Mensos Beberkan 5 Langkah untuk Pulihkan Wamena Pasca Rusuh

Mikhael Gewati
Kompas.com - Selasa, 8 Oktober 2019
Mensos Beberkan 5 Langkah untuk Pulihkan Wamena Pasca RusuhDOK. Humas Kementerian Sosial Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan bantuan untuk korban bencana sosial di Wamena secara simbolis kepada Bupati Wamena Jhon Richard Banua, Selasa (8/10/2019)


KOMPAS.com – 
Pasca konflik sosial di Wamena, Papua, pemerintah akan berusaha maksimal untuk memulihkan dan membangkitkan wilayah tersebut.

Menteri Sosial (Mensos) RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pihaknya akan menggalakan lima langkah supaya mendorong atau menggalakan kembali aktivitas di Wamena.

"Langkah pertama adalah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat setempat. Kemudian melakukan kajian cepat kebutuhan dasar pengungsi seperti sandang, pangan, papan, dan layanan dukungan psikososial," Bantuan untuk tahap pertama ini seluruhnya Rp 4,7 miliar," kata Mensos dalam kunjungannya ke Wamena, Selasa (8/10/2019).

Mensos mengatakan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, Kemensos telah menyalurkan bantuan berupa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 83 ton dan bantuan lauk pauk untuk dapur umum yang ada di posko-posko pengungsian.

Untuk pemenuhan kebutuhan papan atau tempat pengungsian, Kemensos telah menyerahkan bantuan berupa 2.500 matras, 1.500 tenda gulung, 6 tenda serba guna, 100 kasur dan 100 velbed.

Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan Rp 3,5 Miliar bagi Korban Konflik di Wamena

Kemensos, lanjutnya, juga menyerahkan bantuan sandang bagi pengungsi berupa 4.500 paket sandang bagi dewasa dan anak-anak serta 2.500 selimut. Total bantuan untuk Kabupaten Wamena adalah Rp 4,051 miliar

"Langkah kedua adalah memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi penyintas. Hal ini sangat penting dalam penanganan pasca konflik khususnya kepada kelompok rentan yakni perempuan, lansia, dan anak-anak," katanya.

Mensos menyebutkan hingga dua pekan pasca kerusuhan Tim LDP telah menjangkau 10 titik pengungsian, melakukan berbagai kegiatan dan melayani lebih dari 5.000 pengungsi. Sasaran LDP adalah anak-anak dan remaja, serta perempuan dewasa.

Sebanyak 10 titik tersebut adalah pengungsian di Kodim 1702/Jayawijaya, Polres Jayawijaya, Gereja Advent, Masjid Baiturrahman, Gereja Pantekosta Laharoi Hom Hom, Gereja Betlehem, SMA Negeri Wamena, SMP Negeri Wamena, SD Negeri Wamena, dan Posko Induk di Gedung Oukumere Ossu.

Para pengungsi dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, tiba di Jayapura, Jumat (27/9/2019)KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI Para pengungsi dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, tiba di Jayapura, Jumat (27/9/2019)
Tim LDP dikoordinir Kemensos bekerja sama dengan unsur perguruan tinggi (Pekerja Sosial dan Psikolog), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Total petugas LDP adalah 36 orang.

Selama mengikuti LDP ada beragam kegiatan yang dilakukan, yakni aktivitas rekreasional, trauma healing, Progresive Muscle Relaxion (PMR), mendongeng, psikoedukasi, dan teknik Resource Development and Installation (RDI).

Dijelaskan Menteri, LDP merupakan amanat Undang-undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial Pasal 38.

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa pemerintah bersama pemerintah daerah melaksanakan rehabilitasi di daerah pasca konflik dan daerah terkena dampak konflik. Salah satunya dengan cara pemulihan psikologis korban konflik dan pelindungan kelompok rentan.

Baca juga: Masih Ada Guru Trauma di Wamena, Pemprov Papua Beri Waktu untuk Pulihkan Diri

Selanjutnya setelah LDP, langkah ketiga adalah pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi sesuai dengan hasil asesmen yang telah dilakukan di tahap pertama.

Keempat, mengerahkan Tagana Provinsi Papua, Tagana Kabupaten Jayawijaya, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Jayawijaya, Pendamping PKH Lanijaya, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Jayawijaya dan TKSK Lanijaya.

"Mereka membantu proses distribusi kebutuhan dasar pengungsi, membantu LDP di sejumlah titik pengungsian, dan mengelola dapur umum serta distribusi makanan," terang Menteri.

Kelima, membuka akses penyintas terhadap program perlindungan sosial reguler, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Usaha Ekonomi Produktif (KUBE) dan Rehabilitasi Sosial Anak.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (memakai topi khas Papua) menyerahkan bantuan kepada korban kerusuhan di Papua dan Papua Barat, di Jayapura, Selasa (11/09/2019) DOK. Humas Kementerian Sosial Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (memakai topi khas Papua) menyerahkan bantuan kepada korban kerusuhan di Papua dan Papua Barat, di Jayapura, Selasa (11/09/2019)

"Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan tim Kemensos, penyintas kehilangan rumah karena hangus terbakar, ada pula yang rumahnya utuh namun kiosnya hancur. Kondisi ini memicu mereka jatuh miskin, sehingga harus ada intervensi melalui bantuan perlindungan sosial agar mereka berdaya dan mampu meneruskan kehidupannya," kata Mensos.

Untuk itu, lanjut Mensos, Kementerian Sosial bersama Pemkab Wamena melakukan verifikasi dan validasi penyintas untuk mendapatkan data penerima bantuan sosial.

"Saya berharap melalui lima langkah Kemensos dalam penanganan pengungsi Wamena kiranya dapat membantu meringankan beban yang dialami warga," harap Menteri.

Ke depan, lanjutnya, peristiwa kerusuhan di Wamena harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Keberagaman adalah kekuatan untuk membangun kembali Wamena.

Baca juga: Cerita Mencekam Warga Banten di Wamena, Menunggu 6 Hari untuk Dievakuasi ke Jayapura

Perbedaan adalah fitrah. Jadi kini saatnya warga Wamena bergandengan tangan, hidup bersama dalam toleransi dan kebersamaan.

"Secara khusus saya berpesan agar kita tidak mudah terprovokasi terhadap kabar HOAX yang bertujuan memecah belah, memfitnah dan ujaran kebencian yang bertujuan memecah-belah keharmonisan warga Wamena," kata Menteri.

Bantuan untuk Jayapura

Selain mengirimkan bantuan untuk Kabupaten Wamena, Kementerian Sosial (Kemensos) juga menyalurkan bantuan buat pengungsi yang ada di Kota Jayapura.

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/10/2019) dijelaskan, bantuan berupa bantuan lauk pauk untuk dapur umum sebanyak 1.500 orang, 900 matras, 260 tenda gulung, 850 selimut, 4 paket perlengkapan LDP, 2 tenda serba guna, 20 velbed, dan 20 kasur. Total bantuan adalah Rp 740,9 juta

"Bantuan sudah diserahkan kepada Dinas Sosial Kota Jayapura dan telah diteruskan ke sejumlah titik pengungsian," kata menteri.

Baca juga: Layanan Jasa di Wamena Mulai Berjalan Pascakerusuhan

Ia berharap seiring semakin pulihnya kondisi Wamena, pengungsi yang ada di Jayapura bisa segera kembali ke Wamena karena kegiatan sekolah sudah mulai berjalan. Saatnya anak-anak kembali bersekolah. Demikian halnya orang tua saatnya kembali bekerja.

"Wamena sangat memerlukan keberadaan segenap Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian untuk memajukan ekonomi dalam membangun kembali Wamena yang sangat indah ini. Saya yakin kerukunan hidup berdampingan antara seluruh masyarakat Wamena dapat terwujud," kata Mensos.

 

PenulisMikhael Gewati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Tingkatkan Efisiensi Penerima Manfaat, Mensos Minta Jajarannya Gunakan Teknologi Digital
Tingkatkan Efisiensi Penerima Manfaat, Mensos Minta Jajarannya Gunakan Teknologi Digital
Kemensos
Mensos Ingatkan Sekda dan Dinsos Rajin Perbarui Data Penerima Manfaat Bansos
Mensos Ingatkan Sekda dan Dinsos Rajin Perbarui Data Penerima Manfaat Bansos
Kemensos
Memasuki 2020, BP3S Kemensos Perkuat Sinergi Kelembagaan dan SDM
Memasuki 2020, BP3S Kemensos Perkuat Sinergi Kelembagaan dan SDM
Kemensos
Terkait Polemik Wyata Guna, Ini Penjelasan Kemensos dan Pemprov Jabar
Terkait Polemik Wyata Guna, Ini Penjelasan Kemensos dan Pemprov Jabar
Kemensos
Gelar Diklat Bela Negara, Kemensos Ingin Tingkatkan Cinta Negara kepada ASN
Gelar Diklat Bela Negara, Kemensos Ingin Tingkatkan Cinta Negara kepada ASN
Kemensos
Bantu Korban Bencana Atasi Trauma, Kemensos Hadirkan Mobil Antigalau
Bantu Korban Bencana Atasi Trauma, Kemensos Hadirkan Mobil Antigalau
Kemensos
Warga Lepas Tanah, Mensos: Pendidikan Investasi Jangka Pendek dan Panjang
Warga Lepas Tanah, Mensos: Pendidikan Investasi Jangka Pendek dan Panjang
Kemensos
BP3S Sosialisasikan Program-Programnya di KSN Expo 2019
BP3S Sosialisasikan Program-Programnya di KSN Expo 2019
Kemensos
Peringati HKSN 2019, Kemensos Blusukan ke Kabupaten Tapin
Peringati HKSN 2019, Kemensos Blusukan ke Kabupaten Tapin
Kemensos
Milenial Ambil Bagian dalam Penyaluran BPNT
Milenial Ambil Bagian dalam Penyaluran BPNT
Kemensos
Dengan Kebijakan Berbasis Riset, Mensos Ingin Putus Rantai Kemiskinan
Dengan Kebijakan Berbasis Riset, Mensos Ingin Putus Rantai Kemiskinan
Kemensos
Megawati: Banyak Negara Ingin Meniru Konsep Pancasila
Megawati: Banyak Negara Ingin Meniru Konsep Pancasila
Kemensos
Kabadiklitpensos: SDM Unggul akan Jawab Ancaman yang Dihadapi Bangsa
Kabadiklitpensos: SDM Unggul akan Jawab Ancaman yang Dihadapi Bangsa
Kemensos
Tahun 2020 Dirjen PFM Rencanakan Pendampingan Keluarga Penerima KPM
Tahun 2020 Dirjen PFM Rencanakan Pendampingan Keluarga Penerima KPM
Kemensos
Menkeu Ingatkan Pejabat Negara, DIPA dan DATKDD adalah Acuan Pembangunan
Menkeu Ingatkan Pejabat Negara, DIPA dan DATKDD adalah Acuan Pembangunan
Kemensos