 11 pulau yang telah memiliki pengaman pantai adalah Pulau Nipa, Pulau Sekatung, Pulau Pelampong, Pulau Batu Berantai/Berhanti, Pulau Nongsa, Pulau Bintan (Tanjung Sading), Pulau Malang Berdaun, Pulau Berakit, Pulau Sentut, Pulau Semiun, dan Pulau Sebetul.

Jenis konstruksi pengaman pantai berupa revetment dan breakwater (pemecah gelombang). 

Keberadaan infrastruktur itu juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga: Kementerian PUPR Serahkan BMN Senilai Rp 19,26 Triliun, Ini Rinciannya

“Kami merasa terlindungi setelah dibangunnya pengaman pantai yang dapat memecah gelombang laut sehingga risiko abrasi dan kerusakan dapat dicegah,” kata Camat Pulau Laut Bambang Erawan.

Sementara itu, tokoh masyarakat Pulau Laut Junaidi mengatakan, pohon kelapa di sekeliling pantai bisa bertahan lebih kuat sejak ada pengaman pantai. 

Menurutnya, hal itu penting karena kelapa adalah salah satu sumber mata pencaharian warga Pulau Laut. 

Pengaman pantai juga membuat akses jalan tidak mudah tergerus dan menjaga pompong nelayan dari hantaman ombak,” jelas Junaidi.

Manfaat bagi TNI

Pejabat Sementara (Pjs) Komandan Pos Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (Danposal) Pulau Laut Rudi Roto mengatakan, manfaat pengaman pantai sangat besar. 

Baca juga: 10 Tahun Jadi Menteri PUPR, Basuki: Ikhlas dan Happy

Selain menjadi penahan abrasi, infrastruktur tersebut bermanfaat untuk tempat wisata warga.

Rudi mengatakan, timnya kerap berpatroli untuk memastikan keamanan dan keselamatan para nelayan. 

Personel TNI juga berkomunikasi dengan masyarakat sekitar untuk mengedukasi mengenai nasionalisme.

“Kepada nelayan, kami terus mengingatkan mereka tentang kesiapan kapal dan alat keselamatan mengingat kondisi alam yang cenderung ekstrem dan bisa menimbulkan bahaya,” kata Rudi.

TNI Angkatan Darat (AD) juga merasakan manfaat pembangunan pengaman pantai. 

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 08 Pulau Laut, Komando Distrik Militer (Kodim) 0318 Natuna S Sembiring mengatakan, akses ke Pulau Sebetul dulu sulit karena banyak karang. 

Baca juga: PUPR Bakal Fokuskan Pembangunan Tol Trans Sumatera di 5 Tahun ke Depan, Ditargetkan Bisa Tersambung

“Sekarang, kapal nelayan bisa lebih mudah bersandar di pelabuhan,” katanya.

Terkini Lainnya
Tinjau Jalinsum, Dirjen Bina Marga Pastikan Penanganan Jalan Dipercepat

Tinjau Jalinsum, Dirjen Bina Marga Pastikan Penanganan Jalan Dipercepat

Kementerian PU
Kejar Target 4 Hari Pulihkan Jalan, Kementerian PU Terapkan Sistem Kerja 24 Jam di Aceh Tamiang

Kejar Target 4 Hari Pulihkan Jalan, Kementerian PU Terapkan Sistem Kerja 24 Jam di Aceh Tamiang

Kementerian PU
Peringati Hari Air Sedunia, Kementerian PU Tegaskan Sinergi Stakeholder untuk Swasembada Pangan lewat Pengelolaan Air Berkelanjutan

Peringati Hari Air Sedunia, Kementerian PU Tegaskan Sinergi Stakeholder untuk Swasembada Pangan lewat Pengelolaan Air Berkelanjutan

Kementerian PU
Atasi Banjir secara Permanen, Kementerian PU Percepat Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1

Atasi Banjir secara Permanen, Kementerian PU Percepat Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1

Kementerian PU
Air Jadi Pilar Swasembada Pangan, Kementerian PU Dorong Pembangunan Infrastruktur SDA

Air Jadi Pilar Swasembada Pangan, Kementerian PU Dorong Pembangunan Infrastruktur SDA

Kementerian PU
Kementerian PU Dukung Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu dan Berkelanjutan 2030

Kementerian PU Dukung Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu dan Berkelanjutan 2030

Kementerian PU
Pitching Session di ICI 2025, Kementerian PU Tawarkan 9 Proyek KPBU Senilai Rp 90 Triliun 

Pitching Session di ICI 2025, Kementerian PU Tawarkan 9 Proyek KPBU Senilai Rp 90 Triliun 

Kementerian PU
Menteri PU Jadi Pembicara di ICI 2025 dan Pamerkan Proyek Infrastruktur Strategis

Menteri PU Jadi Pembicara di ICI 2025 dan Pamerkan Proyek Infrastruktur Strategis

Kementerian PU
Kementerian PU Rampungkan Pembangunan Paralympic Training Center Berstandar Internasional di Karanganyar

Kementerian PU Rampungkan Pembangunan Paralympic Training Center Berstandar Internasional di Karanganyar

Kementerian PU
80 Persen Pemda Minta Pembangunan Jalan, Menteri PU Desak Inpres Jalan Daerah Segera Diterbitkan

80 Persen Pemda Minta Pembangunan Jalan, Menteri PU Desak Inpres Jalan Daerah Segera Diterbitkan

Kementerian PU
Di CreatIFF 2025, Menteri PU: Butuh Skema Pembiayaan Inovatif untuk Tutup Funding Gap

Di CreatIFF 2025, Menteri PU: Butuh Skema Pembiayaan Inovatif untuk Tutup Funding Gap

Kementerian PU
Progres Konstruksi Capai 80,69 Persen, Bendungan Mbay Siap Dukung Ketahanan Pangan di NTT

Progres Konstruksi Capai 80,69 Persen, Bendungan Mbay Siap Dukung Ketahanan Pangan di NTT

Kementerian PU
Kementerian PU Pastikan Infrastruktur Pendukung Kawasan Candi Borobodur Berfungsi Optimal

Kementerian PU Pastikan Infrastruktur Pendukung Kawasan Candi Borobodur Berfungsi Optimal

Kementerian PU
Tinjau Pengolahan Sampah Pasuruhan, Menteri PU: Wujudkan Kebersihan DPSP Borobudur sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Tinjau Pengolahan Sampah Pasuruhan, Menteri PU: Wujudkan Kebersihan DPSP Borobudur sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Kementerian PU
Di Exit Meeting BPK 2024, Menteri PU Berkomtimen Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Anggaran

Di Exit Meeting BPK 2024, Menteri PU Berkomtimen Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Anggaran

Kementerian PU
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com