Uji Petik DTSEN Dijalankan, Gus Ipul: BPS Akan Bimbing Dinsos dan Pendamping PKH di Daerah

Kompas.com - 27/02/2025, 09:35 WIB
A P Sari,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Sosial ( Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS) bersinergi melaksanakan uji petik dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional ( DTSEN).

Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) Pemutakhiran DTSEN.

"DTSEN sudah selesai, kami sedang melakukan ground check," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan persnya, Kamis (27/2/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Sebagai tindaklanjut MoU, ia mengatakan, Kemensos telah melakukan pertemuan secara online dengan BPS, Dinas Sosial (Dinsos) seluruh Indonesia, dan pendamping Program Keluarga Harapan ( PKH).

Pertemuan itu menandai dimulainya pelatihan bagi semua pihak terkait untuk memulai pelatihan pemutakhiran data.

"Dalam rangka itu, BPS pusat maupun daerah akan membimbing teman-teman (Dinsos dan pendamping PKH) di tingkat daerah," kata Gus Ipul.

Baca juga: Kemensos dan BPS Lakukan Ground Check Keakuratan DTSEN

Ia berharap, data yang dinamis tersebut bisa dijaga konsistensi dan akurasinya, sehingga bantuan sosial ( bansos) bisa disalurkan tepat sasaran.

"Data ini akan jadi pedoman bagi kami untuk menyalurkan bansos pada triwulan II-2025," harap Gus Ipul.

Ia menyampaikan bahwa proses pemutakhiran DTSEN secara rutin dan berkelanjutan akan terus meningkatkan kualitas data. Meski begitu, hal ini diakui memang membutuhkan waktu.

"Kualitas data meningkat, akurasinya juga meningkat," kata Gus Ipul.

Ia pun mewajibkan lebih dari 33.000  pendamping PKH untuk mengikuti pelatihan pemutakhiran DTSEN. Ia memastikan bahwa proses ini akan diawasi secara ketat.

"Ada tes-tes yang kami berikan setelah mengikuti pelatihan ini," imbuh Gus Ipul. 

Ia menjelaskan, terdapat perbedaan selisih penerima DTKS dan DTSEN.

Oleh karenanya, ground check dilakukan untuk memastikan hal tersebut.

Baca juga: INFOGRAFIK: Hoaks Kemensos Salurkan Bansos Melalui Telegram, Ini Bantahannya

"Karena ini diukur ulang, dipadankan dengan data-data lain. Jadi, pasti ada yang keluar dan masuk," tutur Gus Ipul.

Perkuat kolaborasi BPS dan Kemensos 

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, MoU Pemutakhiran DTSEN bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara BPS dan Kemensos.

"Data-data yang dibutuhkan Kemensos akan terus kami siapkan. Kami pastikan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan yang nantinya bisa dimanfaatkan Pak Mensos Gus Ipul dan jajarannya," katanya.

Menurut Amalia, DTSEN akan dimutakhirkan setiap tiga bulan sekali melalui ground check, aplikasi Cek Bansos, dan data-data lainnya.

"Misalnya BPJS kesehatan, kami akan bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kami juga akan terus melakukan rekonsiliasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) juga, karena data Dukcapil (bersifat) dinamis," imbuhnya.

Amalia mengatakan, ground check akan berlangsung sekitar dua minggu. BPS akan memastikan kelengkapan variabel yang perlu didata.

Menurutnya, semakin lengkap variabel,nsemakin baik kualitas data yang dihasilkan.

Baca juga: DWP Kemensos Dorong Pencegahan dan Pengobatan Kanker Sejak Dini

"Sekitar 36 variabel akan dimutakhirkan selama ground check, ini yang akan melengkapi DTSEN. Semakin lengkap variabelnya, semakin baik kualitas data," ucapnya.

Terkini Lainnya
Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Kemensos
Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos
Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Kemensos
Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Kemensos
Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Kemensos
Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos
Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Kemensos
Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos
Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Kemensos
Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos
Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Kemensos
Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Kemensos
Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Kemensos
Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Kemensos
Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Kemensos
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com